Tidak pernah terbayangkan rasanya asanya ada di fase ini, ya sebuah fase lega selega-leganya karena bisa tegas sama diri sendiri untuk cut off orang terdekat yang menjadi sumber toxic. Ga pernah kebayang akan bisa karena cut off orang yang biasa bersama kita dan masih harus bersama itu sangat tidak mudah. Banyak pertimbangan ini dan itu akhirnya diri sendiri yang kalah.
Namun semua ga ada yang ga mungkin ketika kita meminta pertolongan Allah. Bawa hal tersebut ke hadapanNya dan pasrahkan semua ini kepada solusi terbaikNya. Dan Allah memberikan jawaban sertakan solusi yang ajaib, yang ga pernah nyangka bisa melaluinya.
Hari² terasa lebih feel free, berasa 80% bebas sehari² hilang dan yaps im happy right now. Alhamdulillah Terima kasih Allah atas semua bantuanNya, sungguh diri ini orang lemah dan tak berdaya.
Hey you versi terbaru,
Welcome to new chapter, new life, and new story. Bye² rasa ga enakan, chill aja dengan semua yang akan terjadi, tak perlu ovt berlebihan, dan yang jelas lebih cintai dirimu sendiri. Cukup sebatas hubungan baik dengan orang lain, no more. Tak perlu lagi menjadi "pahlawan" di hidup orang lain, menjadi call centre 24/7, dan cukup menjadi bodoh karena memiliki space toleransi yang tinggi akan kelakuan temenmu. Hm
Hey you, hatimu terbuat dari apa kok segitunya bisa sabar menghadapi teman yang datang hanya karena butuh? Mengiba jika sedang dilanda nestapa, cerita dengan segala prank² nya yang bikin capek hati karena bertentangan dengan nuranimu. Ah cukup ya bodohnya.
Kamu punya banyak sekali teman, sehingga kamupun bisa membandingkan dan menyimpulkan teman seperti apa yang kayak kamu jadikan teman. Aku tau, sikap tegas ku ini didasari karena kamu udah ga kuat kan? Udah konsul ke psikolog pula. Fix ga ada manfaatnya lagi kamu temenan sama orang yang modelan gini. Yaps seperti yang temen² mu bilang, kamu hanya dimanfaatkan.
Ya apapun itu , aku tau pertimbanganmu panjang untuk ada di fase ini, but aku hargai ini. Jadikan pelajaran sebesar besarnya ya. Dya ga worth it untuk kamu jadikan teman. Kenapa? Dya ga ada empatinya sama sekali dengan keadaanmu, egoisnya sangat tinggi yahh maunya dimengerti, dan aku rasa kamu tidak akan setegas ini jika tidak ada pemicu yang lain. Kenapa bisa begitu? Yaps aku kenal kamu, kalo hanya sebatas ini mah biasa aja buatmu. Bukan hal yang besar.
Lantas hal besar apa yang buatmu "yaps waktunya"? Ya saat kamu tidak lagi dihargai. Oke dya memanfaatkanmu tapi hal yang tidak bisa kamu tolerir lagi adalah dya tidak menghargaimu. Almost di keadaan yang kamu sedang asyik²nya cerita, dya malah pegang hape sambil balesin chat orang lain sambil senyum² dan ga ngedengerin ceritamu. Hal ini berlawanan dengan dirimu yang sangat menghargai orang lain. Yaps kamu merasa harga dirimu terluka.
Selain itu, hobi tidak balas chat dengan alasan lupa, sibuk, dst sedangkan chat itu penting. Ini terjadi karena kamu bukan lagi prioritasnya, tidak lagi bisa dimanfaatkan. Gongnya lagi dya itu sudah baca chatmu kan cuma centang birunya di non-aktifin. So, ini jadi beberapa alasan yang buatmu bulan untuk putuskan cut off dya dari hidupmu. Dan finally keputusanmu tepat. Kamu jauh lebih baik, happy, bebas dari beban cerita toxic, waktumu tidak terbuang percuma dan yang jelas kamu ga jadi korban prank² terus²an.
Selamaaaat, ada akalanya memang di kehidupan ini kita harus belajar dari kesalahan. Meskipun sangat melelahkan ya, bertahun² harus perang dengan diri sendiri untuk bisa lepas dari jerat orang toxic ini. Well, congrats, kamu hebat karena mampu sadar untuk keluar dari lingkungan tak sehat ini. Kamu kuat karna menahun bertahan mencari cara untuk bisa menjauh dari keadaan yang menyesakkan dada ini. Kamu luar biasa biasa melawan rasa denialmu bahwa dya bukan lagi teman yang baik untukmu, dya baik namun bukan dijadikan teman baik untukmu. Kamu istimewa karena mampu tetap bersikap profesional dan memisahkan dengan urusan personal. Selamat yaa
0 comments:
Post a Comment