Entradas populares

Ketenangan dari set bounderies

Hal indah apa yang sudah kamu dapatkan di tahun 2025? Mungkin ada yang sudah nikah, mendapatkan pasangan tepat, punya mobil, punya rumah impian, bisa beli barang² branded, dan sejenisnya. Namun bisa tegas dengan diri sendiri adalah pencapaian yang tidak boleh dianggap remeh. Kenapa? Tegas dengan diri sendiri sama dengan mencintai diri sendiri. 

Manusia itu seringnya mementingkan orang lain, mengupayakan kebahagiaan orang lain sampai dya lupa kebahagiaannya bahkan haknya diri sendiri. Terlebih jika sedang terjebak di keadaan maju kena, mundur pun susah. Terlanjur berhubungan baik sama manusia yang lain hingga rasanya susah untuk ngasih bounderies alhasil dirinya hancur sendiri. 

Orang itu kalo udah dibaikin, biasanya nglunjak. Kalo dirasa orang itu solutif dan enak diajak curhat, seringnya ga tanggung² untuk menjadikan ybs tempat sampah untuk membuang uneg². Terlebih jika berhadapan dengan orang yang sangat menghargai jika ada orang yang curhat ke dirinya, wah jika ga beruntung ya hanya dimanfaatkan. 

Okelah dimanfaatkan hingga kewalahan yang berujung mengganggu aktivitas alias curhatnya udah ga tau diri maka solusi terbaik adalah mundur dan ngasih ketegasan pada diri sendiri bahwa sudah cukup. Jika dulu dijadikan call center 911 alias emengency call maka saat ini sudah cukup, tidak berlaku lagi. 

Stop memberi akses kepada orang lain yang tidak mampu menghargaimu. Batasan diri itu sangat penting supaya orang lain dapat menghargai kita. Batas mana yang boleh diakses orang lain dan bagian mana yang tidak boleh. Ya kali seumur hidup akan jadi tempat sampah. 

Jadi tempat sampah itu gpp, karna manusia itu sama² punya sampah namun jika sudah tidak imbang? Kewalahan pastinya. Terlebih jika ketika curhat bilang ABC namun kamu liat di realita XYZ, Jauuuuh. Bagaimana jika itu repeat selama puluhan purnama? Ndembik coy, kayak orang bodoh banget gitu pastinya. 

So, saatnya melepaskan apa yang bukan tanggung jawab kita. Ambil pelajarannya, pilihlah teman yang bisa SALING. Jikapun tidak menemukannya, sendirian itu jauh better than ketemu teman yang egois. Udah curhat ga kenal waktu, dinasehati iya² tp realita berbanding terbalik, giliran kamu curhat ditinggal chatingan sambil senyum² sendiri, dan disaat kamu chat sering ga di balas walo sak tenane chat kamu sudah dibaca. 

Kasihan amat sih, pertemanan bagian mana yang masih harus dipertahankan? Yang paling bener ya buat batasan, sejauh hubungan baik aja sesama manusia. Toh temenmu ga cuma satu kan? Orang² yang peduli sama kamu masih banyak kan? Tak bisiki sini, kamu ga rugi kehilangan temen yang egois, sebaliknya dya yang rugi kehilangan teman setulus kamu. Jika dya belum merasakan, itu hanya waktu saja. Ribuan orang dapat lalu lalang di hidup kita, namun orang tulus akan stay tanpa harus diminta. 

Sambut ketenangan di awal tahun

Hidup tenang itu memang membahagiakan. Mensyukuri apapun yang dimiliki tanpa harus membandingkan apa yang dimiliki orang lain adalah hal jitu. Semakin menyederhanakan pemikiran, maka semakin mudah kita untuk bersyukur. 

Tidak kaya raya, tapi  selalu diberikan rasa cukup atas nikmat Allah sehingga bisa berbagi dengan keluarga ataupun orang lain adalah hal yang nyes dihati. Ketika ditakdirkan oleh Allah menjadi salah satu sinar di keluarga dan dijadikan perantara rejeki Allah untuk keluarga adalah hal yang luar biasa senangnya. 

Ada tawa, ungkapan terima kasih, lantunan syukur, hingga begitu banyak pengharapan yang dipanjatkan rasanya sungguh tak ada duanya. Hidup rukun dengan keluarga juga merupakan bagian dari penyempurna takdir ini yang bukan berarti hidup tak pernah ada masalah ya. Masalah akan selalu ada namun Allah memberikan sekaligus paket solusinya. Sungguh nikmat Tuhan yang tak kampung aku sembunyikan. 

Kemampuan mensyukuri setiap takdir merupakan bagian dari rejeki yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan itu. Nyatanya ketenangan tidak serta merta hadir dari yang yang banyak, harta melimpah, keluarga lengkap, bahkan jabatan yang mentereng. Sebaliknya ketenangan akan hadir kepada jiwa yang mau dan mampu menerima takdir sabuk dan menyambutnya dengan sepenuh hati bahwa hal tersebut adalah hal baik. 

Ketenangan adalah pantulan dari rasa syukur yang tidak harus bersyarat jika hartanya 500 juta, emasnya 50kg, usaha tambangnya lancar, dst. Nyatanya mampu mindfulnes atas apa yang jadi takdir adalah bentuk konsep yang medapatangkan ketenangan. Alhamdulilah bisa makan, bisa kentut, bisa BAB, bisa berbagi dengan keluarga /orang lain, bisa merasakan kebahagiaan teman yang sedang mengalami keberhasilan, dll. 

So, pupuk dan siramilah jiwa sehingga mudah bersyukur sehingga jiwa mudah tenang, terhindar dari iri hati, dan selalu berprasangka baik atas takdir yang sedang menyapa di kehidupan ini. 


Welcome 2026,

Semoga semakin sehat, panjang umur, happy, ayem, tentrem, tenang, bijaksana, tegas, disiplin, produktif, beruntung, mulia, dijauhkan dari orang dzolim, dijauhkan dari orang yang hobi memanfaatkan, dan lebih menyayangi serta memprioritaskan diri sendiri. Cheer to many best chapter of this year. Aamiin.. 

Hiduplah dengan orang yang kekurangannya mampu kamu tolerir

Konteks disini adalah interaksi manusia dengan sesama. Dapat dengan teman, sahabat, tetangga, pacar, pasangan, dst. Relationship antar manusia itu lucu, unik, seru, dan penuh dinamika. POV disini adalah semua manusia memiliki sisi baik dan tidak ada yang sempurna. Namun tips supaya hidupmu happy, tenang, dan damai adalah pilihlah orang baik yang kekurangannya dapat kamu tolerir. 

Ketika kamu bertetangga dan akrab dengannya, sering saling bantu dan hubungan kalian sangat baik namun kamu memilih menepi karena tidak dapat mentolerir bahwa dya suka playing victim dan menyalahkan orang lain atas kelakuannya maka sikapmu itu sehat. 


Ketika kamu hanya dijadikan opsi dan tempat sampah oleh teman baikmu. Didatangi karna dya butuh curhat denganmu. Fast respon balas chatmu karena ada kepentingan, dan kamu memilih melambaikan tangan karena kamu tidak dapat mentolerir kekurangannya maka kamu masih menggunakan logika sehat dalam berteman. Mana ada orang yang mau dijadikan tempat sampah terus menerus kan ya.. 


Ketika kamu sedang dekat dengan lawan jenis, berniat serius, bahkan tipemu banget, saling memiliki ketertarikan namun kamu memilih mundur karena tidak bisa mentolerir bahwa orang tuanya hobi KDRT maka kamu manusia yang masih menggunakan logika. 


Ketika kamu sedang PDKT, benih² ketertarikan itu sudah mulai tumbuh namun kamu baru tau kalo masa lalunya kelam, rumit, dan potensi drama sehingga kamu memilih mundur daripada menuruti hawa napsu maka kamu itu sedang diselamatkan karna masih logis tidak terjebak oleh fatamorgana perasaan.

Salut sama orang yang mampu menerima masa lalu pasangan yang kelam, terbuat apa hatinya mampu bertahan disetiap harinya menghadapi pasangan yang belum selesai dengan masa lalu bahkan tidak akan pernah selesai. Anda hebat tuan.. So ketika logika masih dominan dibanding perasaan maka itu keren. Sebaliknya jika tidak mampu mentolerir masa lalu pasangan bye lebih baik. 


Ketika tetanggamu hobi menceritakan harta bendanya, jumlah perhiasannya mencapai puluhan kilo, bisnis tambang batu baranya yang melesat pesat, pacarnya yang selalu ada buatnya, progres pembangunan istana megahnya dan sederet cerita yang tidak bisa kamu tampung di logika sehatmu maka memilih putar balik adalah pilihan jos dan tepat. Jika tidak disudahi maka akan berujung toxic dan melelahkan. 


Sebaik apapun teman, tetangga, ataupun manusia bentuk apapun dimuka bumi ini pantas kamu jauhi jika sudah membuatmu lelah, capek, terbebani, dan mengganggumu. Hidup penuh pilihan kok, jika kamu memilih menyelamatkan kesehatan mentalmu maka itu pilihan tepat. Biarkan mereka dengan hidup dan pilihannya. Sekali lagi, hidup mereka bukan tanggung jawab kita. So, fokuslah sama diri kita sendiri. 

Ketenangan sumber rezeki

Ketenangan itu merupakan sumber rejeki yang tidak boleh kita kesampingkan. Jika hidupmu kok vibe nya tenang, santai, selalu diberikan solusi setiap masalah, selalu diberikan insting tajam untuk menganalisis persoalan, selalu diberikan guide dalam menentukan langkah maka selamat kamu beruntung dan kamu makhluk pilihan. 

Yuk tambah rasa syukurmu, tambah keistiqomahanmu, dan tambah lagi sedekahmu. Sungguh ketenangan hanya timbul dari Allah semata. Banyak harta tidak menjamin tenang, pun sama pangkat jabatan seringkali membuat gelisah. Sebaliknya jika Allah sudah memberikan ketenangan meskipun kita hidup dengan kesederhanaan maka kamu pemenangnya. 

Orang yang jiwanya tenang, dya akan optimis dalam menjalani hari²nya karena ia yakin Allah selalu memberikan solusi dari setiap masalahnya. Kecanduan untuk meyakini setiap takdir Allah selalu terbaik juga mendorong terciptanya ketenangan dalam hidup. Orang ini akan bijaksana dalam menyikapi apapun permasalahan. Bukan berarti ybs tidak takut, galau, ataupun sedih. Ia sama dengan manusia biasa namun ia diberikan kemampuan untuk mengambil POV dari sisi positif, sisi baik, sisi optimis, dan sisi khusnudzon atas hal baik di balik cobaan yang sedang ia jalani. 

Orang yang tenang akan mengundang rejeki dalam berbagai bentuk seperti didekatkan dengan orang² yang satu frekuensi. Selain itu, bentuk rejeki yang lain dapat berupa material karena jiwa dan rasa syukurnya sangat tinggi. Allah akan memberikan nikmat berlipat² bagi hamba yang banyak bersyukur. 

Yuk perbaiki hubungan kita sama Allah supaya Allah ridho memberikan rasa  tenang bersemayam dalam diri kita. Menjadi teman sehari² bahkan menjadi jati diri kita dalam menjalani takdir di muka bumi ini. Aamiin. 

Rumah yang tak berbentuk bangunan

Hidup dengan pemikiran dewasa itu se menenangkan itu. Dimanfaatin orang, cut off. Disalahin orang, ambil sikap. Didatangi hanya karna butuh, sebatas baik. Direndahkan, berikan senyuman terbaik. Ditutup pintu kesempatan, upgrade diri. Difitnah, koreksi diri. 

Ya simple life, more happy. Sewajarnya saja menghadapi manusia dengan beragam sikap dan karakternya. Kita tidak dapat membahagiakan satu per satu manusia. Bahkan kita tidak dapat memenuhi ekspektasi mereka. Hidup kita ya urusan kita, sebaliknya drama mereka ya bukan tanah kita. 

Cukup menjalani hidup di area kita. Balas pesan kawanmu, sekalipun itu bukan prioritasmu. Jangan sok sibuk bahkan merasa paling penting dan dengan sengaja membiarkan mereka menunggu balasan chat kita. Ya kali dibalas, kalo sebaliknya? Ingat, orang chat itu ga selalu gabut, ada yg memang bener² butuh jawaban dari kita. Jangan sok banget mengecilkan orang lain dan meninggikan dirimu bahwa kamu adalah manusia tersibuk sedunia akhirat. 

Sederhana, sepele, bahkan sering kali ga disadari bahwa kita itu hobi bikin orang menunggu balasan chat kita. Dan kitanya sengaja ga balas bahkan merasa ga perlu untuk membalas. Ingat atuh, kamu butuh manusia yang lain juga lho. Jika ini menjadi kebiasaan maka kamu akan ditandai orang² dan ya orang lain juga akan mirroring ke kamu. Ya kamu ga sepenting itu. Maybe masih chatmu diladeni, tapi kamu tidak sepenting itu dihupnya lagi. Kamu tau, kamu membukakan pintu lost respect orang lain kepada dirimu. 

Hidup ini seru jika kita punya rumah. Rumah yng tidak selalu mewah. Rumah sederhana namun hangat. Rumah yang memberikan kerinduan ketika kita sedang beraktivitas. Rumah tak selalu harus dengan bangunan tapi tempat dimana kita disebut hangat, dihargai, diterima, dan ditunggu² kehadirannya. Ya rumah itu keluarga, sahabat, bahkan bangunan sederhana yang telah usang.

Ga kebayang bagaimana cara menyelesaikan masalah bagi orang yang tidak memiliki rumah? Yang banyak namun hati tidak tenang. Harus mengadu ke siapa drama yang sedang dialami? Mensyukuri apapun yang kita miliki sepenuh hati supaya hati kita luas. Supaya mudah untuk lapang. Pikiran jadi tenang, hati jadi perempuan, dan jiwa jadi tenang. 

Orang tua sehat, keluarga harmonis, sahabat solid, adalah bentuk lain dari rumah yang harus kita banyak syukuri. Wali di luar rumah masalah banyak namun ketika hati kita tenang, maka semua akan mudah terlewati atas izinNya. 

Yuk syukuri atas nikmat rumah ini. Jaga orang tua, keluarga, dan para sahabat. Mereka aset yang kita miliki, sekaligus bentuk lain dari rezeki besar. Sayangi mereka dan peluk merdeka erat dengan doa² tulus mu. 


Why not, "I" choose you

Jalan hidup manusia tidak ada yang sama, tidak ada yang memprediksi, dan selalu menyala di setiap takdir masing². Segala macam proses perjalanan hidup akan selalu memberikan alasan mengapa hal tersebut harus menyapa dan menjadi takdir kita. Meskipun pas ngalami hal tersebut kita masih bertanya², sakit, nangis, ga terima bahkan mempertanyakan kepada Tuhan, why me Tuhan? Why? The others people happy and got everything that they want. Why not me? 

Namun setelah berjalan dan berlalu baru tau oh ini to maksudnya takdir kemarin. Nyatanya kalo harus selesai juga akan selesai kok segala macam  takdir yang menyapa kita, sebaliknya jika belum waktunya selesai pasti akan ada saja jalan kita untuk "pusing² bin tegang" nyelesaikan satu per satu chapter di setiap takdir indah itu. 

Ada anak yang sedari kecil ditinggal oleh salah satu orang tuanya, sedangkan umurnya baru butuh²nya kasih sayang seorang ibu. Nyatanya Allah Maha Kuasa, ketika anak kecil tersebut kehilangan fisik sosok ibunya, namun Allah ganti dengan ribuan orang yang sama dya meskipun tidak akan pernah sama dengan kasih sayang dengan seorang ibu. 

Ada seorang anak tulang punggung keluarga, yang niat kerja hanya untuk mencari rejeki namun dya sering disalahpahami orang lain hanya karena sinarnya terlalu  terang.  Bahkan beberapa kejadian mengharuskan ia untuk menerima kenyataan tanpa bisa untuk mengklarifikasi sebenarnya apa yang terjadi. Tapi lagi² ini adalah bagian dari skenario indahNya. Siapa yang nyangka disaat bertubi² kejadian tidak mengenakkan ia alami, disaat banyak hal yang tidak dapat ia klarifikasi, disaat ocehan negatif orang² itu hanya mampu ia telan sendiri. Dan disaat ia nerima semua takdirNya, maka disitulah keajaiban tangan Tuhan.  

Tuhan mengangkat derajatnya dengan cara² yang sungguh indah. Dikasihnya panggung yang menakjubkan dan bikin menganga orang² yang selama ini merendahkan, menjelekkan, bahkan orang yang selalu merendahkan dirinya. Menariknya ia tak  pernah sekalipun ingin terlihat bersinar hanya saja perlu diketahui bahwa mutiara akan tetap jadi mutiara sekalipun ia ditimbun lumpur. Orang keren akan keren meskipun segala macam fitnah ia alami. So, chill aja menjalani setiap takdir hidup ini. Percaya saja dengan jalan dan skenario Allah. Rencana Allah tidak pernah salah. 

Ketika kita dipilih Allah untuk menjalani takdir indah itu, maka Allah pun sudah sangat tau orang itu mampu melewati skenario yang Ia berikan. Allah akan menyesuaikan ujian berdasarkan kemampuan setiap hambaNya. So, jika sedang mengalami ujian yang dirasa berat, maka tetep lah semangat dan positif thingking bahwa kita akan mampu melewati semua takdir baikNya dengan kasih sayangNya. Lantas kenapa Allah memilih kita? Ya suka² dongs, bukankah itu tanda cinta Allah pada kita. So, syukuri saja yaaa, takdir Tuhan selalu baik. 

Tanggapi sewajarnya saja

Tidak pernah terbayangkan betapa bahagianya, betapa leganya, betapa entengnya, dan betapa bersyukurnya ketika berhasil melepaskan beban yang diberikan orang lain. Tidak mudah, apalagi jika orang tersebut adalah orang terdekat kita yang memiliki hubungan sangat baik. Tidak ada pilihan lain kecuali cut off dan menyudahi segala drama yang menjebak kita untuk harus mengetahuinya. 

Kebahagiaan orang lain bukan tanggung jawab kita, begitu juga kesedihan bahkan drama yang sering ia ciptakan. Kita dalam berhubungan sosial, cukup untuk berbuat baik saja. Selebihnya kembalikan semua kepada ybs.  Ada tipe² orang yang memang sengaja memilih drama kok, jadi kita sebagai sesama manusia harus pandai melihat, apakah ini dampak kesengajaan dari langkah yang dipilih atau memang bukan hal kesengajaan. 

Manusia itu makhluk unik, so jangan pernah berekspektasi apapun sama manusia. Mereka sama kok sama kita, ga ada yang sempurna. So, ketika kita tidak menaruh ekspektasi berlebih terhadap manusia, maka kita akan lebih chill. Misal ybs drama yaudah silahkan, kalo eneg ya tinggal aja, kalo dya minta bantuan ya bantu sewajarnya saja. Sekali lagi, sewajarnya saja. 

Waktu dan tenaga yang kita kita gunakan untuk menanggapi drama orang lain rasanya akan lebih produktif untuk mengurusi diri sendiri, at least hanya rebahan di kamar. Intinya, semakin dewasa harus semakin bijak untuk bersikap tegas kepada orang lain supaya kita tidak selalu dimanfaatkan hanya karena kita baik dan selalu menanggapi drama yang selalu diceritakan. 


Adakalanya, tidak selalu percaya diri itu baik

Feeling sahabat kadang bikin kita geleng², dya yang paham diri kita pasti pingin yang terbaik untuk kita. Tidak hanya sahabat, keluarga pun begitu. Jadi kadang kala kita berlawanan dengan sikap orang² tulus itu karna kita lagi jatuh cinta. Logika sedang tidak on, semua tertutup oleh rasa happy degdegser...

Ya jatuh cinta itu susah untuk menggunakan logika. Apalagi kalo lagi bucin. Parah dah, logika nol, dikasih tau aja malah ujungnya ga berkenan dan nyerang balik. Sebaliknya jika ada masalah, baru ndengerin nasihat tapi nanti balik ke model awal nol logika. 

Ga semua orang, tapi ada yang begitu. Kembali ke peran sahabat, keluarga, dan orang² tulus yang ada di sekitar kita. Mereka akan menghargai keputusan kita ketika kita sedang dekat dengan pilihan kita. Meskipun ga banget bagi mereka, down grade, ga setara, dll. Tapi mereka akan menghargai. Menariknya mereka akan menerima kita kembali ketika kita terpuruk. Namun jika ini berkali-kali dan ujungnya hubungannya penuh drama, maka mereka pasti akan punya sikap.

Bisa jadi saat kita jatuh cinta, mereka menentang pilihan kita lantaran mereka punya POV yang netral ataupun memiliki pengharapan yang besar bahwa kita pantas dan layak mendapatkan yang lebih dari si doi. Wajar sih karna hidup kita sebelum ketemu doi, kita bersamanya kan.

Tidak sedikit yang lebih memilih doi-nya dan mengabaikan saran dan pendapat orang terdekat. Boleh dan hak setiap orang, namun perlu diingat untuk tidak mendewakan doi-nya ya. Doi adalah manusia biasa yang tidak lepas dari masalah, terlebih ketidaksetujuan itu dilatarbelakangi doi sumber drama. Agak miris, besuk kalo ada masalah dengan doi lantas mau kemana? ke temennya ga mungkin karena udah dibuang kan, ke keluarga juga malu, dan ujungnya chat aplikasi AI untuk curhat, hehehe..

Jatuh cintalah dengan tenang, jatuh cintalah dengan orang yang membuatmu bisa bertumbuh dan berkembang. Jatuh cintalah dengan ia yang bisa diterima oleh circle tulusmu. Jatuh cintalah dengan ia yang membuatmu lupa akan drama hidup yang biasa kamu lakukan di setiap harinya. Dan yang paling penting adalah jatuh cintalah dengan ia yang membuatmu semakin lebih dekat Sang Pencipta, keluarga, dan para sahabat baikmu. 

Kenapa harus mempertimbangkan saran dari keluarga maupun sahabat tulus? karena mereka masih mampu berpikir jernih dan menggunakan logika. Jangan sakit hati jika kamu sulit diingatkan dan akhirnya satu per satu mereka meninggalkanmu karena pilihanmu. Ya kamu sudah cinta mati dengan sumber konflik, sumber drama, sumber ketidaktenangan. Orang terdekat, sudah dapat membaca apa yang akan terjadi jika kalian bersama. Bukan mereka cenayang, namun mereka paham, kamu yang suka drama ketemu dengan medan drama. 1000% full drama in your live.

Tapi ini semua adalah pilihan hidupmu, hidup kita, hidup semua orang. Jika keputusan kita sudah bulat, gass. Semoga yang dikhawatirkan mereka tidak akan pernah terjadi, dan anggap saja mereka salah menilai doimu. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka jangan pernah menyesal atas langkah yang sudah kamu pilih, langkah yang sudah kita ambil, dan langkah yang membuat mereka menjauhkan diri dari kita. Yaps, life is a choice...

Teman tulus, dan keluarga itu koco buat kita, cermin buat kita. So, jangan hanya mereka menentangmu maka kamu ambil langkah untuk menghilangkan mereka di hidupmu. Ampun ya dek ya.. Hidup ga selamanya berisi tentang sayang-sayangan. Ada banyak dimensi kehidupan yang tidak bisa hanya diisi oleh doi. Ada peran teman tulus, sahabat baik, keluarga, tetangga, dsb. 

Euforia orang jatuh cinta itu berapa lama sih? ga selamanya kan? bahkan ga lama kan? Nah, coba pertimbangakan ulang untuk menggadaikan kebahagiaanmu ke doi. Kesesatan hidup seorang diawali dengan cara menggadaikan kebahagiaan ke orang lain. Menumpukan kebahagiaannya di tangan orang lain. Seolah orang tersebut mampu menyembuhkan luka, melengkapi puzzle yang lama hilang, memenuhi materi, serta menjadi sumber kekuatan.

Pertanyaannya, kenapa tidak menyadarkan semua kegalauan tersebut pada diri sendiri? memperbaiki diri, menyembuhkan luka, upgrade knowledge, menabung, menjalani hidup sesuai dengan kemampuannya, dll. Kenapa harus berdiri di kaki sendiri? Ya supaya kitanya ga kecewa. Kita akan mampu menakar kok sedalam apa kemampuan kita, sekuat apa diri kita, so itu akan lebih realistis.

Kebayang kan jika kita menggantungkan kebahagiaan ke orang lain dan ternyata ia sama2 rapuh? untung rapuh, lha kalo dya aslinya makhluk yang sangat tidak banget untuk diajak berjuang bersama? Yuk udah tua, mari kita berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, supaya tidak salah langkah. 


Mensyukuri yang ada, mencintai yang dipunya

Beberapa hari ini maraton ngalamin hal yang biasa terjadi tapi tidak dalam sekali waktu berbarengan. Jadi rasanya wow banget dan bikin sadar, bahwa sesayang itu mereka ke aku. Rejeki bekerja di tengah² mahasiswa yang memberikan banyak cerita lucu, seru, dan membahagiakan. Tidak sedikit ngalami hal yang bikin hati nyes, happy, dan terharu. Entah pendapat mereka tentang diri ini cuma feedback dari komunikasi yang biasa ini lakukan kadang diluar kendali. 

Tidak ada yang spesial dari komunikasi yang biasa dilakukan, semuanya mengalir senatural mungkin, tidak ada tendensi apapun, bahkan tidak ada paksaan bahkan kepura²an. Jika ada yang bertanya ya dijawab, jika ada yang cerita ya didengarkan, jika ada yang curhat ya ditanggapi. Its so simple, tapi tidak semua orang bisa, ternyata. 

Tiba² ada mahasiswa datang bawa makanan dan itu oleh² ciri khasnya daerahnya. Ga banyak kata, dya cuma bilang untuk ku saja. Kala itu sedang riweh jadi ga tau kalo dya ternyata duduk lama menunggu. Aku mikir ya, kenapa dya ngasih makanan? Oh dya habis wisuda, pikirku. Cuman aku ngerasa enggak deket dan biasa aja sama dya pas ngobrol, ngelayanin, nyariin buku yang dicari. Karna udah kewajiban dan tugasku gitu jadi ya dilakuin seperti biasa, tidak ada yang spesial. Entah ybs calon psikolog atau gimana jadi bisa membaca body language-ku. Entah lah. 

*dari dya aku belajar bahwa "apa yang kita lakukan biasa, bagi orang lain bisa jadi luar biasa".


Pas lagi mainan hape, ada WA dari mantan anak magang, ngabarin intinya ibunya meninggal. Sedih banget karena lumayan akrab sama dya, pas wisuda juga ibunya sempet foto di tempat kerja. Yang bikin haru adalah ternyata dya ngabarin aku duluan dibanding temen²nya. Ngebayangin dulu pas ibuk meninggal aja, boro² bisa ngabarin orang, yang ada pikiran blank. Jujur, terharu banget, se-nganggep itu dya ke aku. 

*dari dya aku belajar, "hal tulus yang dilakukan akan sampai di hati yang mampu menghargai".


Pas lagi cuti, ada mantan anak magang yang lain chat, tanya apakah akuu cuti? Ternyata dya main ke tempat kerja dan udah bawa roti. Dya tinggal di bandung. Pikirku ya udahlah ya karna memang aku juga lagi cuti dan ga bisa ketemu. Dya hanya tanya kapan aku masuk dan diluar dugaan di hari yang aku masuk itu dya datang sambil bawa roti (lagi) ngasih ke aku. Sepertinya dya memperpanjang waktu supaya ketemu aku. Terharuuu.. 

*dari dya aku belajar, "tidak harus menjadi besti supaya dihargai".


Cerita sama pas aku cuti, ada chat dari anak magang yang baru. Ia bertanya aku masuk kapan? Dya mau bawa kue, gitu. Awalnya aku ga ngeh, ya bawa aja kalo mau bawa (pikirku). Ternyata enggak sesimpel itu, ternyata dya ulang tahun dan memang pingin ada aku, jadi pas ngasih kue itu dya memastikan aku sudah masuk kerja. Padahal banyak temen disana cuma dya pingin aku makan kuenya. Ya Allah, rejekiMu luar biasa 

*darinya aku belajar, "hargai apapun effort orang lain, karena sosokmu sangat ia hargai"


Bagi kita mungkin hal biasa, siapa sangka itu menjadi hal istimewa bagi orang lain. Bagi kita itu sebuah tugas, siapa sangka itu yang membekas. Sadar 

Sadar tidak semua orang dikasih kesempatan seperti ini, so syukurilah dan tambahlah menjadi orang tulus dan baik. Lupakan tentang feedback apa yang seharusnya diberikan, dll. Jadilah orang baik saja, TITIK. Satu hal yang perlu ditekankan bahwa tidak semua orang pandai melihat keindahan warna pelangi, so tetaplah menjadi baik karna kebaikan itu yang mengundang kebaikan yang lainnya. 

Alhamdulillah.. 


Cintailah dirimu sendiri dulu

Aku perhatikan kamu sekarang lebih happy, lebih tenang, lebih chill, ringan langkah, tidak spaneng lagi?, tanya diri ke cermin. Iya akhirnya aku berhasil cut off orang-orang yang bikin lelah. Aku selama ini kelelahan namun aku belum menemukan jalan keluar so hidup isinya capek dan capek. Capek fisik bisa istirahat namun kalo capek hati dan fikian? oh sungguh keadaan yang tidak ingin aku ulang. Paet. Beda banget lho kamu saat ini dengan yang kemarin2. Saat ini terlihat lebih fresh, dan enteng aja gitu hidupnya. Baru sadar aku, ternyata masalahmu sengaruh itu terhadap performan dirimu, ucapku.

======

Sudah saatnya kita harus menyayangi diri sendiri melebihi apapun, lebih memprioritaskan kebutuhan diri sendiri, lebih peduli, lebih menghargai, dan tentunya beri batasan untuk interaksi dengan orang lain. Mari berbuat baik, namun jangan berlebihan sehingga kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri yang berujung kamu kepater, ga bisa gerak namun terus2an menderita.

Definisi berbuat baik itu yang saling support, saling menghargai, saling bantu namun sesuai kadarnya, tidak berlebihan. Nah kondisi ini yang sehat dan perlu untuk dipertahankan. Sebaliknya jika kondisinya kok bikin kita sakit hati, capek, harus mengalah terus2an, dan hanya dimanfaatkan saat butuh maka cut off saja, TITIK.

Hiduplah seperti kamu sedang hidup, bukan hidup segan matipun tak mau. Berada di bawah bayang2 kebaikan orang memang tidak enak, namun akan parah lagi jika kita menjadi orang yang serba tidak enakan. Mau ini itu ga enak, takut menyakiti dst. Lantas apa kabar perlakuan mereka seenaknya aja ke kita? masih diam saja? masih terima? Wah dzolim sama diri sendiri itu.

Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita kok, boleh membantu tapi jangan sampai menjadi gila. Biarkan orang lain bertanggung jawab terhadap pilihannya. Semua ada konsekuensi dari sebuah pilihan, pun sama kita akan menjadi tidak berharga jika kita terus2an meladeninya.

Mari normalisasi mencintai diri sendiri dan berbuat baik sewajarnya ke orang lain. Bukan sebaliknya berbuat baik sama orang lain all out namun denial sama perasaan diri sendiri kalo sudah muak atas perilaku orang lain. Orang lain memperlakukan seenaknya itu karna kitanya mengijinkan loh. Coba kita tegas, maka orang akan segan memperlakukan kita semena2.

Yang sudah berlalu biarlah menjadi pelajaran, tutup buku. Sekarang waktunya buka lembaran baru dengan diawali meminta maaf sama diri sendiri karna sudah secuek itu. Percaya deh setelah itu, hidupmu akan tenang dan ringan langkahnya ketika kita mampu tegas sama orang lain. Buat batasan yang jelas sehingga orang lain tidak akan bisa mengusik kedamaian kita.

Jika mereka drama, tinggal aja ga perlu kita larut dalam skenario ibanya. Pasang tembok tinggi untuk menghalangi mereka menarik kita masuk dalam drama yang mereka ciptakan sendiri. Hidup mereka adalah tanggung jawab mereka, ga ada urusannya dengan kita. So, love your self, first!

Perkataan psikolog apa yang membuatmu move up?

Dya baik, tapi bukan orang yang baik buatmu

Ada banyak POV dari kalimat ini, bisa untuk pasangan, sahabat, tetangga, maupun teman. Ya di kehidupan yang penuh dengan transaksional ini, nyatanya kita harus pandai supaya tidak menjadi bod*h dan dimanfaatkan orang lain. Come on berbuat baik sewajarnya saja, ga perlu effort yang berlebihan, ga akan ada artinya juga kok segala pengorbananmu, so sebatas baik aja, TITIK. Ingat, jenis manusia yang hadir di hidupmu itu hanya ada 2,yakni BUTUH atau BETAH.


Kamu mengira ia berubah? No, kamu hanya belum mengenalnya

Ketika kamu masih bersamanya bisa jadi mengira dya adalah the one, orang yang paham setiap POV mu, orang yang menyiapkan seluruh tenaganya untukmu. Woooee banguuun, turumu kesoren. Nyatanya ga ada satupun manusia yang  mampu mengenal karakter manusia yang lain sepenuhnya, kenapa? ya karena manusia itu dinamis dan mudah berubah. Kita sering terjebak kecewa dengan orang terdekat lantaran berubah sikapnya. NO. Bukan, bukan ia yang berubah tapi kita yang denial dan pura² ga peka kalo sebenarnya asli dya ya seperti ini. Mengecewakan bukan? 


Tidak ada yang minta kamu setuju dengan pilihannya

Ketika lawan bicaramu hidupnya penuh drama, dan makanan sehari-harimu adalah mendengarkan dan diminta mengomentari drama yang itu-itu saja, sedangkan itu tidak masuk akal sehatmu, logikamu bahkan velue-mu. So, apa yang terjadi? ya, kamu akan gila perlahan karena kelelahan akibat bentrok dengan diri sendiri. Ketika kamu tidak setuju dengan jalan yang dipilih oleh rekanmu, kamu boleh mengungkapkan bahkan menasihati jika diperlukan. Namun, jika ybs tidak mau tau dan tidak mau menerima masukanmu maka itu bukan lagi tanggung jawabmu. Membantu boleh, berbuat baik harus namun jangan sampai kamunya yang kerepotan, kesusahan, bahkan mentalmu yang dipertaruhkan. So just let it be.


Sebanyak apapun ceklis akan tetap nothing jika dya tanpa progres

Kamu mengira orang yang sedang dekat denganmu adalah calon jodohmu dikarenakan banyak ceklis yang masuk dalam kriteriamu. Namun dya stag, no action, dan hanya menimbulkan tanya. Sedangkan umur terus berjalan dan bertambah. Hal yang harus kamu yakini adalah, orang yang cocok buat jodohmu saat ini adalah orang yang tidak bingung dengan dirinya sendiri. Sudah selesai dengan segala luka masa kecil, sudah stabil mental dan material, dan tidak lagi ada niatan untuk bermain-main.


Seumur hidup itu lama, plis utamakan kesehatan mentalmu

Dalam kehidupan rumah tangga tentunya kita menginginkan hidup harmonis dengan pasangan, orang tua, mertua, ipar dan seluruh keluarga. Pertanyaannya adalah, apakah kamu sanggup hidup berdampingan dengan mertua ataupun ipar yang belum selesai dengan diri mereka. Jika kamu ingin mencoba maka persipakan mentalmu karena case ini akan menjadi salah satu cobaan dari rumah tanggamu yang sudah sejak awal terdeteksi. Apakah kamu yakin pasanganmu akan selalu ada di pihakmu? sedangkan yang trouble adalah orang tuanya dan saudara kandungnya. Pilihan ada di tanganmu, bersama tapi toxic atau berpisah tapi kamu sehat.


Kamu baik, kamu peduli tapi kamu tidak dihargai. For what? 

Di akhir zaman ini kita harus tega sama orang lain yang hadir di hidup kita sebagai parasit. Cut off saja mereka untuk kehidupan kita yang damai dan sejahtera. Ketika kebaikan tidak lagi ada harganya, maka sadari bahwa ia bukanlah orang yang tepat menerima kebaikan kita. Punsama ketika effort kita dianggap angin lalu maka segeralah balik kanan dan berikan effortmu kepada orang yang tidak buta warna sehingga ia mampu melihat indahnya pelangi.


Meanwhile

"Kamu masih single di usia setua ini?" Sebuah kalimat yang sering orang lain lontarkan dan hanya bisa menjawab dengan senyuman kecut. 

MEANWHILE...

Ada kisah yang tidak dapat ia miliki meskipun di awalnya sudah berusaha mencoba menyelaminya. Kesenjangan diantara keduanya menyadarkan ia untuk mundur. Jiwa insecurenya menyala, sadar kalo dirinya tidak setara, tidak memenuhi unsur bibit bebet bobot. Lantas bagaimana perasaan? Apaaa masih anda tanya perasaan? Wah hancur sekali tentunya tapi realita menyadarkan bahwa come on sadar diri itu jauh lebih bijak daripada memperjuangkan hal yang titik temunya tidak ada. Sisi lain, ada di salah satu pihak yang sudah didesak oleh orang tuanya untuk segera menikah, sudah disiapkan jodoh beserta seperangkatnya. Ya, semua rasa dipaksa dikubur dan dihilangkan. 

Waktu yang diharapkan dapat menyembuhkan dan menutup semua luka nyatanya tidak berjalan seperti angan. Sekuat apapun ia melawan nyatanya rasa yang ia matikan dengan paksa itu tetap ada dan ga akan pernah mati. Lebih dari satu dasawarsa berlalu, nyatanya binar matanya masih sama, energinya masih membara, pancaran wajahnya tidak ada yang berbeda namun lagi² dua insan yang tidak tertakdir bersama hanya mampu memandang dengan anggukan kecil ketika mereka bertemu di sebuah acara yang tak pernah direncana. Sakit memang tapi ini cerita takdir yang harus terjadi. Seraya berdoa semoga ia yang dipilih menjadi pendampingnya mampu memenuhi kebahagiaan jiwanya dan pemenang batinnya. Sebuah pengharapan tulus dari seseorang yang dulu menjadi patner berbagi tawa meskipun dari hal² receh dan sederhana. Close case. 

******

Di belahan bumi lain, ada seseorang hadir di kehidupan yang awalnya hanya sebatas teman dan hingga kini pun tetap teman. Entah di kebetulan yang bentuknya seperti apa, orang yang jarang komunikasi tapi bisa menaruh sebegitunya rasa menghargai, bangga, happy, excited, dan berbagai rasa baik untuk sebuah jiwa. Sadar karena ybs sudah punya ikatan sakral dengan orang lain sehingga membentengi diri supaya tidak offside. Lagi² tidak ada niatan untuk menjalin apapun diluar pertemanan. Namun diluar kendali, dipihak lain justru sangat terlihat saltingnya, happy-nya, dan hebohnya jika berpapasan ataupun bertemu di momen yang tidak pernah sekalipun disengaja. Repeat. 

Ketertarikan adalah hal alamiah di diri setiap orang, dan kita manusia hanya bisa mengontrol respon dari gemuruh yang ada di dada supaya tidak melanggar batas, tidak menyakiti siapapun, dan tidak memberi harapan kepada hati untuk berkhianat. Hal ini adalah bentuk kedewasaan. Do'a adalah bahasa ketulusan yang mengantarkan jiwa menjadi tenang. Penuh harapan kepada Sang Pencipta supaya ia diberikan kebahagiaan dan kesuksesan dalam setiap langkahnya. Karena keberhasilannya adalah sebuah harapan yang selalu disemogakan. Titik. 

******

Sebuah kontemplasi diri, tidak bermaksud mempertanyakan maksud Tuhan dibalik semua cerita ini, namun sisi manusiawi-nyapun bertanya². Ada dua manusia yang hadir di kehidupan yang memiliki kesamaan yakni sama² excited, selalu ngebanggain di depan orang², selalu happy ketika bersama, selalu ceria ketika berbagi tawa,menjadi best patner bertukar semangat namun sama² tidak tertakdir bersama. Terlepas dari rasa tanya ini, semoga Allah memampukan dan memberikan ridhoNya dalam setiap langkah yang dijalani. 



Seni menghargai orang

Nyesek juga ya dengerin orang cerita dimana sahabatnya mulai ngejauhin temenku ini. Sambil nangis² dya bercerita bahwa saat ini sahabatnya yang selalu ada buatnya sudah berubah dan membatasi komunikasi, walo hubungannya masih baik. Chat masih fast respon, telpon masih diangkat, ngobrol masih asik, namun ada yang berbeda, katanya. Dari ceritanya, kita dapat belajar supaya tidak telat menghargai orang yang selalu ada buat kita, so koreksi diri! 

**********

Kita adalah jenis makhluk Tuhan yang sangat sibuk. Sibuk kerja, organisasi, ghibah, scroll tiktok, bahkan sibuk untuk beristirahat alias tidor. Nah, diantara sejumlah kesibukan itu, kita pasti ada konflik, masalah, bahkan drama yang kadang kala membutuhkan orang lain untuk sharing. 

Paham sih, ga smua orang akan ada untuk kita dan mau menanggapi drama hidup kita ini. Yaps, syukuri aja dah jika kamu sudah punya orang itu di hidupmu. Yakali kamu mau sia²in gitu aja. Rugi kamunya tauuu.. 

Hanya saja manusia itu egonya tinggi, mentang mentang udah punya temen yang selalu nanggapi drama hidupnya lantas seenaknya aje memperlakukan orang tersebut. "Ah gpp, dya baik kok chatnya ga aku balas, ah santai aja toh dya paham aku kok, dan ah gpp yang ke seribu kalinya".

Loh ente siape? Ngerasa karna udah punya orang yang selalu mau dicurhatin segala drama hidupmu lantas kamu seenaknya aja ya? Wah² kamu lagi percobaan bun*uh diri ya? Manusia itu ga ada yang seselo itu kali. Jika dya ada buatmu selama ini ya karna dya memang baik tapi bukan berarti bisa kamu perlakukan seenaknya. 

Kebiasaanmu adalah chat panjang x lebar JIKA lagi ada masalah, dibalaslah dengan segala solusi dan jalan keluarnya, REPEAT 1000x. Namun kamu terlena dengan kebaikannya dan "mengusir" dya dari hidupmu melalui banyak cara yang kamu ga sadari. Saat dya pingin curhat balik, kamu sibook mainan HP. Yakali dya lagi seru curhat, kamu senyam-senyum sendiri sambil liatin HP, REPEAT. Belum lagi jika kamu lagi ga mood, balas pesan bisa ganti hari dengan alasan ini itu, REPEAT. 

Mungkin lawan chatmu masih stay ada untukmu, tapi lagi² dy manusia biasa lho yang punya segala keterbatasan. Jika dya manusia bijak, dya justru akan pelan² mengurangi intensitas komunikasi denganmu. Kenapa? Dya mencintai dirinya sendiri, dya menghargai dirinya sendiri, dan dya merasa sudah tidak diperlukan lagi. Orang bijak ini masih berusaha menjalin hubungan baik denganmu tapi tidak lebih dari hubungan baik. Keep semua cerita yang pernah ia dengar tentangmu dan balik kanan. 

Hahahaha siapa yang rugi kalo di situasi seperti itu? Ya kamu lah, mosok dya? Sederhana tapi sering manusia lupakan yakni menghargai orang lain saat bersama kita. Kalo kamu sedang ada di posisi ini maka hal yang harus kamu evaluasi adalah ego dirimu. Apakah aku egois curhat kalo butuh saja? Apakah aku selalu merepotkan dya tanpa memikirkan keadaan dya? Dst. 

Nasi sudah jadi bubur, ambil pelajarannya saja! Next jika kamu punya teman baru, jangan perlakukan dya seperti ini. Jangan selalu ingin dimengerti, dan jangan selalu seenaknya. Orang lain punya kesibukan, punya masalah, punya beban hidup yang bisa jadi berlipat² darimu. Nah jika manusia tersebut masih menyisihkan waktu untuk mendengarkan segala dramamu, harusnya kamu syukuri. Harusnya sih!!! 

*********

Hah capek juga ya ada di situasi temannya itu. Intinya hargai siapapun yang sudah ada buat kita sebelum semuanya berubah. Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita, pun sama kebahagiaan kitalah yang harus kita utamakan. Orang lain akan selalu menjadi orang lain so biasa saja dalam berkawan, sewajarnya saja supaya tidak ada beban yang membebani satu pihak. Dan mari belajar tanggung jawab atas hidup kita, telan saja semua pil pait yang ada, sesekali ingin muntah gpp namun jangan korbankan orang lain untuk menanggung hal tidak mengenakkan tersebut. Mari sayangi diri setinggi mungkin hingga tidak ada yang bisa menjatuhkan diri kita. Love self more please, so important! 


Korban dari kebaikan diri sendiri

Wah hidup ini sungguh amazing ya, ada aja cerita dan kisah yang harus terjadi dan menghampiri di kala hidup sedang damai²nya. Ya menjadi korban dari kebaikan diri sendiri. Senjata makan tuan, tapi konteksnya adalah dalam hal baik bukan jahat. 

Ternyata oh ternyata kita itu tidak boleh terlalu baik sama orang. Dulu mikirnya, kalo mau baik ya baik aja, ga usah mikir². Eng ing Eng, siapa yang pernah jadi korbannya? Awalnya menganggap selalu ada buat orang lain adalah bagian dari sebuah pertemanan bahkan boleh dibilang balasan dari kebaikan yang sudah ia berikan. Nyatanya wadidaw.. 

Plis berbuat baik sewajarnya saja, stop selalu ada buat orang lain. Jika kamu bertemu dengan orang yang tepat maka selalu adamu akan membahagiakan. Namun jika bertemu dengan orang yang kurang tepat, jatuhnya kamu makan ati sendiri. Memang manusia tidak ada yang sempurna, termasuk kita dan mereka semuanya. Cuma kalo mentalmu dipertaruhkan hanya karna kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri apa masih mau dilanjutkan? 

Batasan diri itu penting buat siapapun dalam kondisi apapun, supaya apa? Supaya kita dihargai. Bukan berarti jika orang itu baik dan selalu ada lantas seenaknya saja diperlakukan. Datang dengan dramanya -- dikasih solusi -- balik lagi ke orang yang buat drama-- kembali berdrama-- minta solusi-- REPEAT until the end. 

Atas nama menjaga hubungan yang sudah terjalin baik, apakah iya kamu mau jika menjadi wadah sampah emosi begitu lamanya? Sepertinya inget nomermu kalo ada masalah deh, so jangan GR kalo kamu dichat oleh temenmu terus menerus. Bisa jadi dya ga punya temen sebaik kamu, makanya dya kalo ada apa² larinya ke kamu. Waktu dan tenagamu tersita sekali pastinya untuk meladeni segala macam dramanya. 

Belum lagi kalo kami harus terseret dalam drama yang berlawanan dengan logikamu, pikiranmu, akal sehatmu, bahkan value hidupmu. Yang ada hanya bentrok dengan diri sendiri. Yang kalah siapa? Mental dan psikis yang kelelahan dan dipertaruhkan? Dya? Oh dya baik² saja, happy² saja, bahkan saking happy-nya pas ga butuh kamu, chatmu pun bisa jadi ga lagi penting. Jadi jangan sakit hati, jika chatmu ga di balas karna dya lagi ga butuh kamu. 

Nah, jika demikian yang terjadi maka dya sama dengan sedang membukakan pintu untukmu keluar dari hidupnya. Plis pintar dikit ya, dya sudah tidak butuh kamu. Jika pintu terbuka lebar, yuuk segeralah keluar dan tutup rapat reset bounderiesmu. Hargai dirimu lebih dong, sayangi mentalmu sebanyak² nya. Jika kamu ketemu dengan orang yang tepat, maka kebaikanmu pasti akan dihargai, tidak disepelekan. Yakali mau terus²an diperlakukan seperti ini. 

Yuk ambil sikap, kamu berharga jika kamu mampu menghargai dirimu sendiri. Sudah cukup yang kemarin², tutup buku ceritanya, fokus sama kebahagiaan diri sendiri, dan maafkanlah dirimu sendiri karena sudah terlalu abai dan malah ngutamain kebahagiaan orang lain. Gimana rasanya? Nggonduk to.. Hihi selamat yaa.. 

Tak ada yang kebetulan di muka bumi ini, termasuk setiap kejadian yang menyapamu. Terimalah dan ambil pelajaran sebanyak²nya. Satu diantaranya bersikaplah sewajarnya sama orang lain, titik. Jika kamu masih ngeyel dan mengatasnamakan "dulu dya tidak seperti ini kok". Heeeey jemuran kering, kamu itu hanya belum mengenal dya, yang kamu tau hanya sekilas saja. Aslinya dya ya seperti ini kok. Paham sampai sini? Paham dong masak enggak paham sih. 

Reset your bounderies, tetep jadi orang baik yang tau batas dan kadar baik untuk orang lain, sayangi diri sendiri melebih siapapun, penderitaan orang lain bukan tanggung jawab kita, hempas orang² yang hadir hanya membuat kita penat dan lelah. Wes gedhe, kudune iso mikir ndi konco sing apik, ndi konco sing ketoke apik. Rasah sumelang, ijeh okeh konco sing tepat nggo koe. All is well. 

Reset your bounderies

Setiap orang itu punya sampah, dan kita harus bisa mengeluarkan sampah itu supaya hidup lebih lega dan ringan. Permasalahannya banyak orang yang ga sadar atau memang ga mau sadar hobinya nyampah di hidupnya orang lain. Curhat, cerita, nyari validasi, dan sejenis aktivitas untuk memuaskan egonya. 

Muak gasih ndengerin orang pamer beli ini itu tapi utangnya dimana². Pinjemannya ada di setiap lembaga penyimpanan uang. Diperparah dengan kelakuannya yang hobi memalsukan laporan keuangan. Parah emang tapi manusia lain ga bisa ngatasi, nasihat dan teguran udah ga mempan, udahlah kita serahin sama Allah SWT aja. 

Capek gasih jika tiap hari harus mendengarkan orang update tentang pencapaian hidupnya. Jumlah uangnya, mobil barunya, gadget barunya, perhiasan mewahnya, dan jenis pencapaian lainnya yang orang lain itu juga bisa memilikinya lho. Seolah hidupnya paling wow, paling keren sehingga kisahnya harus di dengar dan diapresiasi. 

Gile ga sih, bertahun² jadi selingkuhan tapi sekarang ngerasa jadi korban karna ngerasa hanya dimanfaatkan? Lah selama ini kemana bang? Apakabar perasaan pasangan selingkuhan selama ini? Apa kamu pernah berpikir dan menukar posisi, jika kamu menjadi pasangannya selingkuhanmu? Udah lah bang akui saja, kamu hanya denial dan mencari cara untuk membenarkan perbuatanmu sehingga kamu ga ngerasa salah² amat kan. 

Tega gasih, kamu yang nangis² curhat dengan segala kisah dramamu, tapi di situasi yang lain kamu suka nyuekin temenmu yang mana selalu ada buatmu ketika kamu down. Ya nyuekin ketika dya curhat, tapi kamu malah asik mainan HP sambil senyum² kayak kuda. Mana ceritanya lagi seru²nya, kan aneh tiba² lagi curhat menggebu² trus kicep diem. Yaudeh bablasin aja curhatnya walo ujungnya kamunya tep chatingan sama orang lain yang mungkin kalo kamu ga balas chat dya, dya masuk IGD. 

Sejatinya kita tidak tercipta untuk menjadi menenang hidup orang lain. Biarkan sejak mereka belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri. Hidup ini ada hukumnya, jika tidak ditemui di dunia ya besuk di akhirat. So simpel. Jika hidup kita direcoki orang² maka tanya pada dirimu, mau sampai kapan? apakah masih kuat bertahan? Jika sudah tidak bisa bertahan ya udah lepasin orang² yang tidak sejalan dengan pikiran kita. 

Reset your bounderies untuk menciptakan harmoni di hidupmu. Jangan sampai toxic² itu mempengaruhi hari²mu. Berkawanlah sewajarnya,  sebatas profesional ataupun sebatas hubungan baik. Tolong hargai dirimu sendiri sehingga mampu memilih dan memilah orang yang layak kamu jadikan teman. Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama. Stop selalu ada buat orang lain. 

Jadi ketika kamu sudah tidak dihargai maka mundur, ga usah berkedok dya orang baik. Okelah dya baik tapi perlu diingat dya bukan teman yang baik untukmu. Orang baik tidak selalu tegak lurus dengan teman baik. So, hargai diriku sendiri setinggi² mungkin hingga kamu tidak akan gentar jika kehilangan orang yang tidak pernah cukup menghargai effort dan kebaikanmu. 

Ambil resiko, jangan tumpahkan ke orang lain

Bagaimana perasaanmu jika ternyata kamulah penyebab temenmu membutuhkan konsul ke psikolog? Bagaimana perasaanmu, jika nyatanya pembuangan emosimu ke temenmu itu menyebabkan ia kelelahan? Bagaimana perasaanmu jika egoismu selama ini sudah offside? 

Menjadi orang dewasa se-dewasa usia yang dimiliki itu tidak semua orang bisa. Tidak sedikit orang dewasa yang terjebak dalam jiwa anak kecil yang maunya dingertiin terus. Jiwa yang ga mau tau, yang penting apa yang ia inginkan bisa terpenuhi. Jiwa yang inginnya pusat rotasi bumi ada di hidupnya. Jiwa yang penuh dengan keegoisan dengan tagline kamu harus mendengarkan update hidupku. Ah mana bisa itu terjadi ges. 

Kebayang ga sih, kita dengan PD nya merasa bahwa kita adalah orang sepenting itu sehingga semua kisah kita harus didengar dan direspon. Sedangkan orang yang kita paksa untuk mendengarkan drama kehidupan itu hidupnya jauuuh lebih strugle. Apa ga malu? Apa ga dholim? Apa setega itu sudah menyita seluruh energinya untuk mendengarkan cerita yang baginya mungkin tidak ada bandingannya dengan perjuangan yang sedang dia alami bahkan cerita yang bukan urusannya. 

Di sudut yang lain, pernahkah terpikirkan bahwa nyatanya cerita kita menjadi beban orang lain. Cerita drama yang ga akan ada habisnya. Cerita karna kesalahan yang dilakukan dengan penuh kesadaran. Cerita yang menjenuhkan. Cerita yang harusnya ditelan sendiri sebagai bentuk konsekuensi, dan cerita yang seharusnya tidak ditumpahkan ke orang lain. Mungkin akan ada pertanyaan, lha kalo ga mau dengerin cerita ya udah skip aja, cut off dan selesai. Benar sekali hanya saja tidak selalu kondisi se-simple dan semudah itu. 

Ada kondisi dimana orang dengan lumuran tumpahan curhat orang lain tidak dapat cut off karena pertimbangan saudara, tetangga, maupun profesional pekerjaan. Ga sebanding kan ketika kita harus pindah rumah, pindah KK atau pindah kerjaan hanya karena ingin menghindari orang tersebut. Lagi² banyak layer yang harus dipertimbangkan dan benar tidak-lah sesederhana cut off--blokir. 

Ujungnya jika cerita bertahun² itu akan membebani dan final chapternya adalah kelelahan yang berdampak terhadap psikologis. Entah low energi, badmood, emosian, ataupun reaksi lainnya. Jika sudah ada dalam kondisi ini, maka segeralah konsultasi ke psikolog untuk menetralkan perasaan. Setidaknya perasaan, pikiran, dan mood diri bisa lebih stabil dan lebih tenang. Ceritakan apa yang sedang dialami dan mintalah masukan supaya kembali tenang dan mampu menghadapi situasi yang sudah tidak sehat ini. Psikolog pun akan memberi gambaran langkah apa yang bisa dilakukan untuk menjembatani permasalahan, memvalidasi keputusanmu, hingga memberikan sudut pandang baru bahwa kamu ga harus bertanggung jawab atas hidupnya. 

Benar, kita tidak didesain untuk bertanggung jawab atas hidup orang lain. Bahagia dan duka orang lain bukan tanggung jawab kita. Pun sama kita boleh dan memiliki hak untuk skip cerita apapun dari orang lain. Kita boleh sekali bilang kalo tidak mau mendengarkan ceritanya, akan berbeda ya jika kita sudah terang²an bilang seperti itu tapi ia tetep bercerita dan mengaburkan pemahaman dya kalo orang yang diajak curhat sudah muak. 

Terlihat sederhana ya, hanya mendengarkan curhat orang lain ternyata bisa berujung membutuhkan profesional di bidang psikologi. Lagi² kasusnya yang bagaiman dulu kan ya, kalo sama² bisa buang sampah mah oke² aja. Nah yang berbahaya dan harus dihindari adalah menceritakan drama kehidupan yang ia buat sendiri dengan penuh kesadaran dan orang lain dipaksa masuk dalam drama tersebut. 

Yuk selagi masih dikasih nafas, kurangi membebani orang lain dengan cerita yang tidak sepenting itu bagi orang lain. Boleh sekali curhat asal tau diri dan tau waktu. Jadilah orang yang bijak dan dewasa. Ambillah semua konsekuensi dari apa yang sudah kamu lakukan. Belajar gentle untuk siap menghadapi semua resiko yang kemungkinan terjadi. Serta jadilah bijaksana untuk mampu menghargai orang lain sebagaimana kamu ingin dihargai. 

Lihatlah dari kejauhan bak bintang kecil di langit

Di tengah gelombang yang sungguh luwar biasa ini, ada cobaan yang tidak perlu kita cobain. Apakah itu? ya menjadi benalu di rumah tangga orang lain. Kehidupan orang dewasa memang seseru itu, jika kita tidak kuat iman, tekad, dan prinsip maka kita akan menjadi besti syaitonirrojim karena berhasil "merusak" rumah tangga orang lain. Tipu daya setan itu sungguh cerdik, manusia yang tidak kuat prinsip, iman, dan pendirian akan mudah goyah ketika setan berbisik bahwa pasangan yang ada di rumah banyak kurangnya setelah melihat ada lawan jenis yang kita ketemui terlihat lebih menarik. Setan memiliki misi bagaimana caranya rumah tangga yang sudah terbina berantakan dengan cara menghasut pikiran untuk membandingkan apa yang sudah dimiliki di rumah dengan fatamorgana (orang baru) yang belum dimiliki.

Seribu satu cara setan untuk menghasut pikiran dan logika sehingga apa yang ada di rumah itu terasa buruk, jelek, dan tidak menggairahan lagi. Bahasa singkatnya, "aku salah milih, dan harusnya aku sama dya (orang baru)". Jika kita sudah ada di fase itu maka 1-0, ya setan 1 kita 0. Tidak ada manusia yang sempurna gaes, jika dulu waktu kamu miskin dan jelek, pasanganmu sangat menerima dan mencintaimu maka alasan apa yang bisa kamu persiapkan untuk berpaling darinya?  Ia yang menerima kamu dari kondisi minus itu akan kamu tinggalkan hanya karena kamu merasa salah pilih atau ada yang lebih tepat dari pasangan? bahkan ada rasa menyesal karena sudah menikah dan memilih dya menjadi pasangan? Jangan gitu ya, bagaimanapun pasanganmu= pilihanmu= rejekimu.

Jika kita jadi orang baru  di hidupnya-pun juga harus sadar diri bahwa tidak boleh melanggar batasan. Meskipun dya adalah 1000% type kita, bangga terhadap kita, ceria bersama kita, dan sejenisnya namun itu hal salah jika dilanggar. Memang dalam hidup itu banyak plotwist yang kadang membuat menganga. Ada banyak cara syaitan untuk membuyarkan fokus rumah tangga dengan angan kosong terhadap orang baru. Mari raih kebahagiaan dengan cara yang baik, tidak merebut apa yang sudah dimiliki oleh orang lain sebelumnya. Misal nih, perasaan itu sangat kuat maka telan saja sendirian. Tak perlu kamu tunjukkan rasa yang bergemuruh dalam dadamu. Kontrol dirimu supaya tidak ada fitnah. Kuasailah pikiranmu supaya nalar dan sadar. Jadilah bintang di langit, yang sinarnya hanya dapat dilihat dari kejauhan. 

Jika rasa itu hadir di keduanya maka biarkan rasa itu terpatri di lubuk hati masing-masing. Tak perlu ada komunikasi dan tak butuh konfirmasi. Lihatlah ia dari kejauhan, tanpa harus lalu lalang di kehidupannya. Cukup kenang semua hal indah tanpa harus muncul hasrat untuk memilikinya. Takdir terbaik akan selalu menemukan jalannya, pun sama jika kenyataannya tidak ada jalan maka ini bukan jalan untuk bersama, namun jalan untuk menyadarkan bahwa ada orang yang selalu menjagamu dari kejauhan tanpa mengganggumu.

 Hidup orang dewasa selegowo ini dalam menjalani takdir. Harapannya semuanya akan lebih tenang dan nyaman. Tidak ada rasa memaksa takdir untuk selalu berpihak pada kita, yang harusnya dilakukan adalah melangitkan doa semoga semua hal baik selalu membersamai kita dimanpun berada. Termasuk orag-orang yang sudah ada buat diri kita. 

Reset diri

Ketika masalah sulit terurai dan menjadi beban berat yang membuat lelah diri sendiri maka mengadu ke psikolog adalah pilihan bijak. Kita boleh curhat sama temen, tapi jangan egois ya, alih² dy good listener kitanya egois ga tau waktu, ga tau diri bahkan lebih ke ga peduli lawan bicara sedang kelelahan. Plis jadilah teman yang tidak menyusahkan ya.. 

Ada beberapa hal menarik yang disampaikan psikolog malam itu, diantaranya:

Setiap orang punya sampah emosi

Ketika temanmu cerita bertahun² dengan cerita yang sama, susah dinasehati, dan berlawanan dengan logika maka yang ada hanyalah kelelahan. Kita pribadi punya sampah emosi, pun sama dengan teman kita. Akan beda lagi, kalo temen kita juga mampu imbang, menampung sampah emosi kita. Namun jika yang terjadi sebaliknya dya hanya nyampah dan tidak fair alias tidak imbang maka yang ada capek sendirian, lelah, dan muak. 

Hidup dya bukan tanggung jawab kita

Sebagai teman yang baik kita pasti tergerak hati untuk menasehati dengan segala macam cara untuk menyadarkan teman kita untuk segera mengakhiri dari hubungan yang tidak sehat. Bukan bermaksud untuk ikut campur cuma secara logika aja hubungan itu salah dan fatal. Namun segala cara dan upaya berujung zero hingga yang ada kitanya perang batin dan logika. Secapek itu karna kitanya jadi lelah, ga ketemu orang itu aja kita lelah apalagi kalo ketemu. Ia yang selalu bangga dengan update-an kisahnya sedangkan bagi kita enggak banget alias iyuh.  Repeat dan kita jadi kelelahan. Ga enak sekali posisi ini karna ini bukan urusan kita tapi masuk ke pikiran kita. Ada orang yang jika dijadikan tempat cerita itu mendengarkan seksama dan berempati, namun kali ini tidak tepat karna salah orang. Sekali lagi, ketika kita sudah menasehati dari kode, cara halus, setengah halus, sarkas hingga keras tapi ybs masih aja bercerita fix lepaskan. Tugas kita sudah selesai. Biarkan ia bertanggung jawab dengan pilihannya. 

Pertemanan yang sudah tidak sehat

Ketika dulu ia yang kita kenal adalah orang baik, namun diperjalanan kok banyak hal yang baru kita ketahui maka sadarilah kita hanya belum kenal. Aslinya orang itu ya seperti saat ini. Dulu baru mengenal luarannya, sekarang udah tau aslinya. Kata psikolog, pertemanan yang sehat itu ketika mampu saling menghargai. Namun ketika kita sudah bilang capek ga mau denger curhatnya namun dya masih melanggar maka itu sudah masuk kategori pertemanan yang sudah tidak sehat. Apalagi, ada indikasi ia datang hanya karena butuh, ia tau kita orang yang selalu ada buatnya maka ia semaunya datang dan pergi. Plis pertimbangkan masak² apakah yakin akan bisa bertahan dengan tipe teman seperti itu? 

Utamakan kesehatan mental

Ketika kita sudah sadar dan paham bahwa pertemanan sudah tidak sehat, tidak seimbang, dan hanya menjadi beban maka ambil keputusan dan bertanggungjawablah dengan segala konsekuensinya. Mari setting awal, jadilah temna yang baik, ya sebatas baik saja tidak perlu selalu ada. Nyatanya tidak semua orang pantas buat kita kasih kebaikan dan waktu kita. Jadi ketika kita sudah kelelahan menghadapi kelakuan teman kita maka utamakan kesehatan mental. Jangan sampai kita hancur sendiri. Biarkanlah mereka bertanggung jawab dengan hidup mereka. Sudah waktunya kita memikirkan hidup kita dan menyeleksi lagi siapa yang memang pantas mendapatkan waktu, tenaga, dan pikiran kita. 

Mari lebih mencintai diri sendiri, sudah waktunya mengutamakan diri sendiri, dan sudah seharusnya fokus terhadap diri sendiri. Jangan gantungkan apapun kepada orang lain karena berujung kekecewaan, gantungkanlah doa sebauanyak apapun padaNya, kelak satu per satu akan diijabah olehNya diwaktu tertepat dan terbaikNya. Semangat..

Jangan denial, selingkuh itu penuh kesadaran

Selingkuh itu adalah perbuatan yang dilakukan atas kesadaran oleh kedua belah pihak. Jika suatu ketika satu pihak ujungnya merasa selama ini dimanfaatkan, menjadi pelampiasan, dan sejenisnya lantas apakabar perasaan pasangangannya dulu ketika mereka sedang happy dan dimabuk virus selingkuh? 

Ga adil jika menjadi playing victim, nyatanya selama virus pink meraja lela, happy² aja kan malah logika disembunyikan apalagi tak ada rasa empati dengan pasangan dari selingkuhannya. Ga lucu jika sekarang teriak² sakit hati dan merasa jadi korban. 

Jika kedua belah pihak tidak mau maka perselingkuhan tidak akan tercapai. Proses jadi selingkuhan itu panjang, tidak hanya sebatas love at first sight, namun ada rasa perang batin karena telah menghianati pasangan pasangannya, dll. Coba renungkan. Benar setiap orang pernah salah dan pasti melakukan kesalahan, hanya saja poin utama dari tulisan ini, selingkuh itu perbuatan yang dilakukan secara sadar. Stop denial dan menjadi playing victim. 

Harusnya sebelum semua terjadi, dampak resiko itu perlu dikaji dan dijadikan rem, terlebih jika sudah ada ikatan pernikahan. Ada yang bilang kalo perselingkuhan itu ga ada obat, dan faktanya memang benar adanya. Akan ada rasa menantang diri untuk bisa menaklukkan ini dan itu. Silahkan saja, cuma jangan jadi playing victim. Ga ada juga kan yang nyuruh jadi selingkuhan? Kok sekarang heboh merasa korban? 

Self reminder untuk tidak mudah tergoda dengan pasangan orang lain, sekalipun 1000% itu tipe kita. Meskipun terlihat ia sangat antusias dengan kita, pun tak akan selalu sama ketika kita jadi pasangannya. So, hidup is hidup. Stop denial dan hanyut dalam fatamorgana pasangan orang lain. Ia yang terlihat menawan tidak sepenuhnya akan sama ketika ia menjadi milik kita. Pikirkan masak² apa benefit memilih ia jadi selingkuhan kita. Plis, jangan gegabah dengan fantasi pikiran yang kita buat sendiri. 

Yuk kendalikan diri, supaya kita mampu kuat menghadapi cobaan yang ga perlu kita cobain. Mari makan dari piring kita sendiri, bukan mengambil lauk dari piring orang lain. Yuk normalisasi tinggalkan orang yang problematik yang hanya akan membuat kita repot dan ribet. Semoga kita selalu beruntung termasuk dalam hal jodoh, diberikan rasa selalu merasa cukup dengan 1 pasangan yang sudah dipilih olehNya. Aamiin.. 

Stop, jadi people pleasee

Jangan berkedok kamu mau jadi orang bermanfaat lantas kamu mengorbankan diri sendiri. Yuk cung siapa yang pernah kayak gini? Aku aku aku aku.... 

Jadi people pleaser dan menormalisasi yang penting bermanfaat bagi orang lain tapi diri dya hancur maka plis kaji ulang deh konsep pemikirannya. Kalo jatuhnya seperti lilin yang menerangi pekatnya malam bagaimana? 

Yakali mau jadi lilin sepanjang hidup orang lain, yang ada kita tidak pintar dan kita dimanfaatkan. Berbuat baik itu harus tapi ga juga konsepnya selalu ada. Hasil survey membuktikan  bahwa orang yang selalu ada di hidup orang lain itu mayoritas kecewa. Kecewa sama xpekstasinya sendiri dengan harapan kalau dya lagi kesusahan dya akan dibantu, atau kecewa karna orang lain ga setulus itu ke kita. Ya karna kita bisa dimanfaatkan aja makanya dya baik sama kita. 

Agak sulit rasanya keluar dari zona itu, namun kalo kamu bingung bagaiamana caranya keluar dari zona toxic tersebut, maka satu-satunya cara adalah jalani sampai kamu capek, sampai kamu lelah, sampai kamu merasa tak dihargai, dan sampai kamu merasa oh sebod*h ini aku. 

Keadaan ini menyakitkan  namun harus segera diakhiri sebelum psikis kita terganggu. Think smart plis,.. 

Tolonglah ia yang membutuhkan 

Bantulah ia yang lemah

Sayangilah ia yang tersisih

Kuatkanlah ia yang lemah

Dan lakukan semuanya sewajarnya. 


Kehilangan teman yang datang hanya di kala butuh, dan dya tau persis kita selalu ada untuknya adalah harta terindah ges. Awalnya mungkin agak berbeda situasinya karena sudah terbiasa komunikasi tapi percayalah setelah itu berlalu, kamu akan merasakan kelegaan yang luar biasa bahwa kamu sudah terhindar dan diselamatkan oleh Allah dari orang yang datang karna tau kita pasti ada untuknya. 

Yang sudah biarlah jadi pelajaran, selanjutnya jadilah manusia pintar yang paham kapan on dan off. Jadilah manusia bijaksana yang mampu tegas kepada orang lain. Sejatinya hidup adalah perjalanan yang harus dijalani dan disyukuri. Walo menyebalkan tapi pengalaman menjadi people pleaser patut disyukuri, setidaknya kamu berproses menjadi orang dewasa yang punya sikap dan mampu menyayangi diri sendiri. 


Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger