Entradas populares

Alasan cabut dari circle toxic

Manusia pada dasarnya ingin dihargai, bukan berarti ingin dipuja. Disadari atau tidak itu sebuah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, jika tidak maka akan timbul rasa kurang nyaman dan sejenisnya. 

Pernahkah kalian berada dalam posisi dimana lingkunganmu anti apresiasi? Haram menghargai, bahkan tidak mengenal rasa Terima kasih. Sedangkan hal² tersebut adalah hal dasar yang bikin hubungan manusia bisa lebih harmonis. 

Kamu berprestasi tapi membuat mereka iri, kamu unggul namun membuat mereka terpukul, kamu bercahaya namun membuat mereka cedera, bahkan kamu menarik membuat mereka tercabik².

Adakalanya, orang lain sengaja mematikan sinarmu, menghentikan langkahmu, menjauhkanmu dari berbagai macam potensi,  bahkan tindakan gilanya adalah menyebar fitnah keji supaya kamu dibenci. 

Fenomena ini sungguh menyakitkan jika benar² terjadi, namun ingat bahwa semua di luar kendali. Manusia hanya bisa do the best but tidak semua hal terjadi dapat ia kendalikan. 

Rasa sakit itu wajar, muak menjadi hal lumrah, dan ingin rasanya tidak Terima adalah hal yang sangat manusiawi. Jika kita tidak mampu mengelola reaksi dari sakit hati ini maka yang ada kita menjadi orang yang hidupnya tidak tenang dan merasa seumur hidup penuh dendam. 

Kita dapat memilih berdamai dengan keadaan dan mencari tempat dimana kita lebih dihargai. Mengganti teman, circle, bahkan menghilang dari people toxic adalah bentuk penghargaan kepada diri kita. Bukti cinta kita terhadap hidup kita. Kita berhak untuk mementingkan kesehatan lahir batin kita, sekali lagi mementingkan diri kita. 



Bersikaplah dewasa, jangan kaku

Jangan-lah risau, aku baik-baik saja,

Cukuplah kita bersikap dewasa atas apa yang menjadi kehendak semesta,

Belajar menerima segala takdir dengan tangan terbuka, 

Memberikan hati dan langkah kita semakin legawa.


Aku dan kamu tidak bisa menjadi kita, 

Bukan berarti akhir dunia, 

Ingat, hidup tidak tentang kita, 

Namun tentang siapa yang mampu menerima perannya. 


Masih ingat bagaimana sorot matamu, 

Masih melekat bagaimana cerianya dirimu, 

Bahkan masih terngiang bagaimana renyahnya tawamu, 

Tapi yang disisimu bukan lagi aku. 


Dunia ku akan terus berjalan, 

Walo kita tidak bisa beriringan, 

Sedih beserta tanda tanya-nya sudah aku lepaskan, 

Demi ketenangan di masa depan. 


Genggamlah tangan dan hatinya, 

Yang sudah menjadikanmu dunianya, 

Buang dan tutup semua angan² masa muda, 

Cukup jalani dan nikmati hidupmu dengannya. 


Lantas bagaimana kamu?, tanyamu, 

Aku? Aku akan melanjutkan hidupku, 

Bagian hidup yang sudah menjadi jalan takdir perjalananku, 

Tak perlu risau, kau dengannya dan aku dengan segala takdir terbaikku. 


Sederhana hal yang membahagiakanku, 

Cukup bersikaplah dewasa, jangan kaku, 

Aku menghargai hidupmu, pun sama kamu menghargai proses ku, 

Do'akan saja, kelak aku menemukan penyempurna jiwaku, meskipun itu bukan kamu. 


Lega bisa cut off kamu

Syukur tak terhingga ketika finally kita bisa cut off orang terdekat yang problematik. Ya, segala toleransi sudah tidak lagi bisa menahan gemuruh di dada dan muaranya mengembalikan semua kepada Allah. Meminta jalan terbaik kepada Allah atas kekacauan mental yang beberapa tahun ini mencoba disembunyikan atas nama ga enak e. 

Cukup Allah Maha penyembuh dan Maha pemberi solusi terbaik. Pinta dalam doa semoga banyak jalan untuk dapat mengurai hubungan yang sudah sangat toxic ini. Dan benar ketika kita sudah pasrah sama Allah dengan segala daya upaya-nya, Allah lah yang menurunkan ribuan solusi yang bikin takjub dan ga pernah disangka bentuknya. 

Rasanya ada space 80% di waktu, memori, tenaga maupun emosi yang terbebaskan. So, dengan kata lain orang tersebut so toxic kan ya? Ambil pelajarannya ya, jadilah lebih bijak dan dewasa dalam berhubungan dengan orang lain, entah pertemanan, asmara, bertetangga maupun bermasyarakat. 

Jika dari awal gelagatnya kok orang ini hanya memanfaatkan ya, yuk sesegera mungkin ambil sikap. Sudahi denial dan ribuan prasangka baik yang sebenarnya kamu sedang perang dengan hati kecilmu. Ya dya bukan orang baik tapi kamu mempertahankan hanya karena ga enakan. 

Sayangi dirimu lebih, stop memikirkan urusan orang lain, dan fokuslah pada goals hidupmu. Dya bahkan mereka hanyalah orang lain yang akan tetap jadi orang lain di hidupmu. So, biasa aja dalam berhubungan dengan orang lain. Perkuat saja hubungan dengan TuhanMu yang Maha segalanya, bukan malah sebaliknya. 

*self reminder

Sadarkan diri dan ambillah sikap

Memilih fokus sama diri sendiri dan lebih menghargai diri sendiri adalah langkah dewasa dan bijak setelah sekian lamanya kamu terjebak di zona tidak enakan. Walau prosesnya tidak simpel nyatanya keberhasilan tersebut memberikan dampak yang luar biasa. Tidak lagi peduli dengan drama orang lain, tidak lagi punya kewajiban untuk mendengarkan segala curhat yang bikin muak, dan yang jelas justru punya waktu luang untuk diri sendiri. 

Orang lain is orang lain dengan segala egoisnya. Mau ngelak? Manusia itu egois dan penuh taktik di hidupnya, bedanya ada yang tau diri dan tidak aja. Kadarnya saja yang berbeda. Jika kamu ketemu yang ga tau diri ya kamu bakal dimanfaatkan sejauh kamu menguntungkan dya, sebaliknya ga bermanfaat atau ga ada di pihaknya maka boro²  chat di balas ya. Ingat, ini real fact. 

Orang yang ngejauhi teman baiknya itu banyak faktornya, satu diantaranya karena pemaklumannya sudah ada limit. Setelah sekian panjang perjalanan, selalu ada pemakluman dan kesabaran. Namun lagi² kalo harus maklumin hal² konyol sepanjang waktu maka tidak akan ada orang yang siap. Orang yang sudah mati rasa itu serem, dya ga akan peduli apapun dengan hidup orang yang dituju sekalipun dulu pernah akrab. 

Hidup itu saling berganti peran, prinsipnya. Tapi kalo hanya satu sisi dan tidak mau ganti peran ya paet. Maunya dingertiin terus menerus, maunya didengar selalu, maunya direspon baik, dst. Ya kalo cuma maunya begitu tapi ga mau gantian memahami, empati, peduli, dll ya semua akan menghilang dan pergi di waktu terbaiknya. 

Gila aja menurutku cerita temen kemarin, dya happy banget karena 80% permasalahan dya nyatanya karena interaksi dengan temannya. Ya satu orang membawa beban berat mentalnya ternyata. Setelah bener² cut off nyatanya hidupnya lebih enteng, ceria, free, menyenangkan, lega, tidak obt, dll. Wooow seperngaruh itu ternyata berkawan dengan orang lain tu. 

Dalam obrolan ada sebuah statement yang intinya, "ga se-happy gimana jika aku sudah bebas menjadi tempat sampah, bebas dari drama kolosalnya, berhenti di prank terus menerus, dan yang jelas aku sudah tidak obt karena kisah tidak masuk akalnya". Jika ditarik ke ranah pertemanan, inti dari semua ini adalah pandailah dalam memilih teman. Pastikan dulu dya seperti apa dan bagaimana. Tak lupa biasa aja dalam berteman, tidak perlu berlebihan bahkan terjebak dalam zona tidak enakan. Hussssst... 

Kadang orang memilih pergi itu karena sudah tidak dihargai. Segala bentuk curhat mungkin dya masih bisa menampung walo dengan muaknya, namun jika sudah tidak dihargai? Mana ada yang sanggup. Definisi menghargai disini meliputi kalo diajak ngobrol ga malah asyik chat sama orang lain sambil ketawa². Gila aja kan ya, kita lagi seru cerita, dya sibuk main HP. Seolah hidup dan nyawa dya di HP tersebut. Dan part ter-gongnya adalah dya udah baca chat kita tapi memang sengaja ga dibalas aja. Ban*ke kan.. 

Memilih ngejauh jika kondisi tersebut adalah pilihan bijak karna melindungi mental diri sendiri. Sadar bahwa kita bukan lagi prioritasnya karna kita sudah tidak sejalan dengan pemikirannya. Ga inget tuh pas lagi butuh²nya? Telpon, chat, ketemuan ga inget waktu dan hanya ngomongin masalah yang sama, repeat. Dari kisah ini banyak pelajaran bahwa biasa aja dah berteman dan carilah teman yang tau diri aja. 

Setelah sadar bahwa kita hanya dimanfaatkan maka segeralah ambil sikap. Jangan lama² terjebak di kondisi tersebut. Temukan orang2 yang tulus lainnya, eksplor diri lebih banyak, gunakan waktu free mu untuk me time, gunakan waktu sengganggmu untuk menikmati masa kebebasan ini. Sungguh tak ada hal seindah ini, terbebas dari drama orang toxic. Mainkan saja peran di hidupmu, cukup fokus dengan skenario per skenario yang jadi jalan hidupmu. Tutup pintu rapat² untuk orang yang datang hajya karena butuh, dan tetaplah menjadi orang baik yang memiliki sikap untuk bisa tegas sama diri sendiri. 

Oneday giliranmu direndahkan oleh Allah

Direndahkan hanya karna belum nikah. Sedangkan dirinya selingkuh dengan dengan suami orang dan suaminya yg LDM punya affair juga dengan gadis ibu kota yang jauh lebih menarik darinya. 

Direndahkan hanya karna belum punya mobil. Fun fact nya dia dapat donatur dari orang tuanya dan ngejual warisan suaminya. So jika selama ini sombong tentang harta yang dimiliki maka tidaklah fair mengingat harta dya tidak hanya dari gaji tapi dari ngejual warisan mertua. 

Direndahkan karna dianggap cupu dan ga gaul. In real life hanya ga seneng story di medsos atau WA aja sih. Nyatanya banyak disayangi, mudah diterima dalam lingkungan baru, punya banyak teman dari berbagai kalangan usia, dan jadi orang yang selalu diandalkan. Kualitas diri yang sangat penting. Dan part ter-gong nya adalah dya ga punya teman, yaps real teman. 

Direndahkan hanya karena dya memandang orang lain bad, hanya dirinya yang selalu on point, selalu glowing, pusat rotasi bumi,selalu menjadi trend centre dan sejenisnya. Fun factnya itu hanya ada di pikiran dya aja. Selera dya justru norak dan apa yang dipakai entah kenapa jadi B aja padahal apa yang dibeli selalu mahal. 

Direndahkan hanya karena terlihat miskin dan penampilan sederhana. Sederhana is best choice for her so apa yang salah? Sederhana tidak berlebihan, sederhana bukan berarti kemproh, kumal, dan tetap update informasi. Lantas apa yang harus dipermasalahkan jika ia nyaman degan style pilihannya. Apakah itu mengganggu pemandanganmu? Atau justru pikiranmu yang terganggu? 

Direndahkan karena kamu tumbuh dan berkembang pesat dengan cara menyebarkan gosip murahan bahkan mencari² celah kesalahan dan kelemahan untuk menjatuhkanmu. Ada apa sih hidupmu kok segini bangetnya karaktermu? 


Gaes, hidup sejatinya sebatas bergantian peran. Jika sekarang belum, bukan berarti tidak. Semua akan ada fase dan waktunya. Jika sekarang ada di atas serba kecukupan, bukan berarti akan selamanya, akan ada ujian dia setiap chapter kehidupan manusia. Kalo sekarang dibantu, next kita akan tiba saatnya untuk ngebantu, dst. Pertanyaan sederhananya, apakah ada orang yang akan mau ngebantu jika karaktermu sungguh dluar batas kewajaran manusia? Atau kamu dewa yang penuh kuasa seperti apa yang kamu sering ungkapkan? 

Yuk dunia udah di ujung zaman, perbaiki diri aja dah. Kurang² i jahat sama orang lain. Ga lucu kan jika kamu lagi jahat dan doa para orang² yang kamu dzolimi serentak terkabul sedangkan posisi kamu sedang dibawah, poor, dan tak berdaya. Nauzubillah.. 

Melelahkan untuk diingat

Lupakan kejadian menyebalkan menahun itu dan ambil pelajaran berharganya saja. Bahwa tidak semua makhluk di bumi ini berhak mendapatkan waktu, energi, pikiran, serta ketulusan kita. Yaps berjalanlah dan bersikaplah sewajarnya saja. Jika dulu pernah bodo* menganggap dya atau mereka teman baik yang sudah menolong kita lantas kita effort berlebihan untuk membalasnya hingga yang ada malah terjerembab dalam keadaan toxic maka STOP. 

Prinsip, kita harus dan wajib mengingat jasa orang lain di hidup kita, silahkan berbalas budi semampumu meskipun tidak sama persis dengan yang sudah ia berikan. Terpenting dari itu semua adalah niatan baik kita untuk selalu menghargai orang² yang sudah berperan di hidup kita. Sebaliknya jika kita tidak beruntung, tanpa menggunakan logika, hidup dengan denial maka ada kemungkinan kitalah yang akan dimanfaatkan. 

Best learningnya adalah, sewajarnya saja menghadapi manusia. Lagi² karena kamu akan kecewa dengan segala ekspektasi mu. Jika ingat² lagi ngerasa konyol, bodo* karena terjebak ingin membalas kebaikan orang lain. Telpon ga tau waktu, berjam², ga mau tau kondisi kita sedang apa dan bagaimana. Sedangkan telpon ga penting hanya seputaran repeat drama yang diciptakan sendiri namun merasa korban dan butuh validasi. Atas nama "dya pernah menolongku" lantas hal ini dinormalisasi bertahun² hingga limit toleransi. Gila aja diterus-terusin..

Dasarnya manusia ya, kalo udah dibaikin mah malah nglunjak. Satu drama masih berlangsung, muncul drama baru lagi atas nama didzolimi. Yaudah nasehat meluncur hingga mulut berbuza kan ya, eh tau² nya dya happy aja tuh ama musuhnya. Bisa²nya nongki bareng haha hihi... (lah kok terbalik). Oh jadi kalo curhat itu pas lagi musuhan sama temennya, ini dan itu. Tapi setelah reda bestian lagi. Wakkk bertahun² jadi tempat sampah kayak gini. Paet..

Ter-gongnya adalah ketika kamu seolah jadi orang yang tidak pernah mendukung keputusannya. Sedangkan keputusannya adalah hal sesat dan siapapun orangnya yang tau duduk perkaranya pasti 98% akan sependapat bahwa hal itu sangat tidak dibenarkan dari sudut manapun. Monggo saja dah, hidup² lu kan, silahkan tanggung semua resikonya. Jangan kalo ada masalah buang uneg² kesini dan every single day butuh validasi. Maap ye, aku bukan lagi tempat sampah, dan terima kasih sudah menyadarkan aku untuk stop meladenimu.

Fix, dya bukan teman yang baik untukmu. Dya baik, ya tapi bukan yang tepat untukmu. Bye² saja. Gunakan sisa hidupmu untuk berkawan dengan orang yang satu frekuensi saja, yang tidak melelahkan, membuatmu capek, ngebebanin kamu, dan yang jelas carilah teman yang mampu menghargaimu. Ya kali, ketika kamu udah mulai berubah, perlahan  tidak menanggapi curhatan toxic nya, lantas dya sengaja ga balas chat kamu, sengaja sok sibuk, sengaja ini itu. Padahal udah dibaca tuh chat kamu. 

Memang manusia itu lucu ya, syukuri aja atas pertemananmu yang seru ini. Ini hanya satu dari banyaknya teman yang kamu miliki. Jadi kehilangan satu teman toxic its better than kamu bersamanya. Ga kebayang segila apa ya,  tiap hari buang sampah emosi terus menerus, ingin dingertiin, pamer harta, validasi kehebatan, egonya sungguh tinggi. Apapun itu, yuk syukuri karna kamu diselamatkan dari orang yang tidak tepat untukmu, pun sama dya juga diselamatkan dari kamu yang ga suka dramanya, yang tidak bisa jadi minyak drama hidupnya. 


Cukup dan lepaskan

Ya minimal sadar diri, harus tau diri ketika kamu sudah tidak dihargai. Setelah sekian panjang kamu denial dan menganggap dya atau mereka adalah orang baik yang layak kamu beri waktu dan energimu maka sadarlah akan ada masanya untuk STOP. Stop ketika dya hanya datang karena butuh, oke kamu punya toleransi but sampai kapan? Sampai limit dan kamu mau menunggu terkurasnya energimu kah? Atau harus menunggu emosimu acak²an dan butuh konsul ke psikolog? 

Dya ataupun mereka yang sengaja membalas chatmu lama bahkan mengabaikan chatmu. Sedangkan chat kamu sudah dya baca, terlebih orang itu tidak bisa jauh dari HP. Ya kamu harus sadar diri bahwa kamu bukan prioritasnya lagi, chatmu ga penting karena kamu tidak lagi memberikan manfaat untuk hidupnya. Kamu sudah menyadari bahwa kamu sudah tidak bisa menerima curhatan dramanya yang ga akan pernah berakhir itu so inilah konsekuensinya. Sengaja tuh entar² aja dah balas chatmu,. 

Dya ataupun mereka ada di depanmu tapi tidak untuk jiwanya. Kalo dya cerita kamu dengerin secara seksama, tp klo kamu yang cerita? Ah boro² didengerin palingan ditinggal chatingan sama orang lain. Hey kamuuu jangan bod*h ya, cukup². Hargai dirimu dong, skip dan tinggalkan orang macam itu yang tidak dapat menghargai tenaga, pikiran, dan energimu. You deserved better. Bukankah temanmu banyak? Percayalah dya yang kelimpungan kehilangan teman setulus kamu, yaps bukan kamu yang kehilangan teman. Temanmu masih banyaak yang lebih tulus, fair, dan lebih menghargaimu kan,. 

Ngeri lho berhadapan dengan orang tulus, jika tulusnya tidak lagi dihargai jangan harap kamu akan menemukan dya di cerita hidupmu, sebaliknya dya akan menutup pintu rapat² kisahnya sehingga kamu akan sulit mengaksesnya. Jikapun bisa, itu hanya topik umum yang dipilih dya untuk dibahas, tidak untuk the whole of their life. Bayangin dulu aja dah, dulu kamu sedekat nadi, yang apa² tau tiba² sekarang aksesnya ditutup... Seru kan,. 

Hargai siapapun yang hadir di hidupmu, entah dya memberikan manfaat ataupun sebaliknya. Jangan sok merasa paling penting dan layak untuk didengarkan setiap curhatmu. Dya mendengarkan curhatmu karna dya menghargai kamu, namun apa kabar kamu? Sengaja nih dilama²in mbalesnya karena udah ga ada yang bisa dimanfaatkan kan? Ada ternyata jenis manusia macam ini,.

Jika kamu pingin tau, apa sih perasaan orang yang sudah tidak dihargai dan dya punya sikap memilih balik kanan meninggalkanmu? Ketahuilah dya happy dan tenang lho. Orang yang bisa mengharagai orang lain itu temennnya pasti tidak satu atau dua. Jika dya memilih hanya punya close friends sedikit maka itu pilihannya, bukan karena ia tak mampu memiliki banayak teman. Ia PD dan tidak takut kehilangan teman pastinya, terlebih kehilangan teman yang model memanfaatkan gitu. Dengan langkah tegap dya skip ybs. Byeeee. Mentalnya aman dan yang jelas waktunya lebih banyak untuk hal² yang lebih penting termasuk untuk mengurusi dirinya sendiri. 

Muak ternyata ya jika mengingat hal semacam ini, ada banyak rasa penyesalan kenapa ya dulu sebodo* itu menyia²kan waktu dan membuang tenaga untuk menghadapi orang yang aslinya tidak bisa menghargai kita. Nasi sudah jadi bubur, ambil pelajarannya aja deh. Cukup ga mau lagi punya temen begituan. Cukup² dan jaga pertemanan mu yang lain dengan orang² yang selalu ada buatmu, yang tulusnya tanpa perlu tandingan, dan yang pedulinya asli bukan karna ada faktor lainnya. 

Sang koruptor waktu

Seorang lama tergopoh-gopoh siang itu bercerita tentang kemarahannya. Ia menceritakan pengalaman baru yang ia temui. Ada fenomena menarik di setiap pagi para pekerja fokus untuk bisa sampai kantor dengan selamat tanpa telat. Ada yang lintas kecamatan, kelurahan, kota, kabupaten, bahkan lintas propinsi. Bagaimana perasaanmu jika kamu baru tahu bahwa selama ini temenmu curang. Ya dya nembak presensi dari rumahnya. Dengan pengetahuan yang dimiliki tidak semakin membuatnya menjadi orang yang lebih baik tapi sebaliknya. 

Atas nama apapun, ini perbuatan curang. Kerja is kerja. Dunia profesional haruslah tidak dicampuradukkan dengan dunia yang lain. Repot ngurus keluarga? Yakali bergaji tapi ga mau merekrut orang untuk membantunya nganter anaknya misalnya. Alih² pingin semuanya berjalan lancar sehingga menghalalkan segala cara dengan cara nembak presensi. 

Sungguh kenyataan yang membuat hati miris. Disaat para pegawai berjibaku melawan truk pasir, bis besar, kemacetan, eh dya dengan tidak berdosanya nembak presensi dari rumahnya. Caranya? Ada sebuah alat yang dipasangkan di LAN kantor. Jika ini dilakukan oleh orang yang brengs*k mungkin reaksinya akan terasa B aja. Ya, dya yang selalu membawa agama dalam kesehariaan, dya yang apa² berkedok berkah, dya yang selalu memproklamirkan tidak ingin merusak kehidupannua dengan cara "curang" sekalipun ada teman yang membutuhkan bantuannya. Namun lagi² dya manusia biasa nyatanya. 

Tahun berganti tahun aksi tersebut telah dilakukan. Hal ini barulah diendus oleh beberapa orang. Bagaimana jika dunia kantornya tau? Apa tidak semuanya akan menghujatnya? Apa semua orang seraya mendapatkan validasi bahwa dya layak kalo tidak punya teman. 

Benar, bahwa perbuatan dya "tidak semerugikan orang lain" tapi dya sama² koruptor. Ya koruptor waktu. Jahat, licik, egois, dan ga terpikirkan di radar manusia normal lainnya. Naudzubillah.. 

Mencari keseimbangan dalam hidup

When lingkungan kerjamu sudah tidak kondusif, dan kamu dianggap orang bod*h yang tidak tau menau apa yang telah mereka lakukan dari mark-up laporan hingga sounding bahwa "tidak ada bonus" karena keuangan limit, dst..

When kamu dianggap orang yang mudah ditipu paahal kamu punya keahlian membaca perilaku manusia-manusia tega yang selama ini berseliweran di hidupmu..

When kamu selalu dijadikan bahan rujukan, tempat berkeluh kesah atas drama yang terjadi yang seolah jika sudah cerita ke kamu seolah kamu pro sama dya..

When kamu sudah muak dan tidak lagi bisa kompromi atas drama kotor yang ada di matamu..

Disaat yang bersamaan..

Kamu dikasih rejeki luar biasa melalui mahasiswa yang kamu layani. Banyak cerita seru yang dapat menghangatkan hati dan membuatmu tiada henti bersyukur betapa indahnya perjalananmu.

Banyak sekali pengalaman indah yang mereka berikan, banyak senyuman lega dan tatapan penuh harap kamu bisa membantu menyelesaikan permasalahan mereka. Banyak yang merasa terbantu olehmu dan itu menjadikan kenangan indah di hidup mereka.

Pengalaman ini mengajarkanku bahwa berbuat baiklah sebanyak mungkin, bantu orang yang memang membutuhkanmu, tak lupa balut semua dengan penuh keikhlasan. Lupakan jasa yang sudah kamu berikan.  Kita tidak pernah tau doa mereka yang memperlancarkan perjalanan kita. 

Bagi kita mungkin yang kita lakukan adalah hal biasa, namun siapa sangka bagi sebagian orang yang sudah kita bantu itu sangat berkesan dan bisa jadi menjadi salah satu hal indah di hidupnya. Terbayangkan ketika sedang diujung tanduk, lemah, dan tak berdaya ada orang yang tulus membantu kita, memperlancar apa yang menjadi list to do yang harus dilewati hari ini. Meleleh? Bisa jadi..

Ucapan terima kasih, sorot hangat mata, binar wajahnya, pun syarat makna. Andai bisa memeluk, pasti sudah dipeluk. Andai bisa diajak nongkrong, pasti sudah terjadi. Ya hal sederhana yang kita lakukan bahkan tanpa tendesi apapun bahkan kita hanya menjalankan tugas dengan ikhlas bisa membuka ladang pahala dan keberkahan bagi kita.

Jadi, ketika di tempat kerja banyak hal menyebalkan maka cek ulang deh dan ingat2 apakah hal yang indah yang bisa menutupi rasa muak itu? Jika ada maka fokus aja ke hal2 baik melayani mahasiswa misalnya. Biarkan yang kotor tetaplah kotor dan biarkan mereka memanen apa yang dilakukan. Sebaliknya, kita enjoy dengan hal2 baik yang bisa kita lakukan.

Hiduplah dengan baik supaya kamu tenang. Hiduplah dengan damai supaya kamu nyaman. Hiduplah dengan sederhana supaya kamu mudah bersyukur. Hiduplah dengan bijaksana supaya semesta mencintaimu. Serta hiduplah selayaknya manusia yang memiliki hati nurani. 



Ketenangan dari set bounderies

Hal indah apa yang sudah kamu dapatkan di tahun 2025? Mungkin ada yang sudah nikah, mendapatkan pasangan tepat, punya mobil, punya rumah impian, bisa beli barang² branded, dan sejenisnya. Namun bisa tegas dengan diri sendiri adalah pencapaian yang tidak boleh dianggap remeh. Kenapa? Tegas dengan diri sendiri sama dengan mencintai diri sendiri. 

Manusia itu seringnya mementingkan orang lain, mengupayakan kebahagiaan orang lain sampai dya lupa kebahagiaannya bahkan haknya diri sendiri. Terlebih jika sedang terjebak di keadaan maju kena, mundur pun susah. Terlanjur berhubungan baik sama manusia yang lain hingga rasanya susah untuk ngasih bounderies alhasil dirinya hancur sendiri. 

Orang itu kalo udah dibaikin, biasanya nglunjak. Kalo dirasa orang itu solutif dan enak diajak curhat, seringnya ga tanggung² untuk menjadikan ybs tempat sampah untuk membuang uneg². Terlebih jika berhadapan dengan orang yang sangat menghargai jika ada orang yang curhat ke dirinya, wah jika ga beruntung ya hanya dimanfaatkan. 

Okelah dimanfaatkan hingga kewalahan yang berujung mengganggu aktivitas alias curhatnya udah ga tau diri maka solusi terbaik adalah mundur dan ngasih ketegasan pada diri sendiri bahwa sudah cukup. Jika dulu dijadikan call center 911 alias emengency call maka saat ini sudah cukup, tidak berlaku lagi. 

Stop memberi akses kepada orang lain yang tidak mampu menghargaimu. Batasan diri itu sangat penting supaya orang lain dapat menghargai kita. Batas mana yang boleh diakses orang lain dan bagian mana yang tidak boleh. Ya kali seumur hidup akan jadi tempat sampah. 

Jadi tempat sampah itu gpp, karna manusia itu sama² punya sampah namun jika sudah tidak imbang? Kewalahan pastinya. Terlebih jika ketika curhat bilang ABC namun kamu liat di realita XYZ, Jauuuuh. Bagaimana jika itu repeat selama puluhan purnama? Ndembik coy, kayak orang bodoh banget gitu pastinya. 

So, saatnya melepaskan apa yang bukan tanggung jawab kita. Ambil pelajarannya, pilihlah teman yang bisa SALING. Jikapun tidak menemukannya, sendirian itu jauh better than ketemu teman yang egois. Udah curhat ga kenal waktu, dinasehati iya² tp realita berbanding terbalik, giliran kamu curhat ditinggal chatingan sambil senyum² sendiri, dan disaat kamu chat sering ga di balas walo sak tenane chat kamu sudah dibaca. 

Kasihan amat sih, pertemanan bagian mana yang masih harus dipertahankan? Yang paling bener ya buat batasan, sejauh hubungan baik aja sesama manusia. Toh temenmu ga cuma satu kan? Orang² yang peduli sama kamu masih banyak kan? Tak bisiki sini, kamu ga rugi kehilangan temen yang egois, sebaliknya dya yang rugi kehilangan teman setulus kamu. Jika dya belum merasakan, itu hanya waktu saja. Ribuan orang dapat lalu lalang di hidup kita, namun orang tulus akan stay tanpa harus diminta. 

Sambut ketenangan di awal tahun

Hidup tenang itu memang membahagiakan. Mensyukuri apapun yang dimiliki tanpa harus membandingkan apa yang dimiliki orang lain adalah hal jitu. Semakin menyederhanakan pemikiran, maka semakin mudah kita untuk bersyukur. 

Tidak kaya raya, tapi  selalu diberikan rasa cukup atas nikmat Allah sehingga bisa berbagi dengan keluarga ataupun orang lain adalah hal yang nyes dihati. Ketika ditakdirkan oleh Allah menjadi salah satu sinar di keluarga dan dijadikan perantara rejeki Allah untuk keluarga adalah hal yang luar biasa senangnya. 

Ada tawa, ungkapan terima kasih, lantunan syukur, hingga begitu banyak pengharapan yang dipanjatkan rasanya sungguh tak ada duanya. Hidup rukun dengan keluarga juga merupakan bagian dari penyempurna takdir ini yang bukan berarti hidup tak pernah ada masalah ya. Masalah akan selalu ada namun Allah memberikan sekaligus paket solusinya. Sungguh nikmat Tuhan yang tak kampung aku sembunyikan. 

Kemampuan mensyukuri setiap takdir merupakan bagian dari rejeki yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan itu. Nyatanya ketenangan tidak serta merta hadir dari yang yang banyak, harta melimpah, keluarga lengkap, bahkan jabatan yang mentereng. Sebaliknya ketenangan akan hadir kepada jiwa yang mau dan mampu menerima takdir sabuk dan menyambutnya dengan sepenuh hati bahwa hal tersebut adalah hal baik. 

Ketenangan adalah pantulan dari rasa syukur yang tidak harus bersyarat jika hartanya 500 juta, emasnya 50kg, usaha tambangnya lancar, dst. Nyatanya mampu mindfulnes atas apa yang jadi takdir adalah bentuk konsep yang medapatangkan ketenangan. Alhamdulilah bisa makan, bisa kentut, bisa BAB, bisa berbagi dengan keluarga /orang lain, bisa merasakan kebahagiaan teman yang sedang mengalami keberhasilan, dll. 

So, pupuk dan siramilah jiwa sehingga mudah bersyukur sehingga jiwa mudah tenang, terhindar dari iri hati, dan selalu berprasangka baik atas takdir yang sedang menyapa di kehidupan ini. 


Welcome 2026,

Semoga semakin sehat, panjang umur, happy, ayem, tentrem, tenang, bijaksana, tegas, disiplin, produktif, beruntung, mulia, dijauhkan dari orang dzolim, dijauhkan dari orang yang hobi memanfaatkan, dan lebih menyayangi serta memprioritaskan diri sendiri. Cheer to many best chapter of this year. Aamiin.. 

Hiduplah dengan orang yang kekurangannya mampu kamu tolerir

Konteks disini adalah interaksi manusia dengan sesama. Dapat dengan teman, sahabat, tetangga, pacar, pasangan, dst. Relationship antar manusia itu lucu, unik, seru, dan penuh dinamika. POV disini adalah semua manusia memiliki sisi baik dan tidak ada yang sempurna. Namun tips supaya hidupmu happy, tenang, dan damai adalah pilihlah orang baik yang kekurangannya dapat kamu tolerir. 

Ketika kamu bertetangga dan akrab dengannya, sering saling bantu dan hubungan kalian sangat baik namun kamu memilih menepi karena tidak dapat mentolerir bahwa dya suka playing victim dan menyalahkan orang lain atas kelakuannya maka sikapmu itu sehat. 


Ketika kamu hanya dijadikan opsi dan tempat sampah oleh teman baikmu. Didatangi karna dya butuh curhat denganmu. Fast respon balas chatmu karena ada kepentingan, dan kamu memilih melambaikan tangan karena kamu tidak dapat mentolerir kekurangannya maka kamu masih menggunakan logika sehat dalam berteman. Mana ada orang yang mau dijadikan tempat sampah terus menerus kan ya.. 


Ketika kamu sedang dekat dengan lawan jenis, berniat serius, bahkan tipemu banget, saling memiliki ketertarikan namun kamu memilih mundur karena tidak bisa mentolerir bahwa orang tuanya hobi KDRT maka kamu manusia yang masih menggunakan logika. 


Ketika kamu sedang PDKT, benih² ketertarikan itu sudah mulai tumbuh namun kamu baru tau kalo masa lalunya kelam, rumit, dan potensi drama sehingga kamu memilih mundur daripada menuruti hawa napsu maka kamu itu sedang diselamatkan karna masih logis tidak terjebak oleh fatamorgana perasaan.

Salut sama orang yang mampu menerima masa lalu pasangan yang kelam, terbuat apa hatinya mampu bertahan disetiap harinya menghadapi pasangan yang belum selesai dengan masa lalu bahkan tidak akan pernah selesai. Anda hebat tuan.. So ketika logika masih dominan dibanding perasaan maka itu keren. Sebaliknya jika tidak mampu mentolerir masa lalu pasangan bye lebih baik. 


Ketika tetanggamu hobi menceritakan harta bendanya, jumlah perhiasannya mencapai puluhan kilo, bisnis tambang batu baranya yang melesat pesat, pacarnya yang selalu ada buatnya, progres pembangunan istana megahnya dan sederet cerita yang tidak bisa kamu tampung di logika sehatmu maka memilih putar balik adalah pilihan jos dan tepat. Jika tidak disudahi maka akan berujung toxic dan melelahkan. 


Sebaik apapun teman, tetangga, ataupun manusia bentuk apapun dimuka bumi ini pantas kamu jauhi jika sudah membuatmu lelah, capek, terbebani, dan mengganggumu. Hidup penuh pilihan kok, jika kamu memilih menyelamatkan kesehatan mentalmu maka itu pilihan tepat. Biarkan mereka dengan hidup dan pilihannya. Sekali lagi, hidup mereka bukan tanggung jawab kita. So, fokuslah sama diri kita sendiri. 

Ketenangan sumber rezeki

Ketenangan itu merupakan sumber rejeki yang tidak boleh kita kesampingkan. Jika hidupmu kok vibe nya tenang, santai, selalu diberikan solusi setiap masalah, selalu diberikan insting tajam untuk menganalisis persoalan, selalu diberikan guide dalam menentukan langkah maka selamat kamu beruntung dan kamu makhluk pilihan. 

Yuk tambah rasa syukurmu, tambah keistiqomahanmu, dan tambah lagi sedekahmu. Sungguh ketenangan hanya timbul dari Allah semata. Banyak harta tidak menjamin tenang, pun sama pangkat jabatan seringkali membuat gelisah. Sebaliknya jika Allah sudah memberikan ketenangan meskipun kita hidup dengan kesederhanaan maka kamu pemenangnya. 

Orang yang jiwanya tenang, dya akan optimis dalam menjalani hari²nya karena ia yakin Allah selalu memberikan solusi dari setiap masalahnya. Kecanduan untuk meyakini setiap takdir Allah selalu terbaik juga mendorong terciptanya ketenangan dalam hidup. Orang ini akan bijaksana dalam menyikapi apapun permasalahan. Bukan berarti ybs tidak takut, galau, ataupun sedih. Ia sama dengan manusia biasa namun ia diberikan kemampuan untuk mengambil POV dari sisi positif, sisi baik, sisi optimis, dan sisi khusnudzon atas hal baik di balik cobaan yang sedang ia jalani. 

Orang yang tenang akan mengundang rejeki dalam berbagai bentuk seperti didekatkan dengan orang² yang satu frekuensi. Selain itu, bentuk rejeki yang lain dapat berupa material karena jiwa dan rasa syukurnya sangat tinggi. Allah akan memberikan nikmat berlipat² bagi hamba yang banyak bersyukur. 

Yuk perbaiki hubungan kita sama Allah supaya Allah ridho memberikan rasa  tenang bersemayam dalam diri kita. Menjadi teman sehari² bahkan menjadi jati diri kita dalam menjalani takdir di muka bumi ini. Aamiin. 

Rumah yang tak berbentuk bangunan

Hidup dengan pemikiran dewasa itu se menenangkan itu. Dimanfaatin orang, cut off. Disalahin orang, ambil sikap. Didatangi hanya karna butuh, sebatas baik. Direndahkan, berikan senyuman terbaik. Ditutup pintu kesempatan, upgrade diri. Difitnah, koreksi diri. 

Ya simple life, more happy. Sewajarnya saja menghadapi manusia dengan beragam sikap dan karakternya. Kita tidak dapat membahagiakan satu per satu manusia. Bahkan kita tidak dapat memenuhi ekspektasi mereka. Hidup kita ya urusan kita, sebaliknya drama mereka ya bukan tanah kita. 

Cukup menjalani hidup di area kita. Balas pesan kawanmu, sekalipun itu bukan prioritasmu. Jangan sok sibuk bahkan merasa paling penting dan dengan sengaja membiarkan mereka menunggu balasan chat kita. Ya kali dibalas, kalo sebaliknya? Ingat, orang chat itu ga selalu gabut, ada yg memang bener² butuh jawaban dari kita. Jangan sok banget mengecilkan orang lain dan meninggikan dirimu bahwa kamu adalah manusia tersibuk sedunia akhirat. 

Sederhana, sepele, bahkan sering kali ga disadari bahwa kita itu hobi bikin orang menunggu balasan chat kita. Dan kitanya sengaja ga balas bahkan merasa ga perlu untuk membalas. Ingat atuh, kamu butuh manusia yang lain juga lho. Jika ini menjadi kebiasaan maka kamu akan ditandai orang² dan ya orang lain juga akan mirroring ke kamu. Ya kamu ga sepenting itu. Maybe masih chatmu diladeni, tapi kamu tidak sepenting itu dihupnya lagi. Kamu tau, kamu membukakan pintu lost respect orang lain kepada dirimu. 

Hidup ini seru jika kita punya rumah. Rumah yng tidak selalu mewah. Rumah sederhana namun hangat. Rumah yang memberikan kerinduan ketika kita sedang beraktivitas. Rumah tak selalu harus dengan bangunan tapi tempat dimana kita disebut hangat, dihargai, diterima, dan ditunggu² kehadirannya. Ya rumah itu keluarga, sahabat, bahkan bangunan sederhana yang telah usang.

Ga kebayang bagaimana cara menyelesaikan masalah bagi orang yang tidak memiliki rumah? Yang banyak namun hati tidak tenang. Harus mengadu ke siapa drama yang sedang dialami? Mensyukuri apapun yang kita miliki sepenuh hati supaya hati kita luas. Supaya mudah untuk lapang. Pikiran jadi tenang, hati jadi perempuan, dan jiwa jadi tenang. 

Orang tua sehat, keluarga harmonis, sahabat solid, adalah bentuk lain dari rumah yang harus kita banyak syukuri. Wali di luar rumah masalah banyak namun ketika hati kita tenang, maka semua akan mudah terlewati atas izinNya. 

Yuk syukuri atas nikmat rumah ini. Jaga orang tua, keluarga, dan para sahabat. Mereka aset yang kita miliki, sekaligus bentuk lain dari rezeki besar. Sayangi mereka dan peluk merdeka erat dengan doa² tulus mu. 


Why not, "I" choose you

Jalan hidup manusia tidak ada yang sama, tidak ada yang memprediksi, dan selalu menyala di setiap takdir masing². Segala macam proses perjalanan hidup akan selalu memberikan alasan mengapa hal tersebut harus menyapa dan menjadi takdir kita. Meskipun pas ngalami hal tersebut kita masih bertanya², sakit, nangis, ga terima bahkan mempertanyakan kepada Tuhan, why me Tuhan? Why? The others people happy and got everything that they want. Why not me? 

Namun setelah berjalan dan berlalu baru tau oh ini to maksudnya takdir kemarin. Nyatanya kalo harus selesai juga akan selesai kok segala macam  takdir yang menyapa kita, sebaliknya jika belum waktunya selesai pasti akan ada saja jalan kita untuk "pusing² bin tegang" nyelesaikan satu per satu chapter di setiap takdir indah itu. 

Ada anak yang sedari kecil ditinggal oleh salah satu orang tuanya, sedangkan umurnya baru butuh²nya kasih sayang seorang ibu. Nyatanya Allah Maha Kuasa, ketika anak kecil tersebut kehilangan fisik sosok ibunya, namun Allah ganti dengan ribuan orang yang sama dya meskipun tidak akan pernah sama dengan kasih sayang dengan seorang ibu. 

Ada seorang anak tulang punggung keluarga, yang niat kerja hanya untuk mencari rejeki namun dya sering disalahpahami orang lain hanya karena sinarnya terlalu  terang.  Bahkan beberapa kejadian mengharuskan ia untuk menerima kenyataan tanpa bisa untuk mengklarifikasi sebenarnya apa yang terjadi. Tapi lagi² ini adalah bagian dari skenario indahNya. Siapa yang nyangka disaat bertubi² kejadian tidak mengenakkan ia alami, disaat banyak hal yang tidak dapat ia klarifikasi, disaat ocehan negatif orang² itu hanya mampu ia telan sendiri. Dan disaat ia nerima semua takdirNya, maka disitulah keajaiban tangan Tuhan.  

Tuhan mengangkat derajatnya dengan cara² yang sungguh indah. Dikasihnya panggung yang menakjubkan dan bikin menganga orang² yang selama ini merendahkan, menjelekkan, bahkan orang yang selalu merendahkan dirinya. Menariknya ia tak  pernah sekalipun ingin terlihat bersinar hanya saja perlu diketahui bahwa mutiara akan tetap jadi mutiara sekalipun ia ditimbun lumpur. Orang keren akan keren meskipun segala macam fitnah ia alami. So, chill aja menjalani setiap takdir hidup ini. Percaya saja dengan jalan dan skenario Allah. Rencana Allah tidak pernah salah. 

Ketika kita dipilih Allah untuk menjalani takdir indah itu, maka Allah pun sudah sangat tau orang itu mampu melewati skenario yang Ia berikan. Allah akan menyesuaikan ujian berdasarkan kemampuan setiap hambaNya. So, jika sedang mengalami ujian yang dirasa berat, maka tetep lah semangat dan positif thingking bahwa kita akan mampu melewati semua takdir baikNya dengan kasih sayangNya. Lantas kenapa Allah memilih kita? Ya suka² dongs, bukankah itu tanda cinta Allah pada kita. So, syukuri saja yaaa, takdir Tuhan selalu baik. 

Tanggapi sewajarnya saja

Tidak pernah terbayangkan betapa bahagianya, betapa leganya, betapa entengnya, dan betapa bersyukurnya ketika berhasil melepaskan beban yang diberikan orang lain. Tidak mudah, apalagi jika orang tersebut adalah orang terdekat kita yang memiliki hubungan sangat baik. Tidak ada pilihan lain kecuali cut off dan menyudahi segala drama yang menjebak kita untuk harus mengetahuinya. 

Kebahagiaan orang lain bukan tanggung jawab kita, begitu juga kesedihan bahkan drama yang sering ia ciptakan. Kita dalam berhubungan sosial, cukup untuk berbuat baik saja. Selebihnya kembalikan semua kepada ybs.  Ada tipe² orang yang memang sengaja memilih drama kok, jadi kita sebagai sesama manusia harus pandai melihat, apakah ini dampak kesengajaan dari langkah yang dipilih atau memang bukan hal kesengajaan. 

Manusia itu makhluk unik, so jangan pernah berekspektasi apapun sama manusia. Mereka sama kok sama kita, ga ada yang sempurna. So, ketika kita tidak menaruh ekspektasi berlebih terhadap manusia, maka kita akan lebih chill. Misal ybs drama yaudah silahkan, kalo eneg ya tinggal aja, kalo dya minta bantuan ya bantu sewajarnya saja. Sekali lagi, sewajarnya saja. 

Waktu dan tenaga yang kita kita gunakan untuk menanggapi drama orang lain rasanya akan lebih produktif untuk mengurusi diri sendiri, at least hanya rebahan di kamar. Intinya, semakin dewasa harus semakin bijak untuk bersikap tegas kepada orang lain supaya kita tidak selalu dimanfaatkan hanya karena kita baik dan selalu menanggapi drama yang selalu diceritakan. 


Adakalanya, tidak selalu percaya diri itu baik

Feeling sahabat kadang bikin kita geleng², dya yang paham diri kita pasti pingin yang terbaik untuk kita. Tidak hanya sahabat, keluarga pun begitu. Jadi kadang kala kita berlawanan dengan sikap orang² tulus itu karna kita lagi jatuh cinta. Logika sedang tidak on, semua tertutup oleh rasa happy degdegser...

Ya jatuh cinta itu susah untuk menggunakan logika. Apalagi kalo lagi bucin. Parah dah, logika nol, dikasih tau aja malah ujungnya ga berkenan dan nyerang balik. Sebaliknya jika ada masalah, baru ndengerin nasihat tapi nanti balik ke model awal nol logika. 

Ga semua orang, tapi ada yang begitu. Kembali ke peran sahabat, keluarga, dan orang² tulus yang ada di sekitar kita. Mereka akan menghargai keputusan kita ketika kita sedang dekat dengan pilihan kita. Meskipun ga banget bagi mereka, down grade, ga setara, dll. Tapi mereka akan menghargai. Menariknya mereka akan menerima kita kembali ketika kita terpuruk. Namun jika ini berkali-kali dan ujungnya hubungannya penuh drama, maka mereka pasti akan punya sikap.

Bisa jadi saat kita jatuh cinta, mereka menentang pilihan kita lantaran mereka punya POV yang netral ataupun memiliki pengharapan yang besar bahwa kita pantas dan layak mendapatkan yang lebih dari si doi. Wajar sih karna hidup kita sebelum ketemu doi, kita bersamanya kan.

Tidak sedikit yang lebih memilih doi-nya dan mengabaikan saran dan pendapat orang terdekat. Boleh dan hak setiap orang, namun perlu diingat untuk tidak mendewakan doi-nya ya. Doi adalah manusia biasa yang tidak lepas dari masalah, terlebih ketidaksetujuan itu dilatarbelakangi doi sumber drama. Agak miris, besuk kalo ada masalah dengan doi lantas mau kemana? ke temennya ga mungkin karena udah dibuang kan, ke keluarga juga malu, dan ujungnya chat aplikasi AI untuk curhat, hehehe..

Jatuh cintalah dengan tenang, jatuh cintalah dengan orang yang membuatmu bisa bertumbuh dan berkembang. Jatuh cintalah dengan ia yang bisa diterima oleh circle tulusmu. Jatuh cintalah dengan ia yang membuatmu lupa akan drama hidup yang biasa kamu lakukan di setiap harinya. Dan yang paling penting adalah jatuh cintalah dengan ia yang membuatmu semakin lebih dekat Sang Pencipta, keluarga, dan para sahabat baikmu. 

Kenapa harus mempertimbangkan saran dari keluarga maupun sahabat tulus? karena mereka masih mampu berpikir jernih dan menggunakan logika. Jangan sakit hati jika kamu sulit diingatkan dan akhirnya satu per satu mereka meninggalkanmu karena pilihanmu. Ya kamu sudah cinta mati dengan sumber konflik, sumber drama, sumber ketidaktenangan. Orang terdekat, sudah dapat membaca apa yang akan terjadi jika kalian bersama. Bukan mereka cenayang, namun mereka paham, kamu yang suka drama ketemu dengan medan drama. 1000% full drama in your live.

Tapi ini semua adalah pilihan hidupmu, hidup kita, hidup semua orang. Jika keputusan kita sudah bulat, gass. Semoga yang dikhawatirkan mereka tidak akan pernah terjadi, dan anggap saja mereka salah menilai doimu. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka jangan pernah menyesal atas langkah yang sudah kamu pilih, langkah yang sudah kita ambil, dan langkah yang membuat mereka menjauhkan diri dari kita. Yaps, life is a choice...

Teman tulus, dan keluarga itu koco buat kita, cermin buat kita. So, jangan hanya mereka menentangmu maka kamu ambil langkah untuk menghilangkan mereka di hidupmu. Ampun ya dek ya.. Hidup ga selamanya berisi tentang sayang-sayangan. Ada banyak dimensi kehidupan yang tidak bisa hanya diisi oleh doi. Ada peran teman tulus, sahabat baik, keluarga, tetangga, dsb. 

Euforia orang jatuh cinta itu berapa lama sih? ga selamanya kan? bahkan ga lama kan? Nah, coba pertimbangakan ulang untuk menggadaikan kebahagiaanmu ke doi. Kesesatan hidup seorang diawali dengan cara menggadaikan kebahagiaan ke orang lain. Menumpukan kebahagiaannya di tangan orang lain. Seolah orang tersebut mampu menyembuhkan luka, melengkapi puzzle yang lama hilang, memenuhi materi, serta menjadi sumber kekuatan.

Pertanyaannya, kenapa tidak menyadarkan semua kegalauan tersebut pada diri sendiri? memperbaiki diri, menyembuhkan luka, upgrade knowledge, menabung, menjalani hidup sesuai dengan kemampuannya, dll. Kenapa harus berdiri di kaki sendiri? Ya supaya kitanya ga kecewa. Kita akan mampu menakar kok sedalam apa kemampuan kita, sekuat apa diri kita, so itu akan lebih realistis.

Kebayang kan jika kita menggantungkan kebahagiaan ke orang lain dan ternyata ia sama2 rapuh? untung rapuh, lha kalo dya aslinya makhluk yang sangat tidak banget untuk diajak berjuang bersama? Yuk udah tua, mari kita berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, supaya tidak salah langkah. 


Mensyukuri yang ada, mencintai yang dipunya

Beberapa hari ini maraton ngalamin hal yang biasa terjadi tapi tidak dalam sekali waktu berbarengan. Jadi rasanya wow banget dan bikin sadar, bahwa sesayang itu mereka ke aku. Rejeki bekerja di tengah² mahasiswa yang memberikan banyak cerita lucu, seru, dan membahagiakan. Tidak sedikit ngalami hal yang bikin hati nyes, happy, dan terharu. Entah pendapat mereka tentang diri ini cuma feedback dari komunikasi yang biasa ini lakukan kadang diluar kendali. 

Tidak ada yang spesial dari komunikasi yang biasa dilakukan, semuanya mengalir senatural mungkin, tidak ada tendensi apapun, bahkan tidak ada paksaan bahkan kepura²an. Jika ada yang bertanya ya dijawab, jika ada yang cerita ya didengarkan, jika ada yang curhat ya ditanggapi. Its so simple, tapi tidak semua orang bisa, ternyata. 

Tiba² ada mahasiswa datang bawa makanan dan itu oleh² ciri khasnya daerahnya. Ga banyak kata, dya cuma bilang untuk ku saja. Kala itu sedang riweh jadi ga tau kalo dya ternyata duduk lama menunggu. Aku mikir ya, kenapa dya ngasih makanan? Oh dya habis wisuda, pikirku. Cuman aku ngerasa enggak deket dan biasa aja sama dya pas ngobrol, ngelayanin, nyariin buku yang dicari. Karna udah kewajiban dan tugasku gitu jadi ya dilakuin seperti biasa, tidak ada yang spesial. Entah ybs calon psikolog atau gimana jadi bisa membaca body language-ku. Entah lah. 

*dari dya aku belajar bahwa "apa yang kita lakukan biasa, bagi orang lain bisa jadi luar biasa".


Pas lagi mainan hape, ada WA dari mantan anak magang, ngabarin intinya ibunya meninggal. Sedih banget karena lumayan akrab sama dya, pas wisuda juga ibunya sempet foto di tempat kerja. Yang bikin haru adalah ternyata dya ngabarin aku duluan dibanding temen²nya. Ngebayangin dulu pas ibuk meninggal aja, boro² bisa ngabarin orang, yang ada pikiran blank. Jujur, terharu banget, se-nganggep itu dya ke aku. 

*dari dya aku belajar, "hal tulus yang dilakukan akan sampai di hati yang mampu menghargai".


Pas lagi cuti, ada mantan anak magang yang lain chat, tanya apakah akuu cuti? Ternyata dya main ke tempat kerja dan udah bawa roti. Dya tinggal di bandung. Pikirku ya udahlah ya karna memang aku juga lagi cuti dan ga bisa ketemu. Dya hanya tanya kapan aku masuk dan diluar dugaan di hari yang aku masuk itu dya datang sambil bawa roti (lagi) ngasih ke aku. Sepertinya dya memperpanjang waktu supaya ketemu aku. Terharuuu.. 

*dari dya aku belajar, "tidak harus menjadi besti supaya dihargai".


Cerita sama pas aku cuti, ada chat dari anak magang yang baru. Ia bertanya aku masuk kapan? Dya mau bawa kue, gitu. Awalnya aku ga ngeh, ya bawa aja kalo mau bawa (pikirku). Ternyata enggak sesimpel itu, ternyata dya ulang tahun dan memang pingin ada aku, jadi pas ngasih kue itu dya memastikan aku sudah masuk kerja. Padahal banyak temen disana cuma dya pingin aku makan kuenya. Ya Allah, rejekiMu luar biasa 

*darinya aku belajar, "hargai apapun effort orang lain, karena sosokmu sangat ia hargai"


Bagi kita mungkin hal biasa, siapa sangka itu menjadi hal istimewa bagi orang lain. Bagi kita itu sebuah tugas, siapa sangka itu yang membekas. Sadar 

Sadar tidak semua orang dikasih kesempatan seperti ini, so syukurilah dan tambahlah menjadi orang tulus dan baik. Lupakan tentang feedback apa yang seharusnya diberikan, dll. Jadilah orang baik saja, TITIK. Satu hal yang perlu ditekankan bahwa tidak semua orang pandai melihat keindahan warna pelangi, so tetaplah menjadi baik karna kebaikan itu yang mengundang kebaikan yang lainnya. 

Alhamdulillah.. 


Cintailah dirimu sendiri dulu

Aku perhatikan kamu sekarang lebih happy, lebih tenang, lebih chill, ringan langkah, tidak spaneng lagi?, tanya diri ke cermin. Iya akhirnya aku berhasil cut off orang-orang yang bikin lelah. Aku selama ini kelelahan namun aku belum menemukan jalan keluar so hidup isinya capek dan capek. Capek fisik bisa istirahat namun kalo capek hati dan fikian? oh sungguh keadaan yang tidak ingin aku ulang. Paet. Beda banget lho kamu saat ini dengan yang kemarin2. Saat ini terlihat lebih fresh, dan enteng aja gitu hidupnya. Baru sadar aku, ternyata masalahmu sengaruh itu terhadap performan dirimu, ucapku.

======

Sudah saatnya kita harus menyayangi diri sendiri melebihi apapun, lebih memprioritaskan kebutuhan diri sendiri, lebih peduli, lebih menghargai, dan tentunya beri batasan untuk interaksi dengan orang lain. Mari berbuat baik, namun jangan berlebihan sehingga kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri yang berujung kamu kepater, ga bisa gerak namun terus2an menderita.

Definisi berbuat baik itu yang saling support, saling menghargai, saling bantu namun sesuai kadarnya, tidak berlebihan. Nah kondisi ini yang sehat dan perlu untuk dipertahankan. Sebaliknya jika kondisinya kok bikin kita sakit hati, capek, harus mengalah terus2an, dan hanya dimanfaatkan saat butuh maka cut off saja, TITIK.

Hiduplah seperti kamu sedang hidup, bukan hidup segan matipun tak mau. Berada di bawah bayang2 kebaikan orang memang tidak enak, namun akan parah lagi jika kita menjadi orang yang serba tidak enakan. Mau ini itu ga enak, takut menyakiti dst. Lantas apa kabar perlakuan mereka seenaknya aja ke kita? masih diam saja? masih terima? Wah dzolim sama diri sendiri itu.

Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita kok, boleh membantu tapi jangan sampai menjadi gila. Biarkan orang lain bertanggung jawab terhadap pilihannya. Semua ada konsekuensi dari sebuah pilihan, pun sama kita akan menjadi tidak berharga jika kita terus2an meladeninya.

Mari normalisasi mencintai diri sendiri dan berbuat baik sewajarnya ke orang lain. Bukan sebaliknya berbuat baik sama orang lain all out namun denial sama perasaan diri sendiri kalo sudah muak atas perilaku orang lain. Orang lain memperlakukan seenaknya itu karna kitanya mengijinkan loh. Coba kita tegas, maka orang akan segan memperlakukan kita semena2.

Yang sudah berlalu biarlah menjadi pelajaran, tutup buku. Sekarang waktunya buka lembaran baru dengan diawali meminta maaf sama diri sendiri karna sudah secuek itu. Percaya deh setelah itu, hidupmu akan tenang dan ringan langkahnya ketika kita mampu tegas sama orang lain. Buat batasan yang jelas sehingga orang lain tidak akan bisa mengusik kedamaian kita.

Jika mereka drama, tinggal aja ga perlu kita larut dalam skenario ibanya. Pasang tembok tinggi untuk menghalangi mereka menarik kita masuk dalam drama yang mereka ciptakan sendiri. Hidup mereka adalah tanggung jawab mereka, ga ada urusannya dengan kita. So, love your self, first!

Perkataan psikolog apa yang membuatmu move up?

Dya baik, tapi bukan orang yang baik buatmu

Ada banyak POV dari kalimat ini, bisa untuk pasangan, sahabat, tetangga, maupun teman. Ya di kehidupan yang penuh dengan transaksional ini, nyatanya kita harus pandai supaya tidak menjadi bod*h dan dimanfaatkan orang lain. Come on berbuat baik sewajarnya saja, ga perlu effort yang berlebihan, ga akan ada artinya juga kok segala pengorbananmu, so sebatas baik aja, TITIK. Ingat, jenis manusia yang hadir di hidupmu itu hanya ada 2,yakni BUTUH atau BETAH.


Kamu mengira ia berubah? No, kamu hanya belum mengenalnya

Ketika kamu masih bersamanya bisa jadi mengira dya adalah the one, orang yang paham setiap POV mu, orang yang menyiapkan seluruh tenaganya untukmu. Woooee banguuun, turumu kesoren. Nyatanya ga ada satupun manusia yang  mampu mengenal karakter manusia yang lain sepenuhnya, kenapa? ya karena manusia itu dinamis dan mudah berubah. Kita sering terjebak kecewa dengan orang terdekat lantaran berubah sikapnya. NO. Bukan, bukan ia yang berubah tapi kita yang denial dan pura² ga peka kalo sebenarnya asli dya ya seperti ini. Mengecewakan bukan? 


Tidak ada yang minta kamu setuju dengan pilihannya

Ketika lawan bicaramu hidupnya penuh drama, dan makanan sehari-harimu adalah mendengarkan dan diminta mengomentari drama yang itu-itu saja, sedangkan itu tidak masuk akal sehatmu, logikamu bahkan velue-mu. So, apa yang terjadi? ya, kamu akan gila perlahan karena kelelahan akibat bentrok dengan diri sendiri. Ketika kamu tidak setuju dengan jalan yang dipilih oleh rekanmu, kamu boleh mengungkapkan bahkan menasihati jika diperlukan. Namun, jika ybs tidak mau tau dan tidak mau menerima masukanmu maka itu bukan lagi tanggung jawabmu. Membantu boleh, berbuat baik harus namun jangan sampai kamunya yang kerepotan, kesusahan, bahkan mentalmu yang dipertaruhkan. So just let it be.


Sebanyak apapun ceklis akan tetap nothing jika dya tanpa progres

Kamu mengira orang yang sedang dekat denganmu adalah calon jodohmu dikarenakan banyak ceklis yang masuk dalam kriteriamu. Namun dya stag, no action, dan hanya menimbulkan tanya. Sedangkan umur terus berjalan dan bertambah. Hal yang harus kamu yakini adalah, orang yang cocok buat jodohmu saat ini adalah orang yang tidak bingung dengan dirinya sendiri. Sudah selesai dengan segala luka masa kecil, sudah stabil mental dan material, dan tidak lagi ada niatan untuk bermain-main.


Seumur hidup itu lama, plis utamakan kesehatan mentalmu

Dalam kehidupan rumah tangga tentunya kita menginginkan hidup harmonis dengan pasangan, orang tua, mertua, ipar dan seluruh keluarga. Pertanyaannya adalah, apakah kamu sanggup hidup berdampingan dengan mertua ataupun ipar yang belum selesai dengan diri mereka. Jika kamu ingin mencoba maka persipakan mentalmu karena case ini akan menjadi salah satu cobaan dari rumah tanggamu yang sudah sejak awal terdeteksi. Apakah kamu yakin pasanganmu akan selalu ada di pihakmu? sedangkan yang trouble adalah orang tuanya dan saudara kandungnya. Pilihan ada di tanganmu, bersama tapi toxic atau berpisah tapi kamu sehat.


Kamu baik, kamu peduli tapi kamu tidak dihargai. For what? 

Di akhir zaman ini kita harus tega sama orang lain yang hadir di hidup kita sebagai parasit. Cut off saja mereka untuk kehidupan kita yang damai dan sejahtera. Ketika kebaikan tidak lagi ada harganya, maka sadari bahwa ia bukanlah orang yang tepat menerima kebaikan kita. Punsama ketika effort kita dianggap angin lalu maka segeralah balik kanan dan berikan effortmu kepada orang yang tidak buta warna sehingga ia mampu melihat indahnya pelangi.


Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger