Aku perhatikan kamu sekarang lebih happy, lebih tenang, lebih chill, ringan langkah, tidak spaneng lagi?, tanya diri ke cermin. Iya akhirnya aku berhasil cut off orang-orang yang bikin lelah. Aku selama ini kelelahan namun aku belum menemukan jalan keluar so hidup isinya capek dan capek. Capek fisik bisa istirahat namun kalo capek hati dan fikian? oh sungguh keadaan yang tidak ingin aku ulang. Paet. Beda banget lho kamu saat ini dengan yang kemarin2. Saat ini terlihat lebih fresh, dan enteng aja gitu hidupnya. Baru sadar aku, ternyata masalahmu sengaruh itu terhadap performan dirimu, ucapku.
======
Sudah saatnya kita harus menyayangi diri sendiri melebihi apapun, lebih memprioritaskan kebutuhan diri sendiri, lebih peduli, lebih menghargai, dan tentunya beri batasan untuk interaksi dengan orang lain. Mari berbuat baik, namun jangan berlebihan sehingga kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri yang berujung kamu kepater, ga bisa gerak namun terus2an menderita.
Definisi berbuat baik itu yang saling support, saling menghargai, saling bantu namun sesuai kadarnya, tidak berlebihan. Nah kondisi ini yang sehat dan perlu untuk dipertahankan. Sebaliknya jika kondisinya kok bikin kita sakit hati, capek, harus mengalah terus2an, dan hanya dimanfaatkan saat butuh maka cut off saja, TITIK.
Hiduplah seperti kamu sedang hidup, bukan hidup segan matipun tak mau. Berada di bawah bayang2 kebaikan orang memang tidak enak, namun akan parah lagi jika kita menjadi orang yang serba tidak enakan. Mau ini itu ga enak, takut menyakiti dst. Lantas apa kabar perlakuan mereka seenaknya aja ke kita? masih diam saja? masih terima? Wah dzolim sama diri sendiri itu.
Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita kok, boleh membantu tapi jangan sampai menjadi gila. Biarkan orang lain bertanggung jawab terhadap pilihannya. Semua ada konsekuensi dari sebuah pilihan, pun sama kita akan menjadi tidak berharga jika kita terus2an meladeninya.
Mari normalisasi mencintai diri sendiri dan berbuat baik sewajarnya ke orang lain. Bukan sebaliknya berbuat baik sama orang lain all out namun denial sama perasaan diri sendiri kalo sudah muak atas perilaku orang lain. Orang lain memperlakukan seenaknya itu karna kitanya mengijinkan loh. Coba kita tegas, maka orang akan segan memperlakukan kita semena2.
Yang sudah berlalu biarlah menjadi pelajaran, tutup buku. Sekarang waktunya buka lembaran baru dengan diawali meminta maaf sama diri sendiri karna sudah secuek itu. Percaya deh setelah itu, hidupmu akan tenang dan ringan langkahnya ketika kita mampu tegas sama orang lain. Buat batasan yang jelas sehingga orang lain tidak akan bisa mengusik kedamaian kita.
Jika mereka drama, tinggal aja ga perlu kita larut dalam skenario ibanya. Pasang tembok tinggi untuk menghalangi mereka menarik kita masuk dalam drama yang mereka ciptakan sendiri. Hidup mereka adalah tanggung jawab mereka, ga ada urusannya dengan kita. So, love your self, first!