Entradas populares

Gentian peran

Sangat kaget mendengar penuturan secara runtut dari orang yang barusan aku cut off tentang rasa sakit hatinya dya lantaran orang yang selama ini dya bantu ga mau gantian. Semacam mirroring bahkan semacam di roasting. Ya dya katanya sudah cut off temannya yang ga tau diri itu. 

Menariknya apa yang dya rasakan adalah apa yahg juga aku alami. Ya, semacam lingkaran setan. Ketika dya menceritakan dramanya ini dan itu, dalam hati hanya bisa ketawa karena merasa aku di roasting, karena mirip rasanya menghadapi orang yang ga tau diri, orang egois, orang sombong, orang yang maunya dapat validasi, orang yang berlawanan dengan kita.  Ya aku menghadapinya, sedangkan ia menghadapi temannya itu. Walo warnanya beda namun ada benang merah yang sama. 

Secara singkatnya, aku merasa dapat validasi dari kisahnya bahwa cut off ku selama ini dengan dya adalah exactly best dessicion, no debat. Ga ada hal menarik yang harus menjadi pertimbangan untuk tetap berteman sebaik dulu karena tidak imbang. Ia dengan drama egoisnya dan aku dengan pemikiran bahwa pertemanan itu bisa "saling".

Dampak cut off adalah feel free, dan ketika dya mencoba masuk lagi dengan dramanya mengingat tidak ada lagi orang yang ia percayai maka yang ada adalah auto pasang kuda². Sebagai manusia biasa, ketika dya bercerita tentang dramanya, maka sekedar menanggapi sewajarnya, yang jelas minta perlindungan Allah untuk dijauhkan dari dya dalam segala sisi. 

Kadang kita terjebak dalam keadaan, kita ga bisa 100% cut off karena ada lapisan profesional, saudara, ataupun yang lainnya. Yang bisa dilakukan adalah buat pagar setinggi mungkin untuk tidak larut dalam drama kolosalnya. Sudah cukup segala kebaikan yang sudah diberikan, meskipun tidak pernah dihargai kan. So, jadi pinter deh. Cukup kemarin² jadi manusia denial. 

Jika siapapun itu baik, maka dya akan menghargai kita bukan memanfaatkan kita. Bahkan mentang² kita baik justru semena². Dan itu yg dya terima dari temannya. Berasa "karmanya" dibayar lunas secepat itu sama Allah. Jadi ketika dya cerita dengan segala POV nya yang bak malaikat itu, aku hanya sesekali ketawa dalam hati, senyum geli bahkan mengumpat dalam hati, bisa² nya dya merasakan apa yang aku rasakan secepat itu. 

Jika ditarik ke tanah etika maka apapun dan siapapun yang sudah membantumu, maka hargailah. Jika kamu ingin punya teman yang awet, menghargai atas effort orang lain adalah hal wajib. Menghargai itu luas ya, jadi ga serta merta terbatas pada membalas effortnya namun ada yang hal sederhana yang bikin awet pertemananmu yakni "hadirmu".

Yakali kamu sudah dikasih solusi temenmu, sudah didengarkan cerita ga pentingmu, sudah dikasih waktu berharganya temanmu tapi kamu PEK*K ga bisa gantian tapi malah ketika temanmu cerita, kamu malah asik chatingan sama entah pacarmu ataupun orang lain sambil senyam senyum ga jelas itu. Sedangkan temanmu sudah mengusahakan waktunya untukmu. Ya mana ada orang yang betah sama kamu. Jika sekarang kamu merasakan hal menyebalkan itu ya tak ucapin selamat..  

Cukup rasanya punya teman sepertimu, jika 100% bisa cut off pasti itu yang akan aku pilih, so piye rasane ndue konco sing ga punya toto kromo? Menyenangkan kan? Kurang lebih begitulah gambaran menghadapimu yang penuh dengan keegoisan, muak kan? Ya kurang lebih begitulah ya gambarannya. Jadi sekarang paham kan kenapa aku memilih ga ingin tau tentang kehidupanmu? Ya kali kamu ga tau? Atau kamu benar² ga tau? Ya udah kalo ga tau tak bisiki aja sini,.. .... " "aku muak dengan dramamu"... 

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger