Jangan-lah risau, aku baik-baik saja,
Cukuplah kita bersikap dewasa atas apa yang menjadi kehendak semesta,
Belajar menerima segala takdir dengan tangan terbuka,
Memberikan hati dan langkah kita semakin legawa.
Aku dan kamu tidak bisa menjadi kita,
Bukan berarti akhir dunia,
Ingat, hidup tidak tentang kita,
Namun tentang siapa yang mampu menerima perannya.
Masih ingat bagaimana sorot matamu,
Masih melekat bagaimana cerianya dirimu,
Bahkan masih terngiang bagaimana renyahnya tawamu,
Tapi yang disisimu bukan lagi aku.
Dunia ku akan terus berjalan,
Walo kita tidak bisa beriringan,
Sedih beserta tanda tanya-nya sudah aku lepaskan,
Demi ketenangan di masa depan.
Genggamlah tangan dan hatinya,
Yang sudah menjadikanmu dunianya,
Buang dan tutup semua angan² masa muda,
Cukup jalani dan nikmati hidupmu dengannya.
Lantas bagaimana kamu?, tanyamu,
Aku? Aku akan melanjutkan hidupku,
Bagian hidup yang sudah menjadi jalan takdir perjalananku,
Tak perlu risau, kau dengannya dan aku dengan segala takdir terbaikku.
Sederhana hal yang membahagiakanku,
Cukup bersikaplah dewasa, jangan kaku,
Aku menghargai hidupmu, pun sama kamu menghargai proses ku,
Do'akan saja, kelak aku menemukan penyempurna jiwaku, meskipun itu bukan kamu.
0 comments:
Post a Comment