Entradas populares

Tentang Ujian, Takdir, dan Pimpinan NPD

Obrolan setahun sekali waktu liburan Idul Fitri tiga orang sahabat selalu update tentang kisah asmara, keluarga, dan pekerjaan. Part keluarga dan asmara diantara mereka mirip jadi ga terlalu ada yang paling signifikan. Namun part pekerjaan ada yang sangat njomplang alias aneh sendiri. Satu diantara mereka memiliki pimpinan yang NPD. Saking hafalnya, kedua rekannya hanya bisa menghela nafas dan menguati satu temannya tersebut.

Suka melihat orang sengsara

NPD sangat menyiksa jika dimiliki oleh seorang yang memiliki jabatan. Ia tidak tau bahwa sifat buruk bin dajjalnya itu menyiksa anak buahnya. Bagaimana tidak, ia akan happy jika ada anak buahnya yang sengsara. Ga jarang justru ia yang suka mengumbar aib dari anak buahnya. Terlihat ga masuk akal, namun jika dari kita ketemu langsung dan berhadapan sehari-hari maka kalimat-kalimat ini akan relate sekali.

Jiwa manipulatif akut

Seorang pemimpin harusnya bertanggung jawab terhadap mobilitas dari organisasi yang dipimpin, baik buruknya. Se-salah apapun anak buah, maka ia harus backup dan sadar diri bahwa ada something wrong nih di era kepemimpinannya. Namun di jiwa pemimpin yang NPD maka ia hobi melemparkan tanggung jawab dan gemar menyalahkan serta mencibir anak buahnya. Apa itu tanggung jawab, kurang lebih gitu kali ya. Yang jelas ia hanya ingin terlihat bersih dan tanpa cela.

Menjunjung tinggi personil branding

Ia tidak mau terlihat buruk dimata orang lain, meskipun aslinya buruk tapi ia selalu punya cara bagaimana keburukan itu yang melakukan orang lain, bukan dya. Hebat kan....Ia sangat senang mendapatkan spotlight serta atensi publik. Ga segan-segan ia untuk mencari muka ke pimpinan yang lebih tinggi. Emang segitunya ya? Jawabannya adalah YA. NPD suka sekali mendapatkan perhatian entah bagaimana caranya, meskipun sering memaksa dan tidak smooth, namun kita harus sadar di dalam dunia profesional itu berlandaskan asas kepentingan.

Menumbalkan nama orang lain

Tak kalah menyebalkannya berada di bawah pimpinan NPD adalah ia mudah untuk menyebut nama orang lain supaya dya aman. Trik yang dilakukan pimpinan NPD ini biasanya mudah share chat tapi di-crop. Jadi chat yang disebarluaskan hanyalah kalimat yang mendukung argumen dya bahwa kitalah yang salah. Selain hobi share crop chatting, ia juga gemar sapu namanya menggunakan nama orang lain. Apa yang dilakukan pimpinan NPD ini sama juga dengan sengaja mengadu domba anak buahnya demi sapu bersih namanya.


Terlepas dari sungguh menyebalkan pimpinan yang memiliki karakteristik NPD ini, kita juga harus tetep semangat dalam menjalani hidup. Namanya hidup kan, pasti ada saja yang cobaannya. Kalo diantara ketiga orang tersebut, memang ujian sebut saja si A itu di pekerjaannya sedangkan di part2 lain ia sangat surplus alias menyenangkan karena banyak orang yang sayang sama dya.Layaknya yin and yang, hidup akan selalu ada lebih dan kurangnya. Bisa jadi diuji dibagian pekerjaan, sama Allah dilebihkan di hal keluarga, kesehatan, asmara, persahabatan, relasi, dst.

Pesan singkatnya, hadapi permasalahan dengan sewajarnya saja. Nikmati hal yang membahagiakan lainnya. Kita tidak dapat merubah seseorang, terlebih itu adalah karakter. Yang bisa kendalaikan adalah bagaimana sikap kita untuk merespon apapun yang menyapa dalam hidup kita. Tetep semangat dalam menjalani setiap takdir, yakin dan percaya semua ini mengandung hal baik untuk kita.


No Publish, No Problems

Seru ya hidup orang dewasa ini, kitanya yang berprestasi tapi orang lain yang kepanasan. Jangankan apresiasi, yang ada gimana caranya informasi baik ini jangan sampai ada orang yang tahu, begitulah kurang lebihnya. Ada sebuah kalimat sarkas, "emang kalo anak buahnya berprestasi, lantas pimpinan akan kehilangan harga dirinya?"

Jawaban 1:  Pada umumnya

Harusnya jadi pimpinan itu akan happy bahkan se-happy-happy-nya karena anak buahnya berprestasi. Ya prestasi yang tidak hanya skala lokal, nasional bahkan Internasional. Ketika anak buah berprestasi maka dya juga akan membawa nama baik si pimpinan dan juga tempat kerjanya ke kancah khalayak ramai. Bukankah sama dengan pimpinan dan lembaganya mendapatkan spotlight secara gratis yak? 

Jawaban 2: Anomali

Ketika anak buah berprestasi sama dengan datang ancaman baru, karena namanya akan kegeser si anak buah tersebut. Si anak buah yang dianggap tidak seberapa itu akan dapat spotlight dari khalayak dan dielu-elukan, so yang ada adalah atur strategi bagaimana pikiran jahat dan buruk itu tidak menjadi kenyataan. Berbekal power yang dimiliki, ia punya kesempatan menenggelamkan informasi baik tersebut. "No publish, no problems".


Jadi pimpinan yang mindfulness itu sulit ternyata, ga semua orang bisa. Jiwa pemimpin itu juga harus diasah bagaimana ia harus bijakasana, adil, mengayomi, dan yang sangat penting adalah jiwanya sudah selesai sebagai jiwa karyawan.

Ketika pimpinan kok jiwanya masih karyawan, belum bisa move on jadi karyawan maka ia hanya akan tersandera di wilayah karyawan. Dipikirannya, karyawan akan menjadi musuhnya sehingga prestasi karyawan tak membuatnya happy namun sebaliknya. Pikirannya jika karyawan tersebut berprestasi maka sama juga mengancam karier-nya.

Jika pimpinan tersebut dewasa dan bijak, ia akan sadar bahwa ia adalah pimpinan yang ada di puncak tertinggi di dalam organisasi tersebut, sehebat karyawannya-pun ia tetap karyawan. Jika karyawan kok dianggap rival pimpinan, maka pimpinan tersebut perlu bahkan harus dievaluasi. Ada hal yang janggal dari hal tersebut...

Mengapa hal ini bisa terjadi?
Kadang hal ini adalah bentuk rasa ambisi seseorang menjadi pimpinan, namun ia lupa untuk upgrade jiwa kepemimpinannya. Terkesan menjadi seorang pemimpin itu keren, bakal disegani, pendapatan lebih banyak, punya power, dst. Enak ya kesannya?

Menjadi pemimpin yang amanah itu tidak mudah, tantangannya banyak, sikap bijaksana harus dikedepankan, dan ego harus ditekan. Ga lucu kan punya pemimpin yang masih memiliki jiwa karyawan, baperan, manipulatif, menyalahgunakan power, dst.

Hal baik untuk selalu direminder-kan untuk kita semua adalah bahwasanya semua ada masanya. Pimpinan yang sengaja menyalahgunakan power untuk kepentingan perutnya dengan mode playing victim juga akan tiba masanya dimintai tanggung jawab kok. Jika tidak di dunia ya besuk di pengadilan akhirat.

Adakalanya, yang melelahkan saat bekerja itu bukan pekerjaannya namun pimpinannya. Ketika capek mengerjakan tugas, maka istirahat sejenak dapat melemaskan otot yang sempat tegang. Namun jika capek karena menghadapi pimpinan yang memiliki karakteristik NPD maka tidak bisa cukup dengan  makan maupun istirahat sejenak.


Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger