Entradas populares

Cintailah dirimu sendiri dulu

Aku perhatikan kamu sekarang lebih happy, lebih tenang, lebih chill, ringan langkah, tidak spaneng lagi?, tanya diri ke cermin. Iya akhirnya aku berhasil cut off orang-orang yang bikin lelah. Aku selama ini kelelahan namun aku belum menemukan jalan keluar so hidup isinya capek dan capek. Capek fisik bisa istirahat namun kalo capek hati dan fikian? oh sungguh keadaan yang tidak ingin aku ulang. Paet. Beda banget lho kamu saat ini dengan yang kemarin2. Saat ini terlihat lebih fresh, dan enteng aja gitu hidupnya. Baru sadar aku, ternyata masalahmu sengaruh itu terhadap performan dirimu, ucapku.

======

Sudah saatnya kita harus menyayangi diri sendiri melebihi apapun, lebih memprioritaskan kebutuhan diri sendiri, lebih peduli, lebih menghargai, dan tentunya beri batasan untuk interaksi dengan orang lain. Mari berbuat baik, namun jangan berlebihan sehingga kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri yang berujung kamu kepater, ga bisa gerak namun terus2an menderita.

Definisi berbuat baik itu yang saling support, saling menghargai, saling bantu namun sesuai kadarnya, tidak berlebihan. Nah kondisi ini yang sehat dan perlu untuk dipertahankan. Sebaliknya jika kondisinya kok bikin kita sakit hati, capek, harus mengalah terus2an, dan hanya dimanfaatkan saat butuh maka cut off saja, TITIK.

Hiduplah seperti kamu sedang hidup, bukan hidup segan matipun tak mau. Berada di bawah bayang2 kebaikan orang memang tidak enak, namun akan parah lagi jika kita menjadi orang yang serba tidak enakan. Mau ini itu ga enak, takut menyakiti dst. Lantas apa kabar perlakuan mereka seenaknya aja ke kita? masih diam saja? masih terima? Wah dzolim sama diri sendiri itu.

Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita kok, boleh membantu tapi jangan sampai menjadi gila. Biarkan orang lain bertanggung jawab terhadap pilihannya. Semua ada konsekuensi dari sebuah pilihan, pun sama kita akan menjadi tidak berharga jika kita terus2an meladeninya.

Mari normalisasi mencintai diri sendiri dan berbuat baik sewajarnya ke orang lain. Bukan sebaliknya berbuat baik sama orang lain all out namun denial sama perasaan diri sendiri kalo sudah muak atas perilaku orang lain. Orang lain memperlakukan seenaknya itu karna kitanya mengijinkan loh. Coba kita tegas, maka orang akan segan memperlakukan kita semena2.

Yang sudah berlalu biarlah menjadi pelajaran, tutup buku. Sekarang waktunya buka lembaran baru dengan diawali meminta maaf sama diri sendiri karna sudah secuek itu. Percaya deh setelah itu, hidupmu akan tenang dan ringan langkahnya ketika kita mampu tegas sama orang lain. Buat batasan yang jelas sehingga orang lain tidak akan bisa mengusik kedamaian kita.

Jika mereka drama, tinggal aja ga perlu kita larut dalam skenario ibanya. Pasang tembok tinggi untuk menghalangi mereka menarik kita masuk dalam drama yang mereka ciptakan sendiri. Hidup mereka adalah tanggung jawab mereka, ga ada urusannya dengan kita. So, love your self, first!

Perkataan psikolog apa yang membuatmu move up?

Dya baik, tapi bukan orang yang baik buatmu

Ada banyak POV dari kalimat ini, bisa untuk pasangan, sahabat, tetangga, maupun teman. Ya di kehidupan yang penuh dengan transaksional ini, nyatanya kita harus pandai supaya tidak menjadi bod*h dan dimanfaatkan orang lain. Come on berbuat baik sewajarnya saja, ga perlu effort yang berlebihan, ga akan ada artinya juga kok segala pengorbananmu, so sebatas baik aja, TITIK. Ingat, jenis manusia yang hadir di hidupmu itu hanya ada 2,yakni BUTUH atau BETAH.


Kamu mengira ia berubah? No, kamu hanya belum mengenalnya

Ketika kamu masih bersamanya bisa jadi mengira dya adalah the one, orang yang paham setiap POV mu, orang yang menyiapkan seluruh tenaganya untukmu. Woooee banguuun, turumu kesoren. Nyatanya ga ada satupun manusia yang  mampu mengenal karakter manusia yang lain sepenuhnya, kenapa? ya karena manusia itu dinamis dan mudah berubah. Kita sering terjebak kecewa dengan orang terdekat lantaran berubah sikapnya. NO. Bukan, bukan ia yang berubah tapi kita yang denial dan pura² ga peka kalo sebenarnya asli dya ya seperti ini. Mengecewakan bukan? 


Tidak ada yang minta kamu setuju dengan pilihannya

Ketika lawan bicaramu hidupnya penuh drama, dan makanan sehari-harimu adalah mendengarkan dan diminta mengomentari drama yang itu-itu saja, sedangkan itu tidak masuk akal sehatmu, logikamu bahkan velue-mu. So, apa yang terjadi? ya, kamu akan gila perlahan karena kelelahan akibat bentrok dengan diri sendiri. Ketika kamu tidak setuju dengan jalan yang dipilih oleh rekanmu, kamu boleh mengungkapkan bahkan menasihati jika diperlukan. Namun, jika ybs tidak mau tau dan tidak mau menerima masukanmu maka itu bukan lagi tanggung jawabmu. Membantu boleh, berbuat baik harus namun jangan sampai kamunya yang kerepotan, kesusahan, bahkan mentalmu yang dipertaruhkan. So just let it be.


Sebanyak apapun ceklis akan tetap nothing jika dya tanpa progres

Kamu mengira orang yang sedang dekat denganmu adalah calon jodohmu dikarenakan banyak ceklis yang masuk dalam kriteriamu. Namun dya stag, no action, dan hanya menimbulkan tanya. Sedangkan umur terus berjalan dan bertambah. Hal yang harus kamu yakini adalah, orang yang cocok buat jodohmu saat ini adalah orang yang tidak bingung dengan dirinya sendiri. Sudah selesai dengan segala luka masa kecil, sudah stabil mental dan material, dan tidak lagi ada niatan untuk bermain-main.


Seumur hidup itu lama, plis utamakan kesehatan mentalmu

Dalam kehidupan rumah tangga tentunya kita menginginkan hidup harmonis dengan pasangan, orang tua, mertua, ipar dan seluruh keluarga. Pertanyaannya adalah, apakah kamu sanggup hidup berdampingan dengan mertua ataupun ipar yang belum selesai dengan diri mereka. Jika kamu ingin mencoba maka persipakan mentalmu karena case ini akan menjadi salah satu cobaan dari rumah tanggamu yang sudah sejak awal terdeteksi. Apakah kamu yakin pasanganmu akan selalu ada di pihakmu? sedangkan yang trouble adalah orang tuanya dan saudara kandungnya. Pilihan ada di tanganmu, bersama tapi toxic atau berpisah tapi kamu sehat.


Kamu baik, kamu peduli tapi kamu tidak dihargai. For what? 

Di akhir zaman ini kita harus tega sama orang lain yang hadir di hidup kita sebagai parasit. Cut off saja mereka untuk kehidupan kita yang damai dan sejahtera. Ketika kebaikan tidak lagi ada harganya, maka sadari bahwa ia bukanlah orang yang tepat menerima kebaikan kita. Punsama ketika effort kita dianggap angin lalu maka segeralah balik kanan dan berikan effortmu kepada orang yang tidak buta warna sehingga ia mampu melihat indahnya pelangi.


Meanwhile

"Kamu masih single di usia setua ini?" Sebuah kalimat yang sering orang lain lontarkan dan hanya bisa menjawab dengan senyuman kecut. 

MEANWHILE...

Ada kisah yang tidak dapat ia miliki meskipun di awalnya sudah berusaha mencoba menyelaminya. Kesenjangan diantara keduanya menyadarkan ia untuk mundur. Jiwa insecurenya menyala, sadar kalo dirinya tidak setara, tidak memenuhi unsur bibit bebet bobot. Lantas bagaimana perasaan? Apaaa masih anda tanya perasaan? Wah hancur sekali tentunya tapi realita menyadarkan bahwa come on sadar diri itu jauh lebih bijak daripada memperjuangkan hal yang titik temunya tidak ada. Sisi lain, ada di salah satu pihak yang sudah didesak oleh orang tuanya untuk segera menikah, sudah disiapkan jodoh beserta seperangkatnya. Ya, semua rasa dipaksa dikubur dan dihilangkan. 

Waktu yang diharapkan dapat menyembuhkan dan menutup semua luka nyatanya tidak berjalan seperti angan. Sekuat apapun ia melawan nyatanya rasa yang ia matikan dengan paksa itu tetap ada dan ga akan pernah mati. Lebih dari satu dasawarsa berlalu, nyatanya binar matanya masih sama, energinya masih membara, pancaran wajahnya tidak ada yang berbeda namun lagi² dua insan yang tidak tertakdir bersama hanya mampu memandang dengan anggukan kecil ketika mereka bertemu di sebuah acara yang tak pernah direncana. Sakit memang tapi ini cerita takdir yang harus terjadi. Seraya berdoa semoga ia yang dipilih menjadi pendampingnya mampu memenuhi kebahagiaan jiwanya dan pemenang batinnya. Sebuah pengharapan tulus dari seseorang yang dulu menjadi patner berbagi tawa meskipun dari hal² receh dan sederhana. Close case. 

******

Di belahan bumi lain, ada seseorang hadir di kehidupan yang awalnya hanya sebatas teman dan hingga kini pun tetap teman. Entah di kebetulan yang bentuknya seperti apa, orang yang jarang komunikasi tapi bisa menaruh sebegitunya rasa menghargai, bangga, happy, excited, dan berbagai rasa baik untuk sebuah jiwa. Sadar karena ybs sudah punya ikatan sakral dengan orang lain sehingga membentengi diri supaya tidak offside. Lagi² tidak ada niatan untuk menjalin apapun diluar pertemanan. Namun diluar kendali, dipihak lain justru sangat terlihat saltingnya, happy-nya, dan hebohnya jika berpapasan ataupun bertemu di momen yang tidak pernah sekalipun disengaja. Repeat. 

Ketertarikan adalah hal alamiah di diri setiap orang, dan kita manusia hanya bisa mengontrol respon dari gemuruh yang ada di dada supaya tidak melanggar batas, tidak menyakiti siapapun, dan tidak memberi harapan kepada hati untuk berkhianat. Hal ini adalah bentuk kedewasaan. Do'a adalah bahasa ketulusan yang mengantarkan jiwa menjadi tenang. Penuh harapan kepada Sang Pencipta supaya ia diberikan kebahagiaan dan kesuksesan dalam setiap langkahnya. Karena keberhasilannya adalah sebuah harapan yang selalu disemogakan. Titik. 

******

Sebuah kontemplasi diri, tidak bermaksud mempertanyakan maksud Tuhan dibalik semua cerita ini, namun sisi manusiawi-nyapun bertanya². Ada dua manusia yang hadir di kehidupan yang memiliki kesamaan yakni sama² excited, selalu ngebanggain di depan orang², selalu happy ketika bersama, selalu ceria ketika berbagi tawa,menjadi best patner bertukar semangat namun sama² tidak tertakdir bersama. Terlepas dari rasa tanya ini, semoga Allah memampukan dan memberikan ridhoNya dalam setiap langkah yang dijalani. 



Seni menghargai orang

Nyesek juga ya dengerin orang cerita dimana sahabatnya mulai ngejauhin temenku ini. Sambil nangis² dya bercerita bahwa saat ini sahabatnya yang selalu ada buatnya sudah berubah dan membatasi komunikasi, walo hubungannya masih baik. Chat masih fast respon, telpon masih diangkat, ngobrol masih asik, namun ada yang berbeda, katanya. Dari ceritanya, kita dapat belajar supaya tidak telat menghargai orang yang selalu ada buat kita, so koreksi diri! 

**********

Kita adalah jenis makhluk Tuhan yang sangat sibuk. Sibuk kerja, organisasi, ghibah, scroll tiktok, bahkan sibuk untuk beristirahat alias tidor. Nah, diantara sejumlah kesibukan itu, kita pasti ada konflik, masalah, bahkan drama yang kadang kala membutuhkan orang lain untuk sharing. 

Paham sih, ga smua orang akan ada untuk kita dan mau menanggapi drama hidup kita ini. Yaps, syukuri aja dah jika kamu sudah punya orang itu di hidupmu. Yakali kamu mau sia²in gitu aja. Rugi kamunya tauuu.. 

Hanya saja manusia itu egonya tinggi, mentang mentang udah punya temen yang selalu nanggapi drama hidupnya lantas seenaknya aje memperlakukan orang tersebut. "Ah gpp, dya baik kok chatnya ga aku balas, ah santai aja toh dya paham aku kok, dan ah gpp yang ke seribu kalinya".

Loh ente siape? Ngerasa karna udah punya orang yang selalu mau dicurhatin segala drama hidupmu lantas kamu seenaknya aja ya? Wah² kamu lagi percobaan bun*uh diri ya? Manusia itu ga ada yang seselo itu kali. Jika dya ada buatmu selama ini ya karna dya memang baik tapi bukan berarti bisa kamu perlakukan seenaknya. 

Kebiasaanmu adalah chat panjang x lebar JIKA lagi ada masalah, dibalaslah dengan segala solusi dan jalan keluarnya, REPEAT 1000x. Namun kamu terlena dengan kebaikannya dan "mengusir" dya dari hidupmu melalui banyak cara yang kamu ga sadari. Saat dya pingin curhat balik, kamu sibook mainan HP. Yakali dya lagi seru curhat, kamu senyam-senyum sendiri sambil liatin HP, REPEAT. Belum lagi jika kamu lagi ga mood, balas pesan bisa ganti hari dengan alasan ini itu, REPEAT. 

Mungkin lawan chatmu masih stay ada untukmu, tapi lagi² dy manusia biasa lho yang punya segala keterbatasan. Jika dya manusia bijak, dya justru akan pelan² mengurangi intensitas komunikasi denganmu. Kenapa? Dya mencintai dirinya sendiri, dya menghargai dirinya sendiri, dan dya merasa sudah tidak diperlukan lagi. Orang bijak ini masih berusaha menjalin hubungan baik denganmu tapi tidak lebih dari hubungan baik. Keep semua cerita yang pernah ia dengar tentangmu dan balik kanan. 

Hahahaha siapa yang rugi kalo di situasi seperti itu? Ya kamu lah, mosok dya? Sederhana tapi sering manusia lupakan yakni menghargai orang lain saat bersama kita. Kalo kamu sedang ada di posisi ini maka hal yang harus kamu evaluasi adalah ego dirimu. Apakah aku egois curhat kalo butuh saja? Apakah aku selalu merepotkan dya tanpa memikirkan keadaan dya? Dst. 

Nasi sudah jadi bubur, ambil pelajarannya saja! Next jika kamu punya teman baru, jangan perlakukan dya seperti ini. Jangan selalu ingin dimengerti, dan jangan selalu seenaknya. Orang lain punya kesibukan, punya masalah, punya beban hidup yang bisa jadi berlipat² darimu. Nah jika manusia tersebut masih menyisihkan waktu untuk mendengarkan segala dramamu, harusnya kamu syukuri. Harusnya sih!!! 

*********

Hah capek juga ya ada di situasi temannya itu. Intinya hargai siapapun yang sudah ada buat kita sebelum semuanya berubah. Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita, pun sama kebahagiaan kitalah yang harus kita utamakan. Orang lain akan selalu menjadi orang lain so biasa saja dalam berkawan, sewajarnya saja supaya tidak ada beban yang membebani satu pihak. Dan mari belajar tanggung jawab atas hidup kita, telan saja semua pil pait yang ada, sesekali ingin muntah gpp namun jangan korbankan orang lain untuk menanggung hal tidak mengenakkan tersebut. Mari sayangi diri setinggi mungkin hingga tidak ada yang bisa menjatuhkan diri kita. Love self more please, so important! 


Korban dari kebaikan diri sendiri

Wah hidup ini sungguh amazing ya, ada aja cerita dan kisah yang harus terjadi dan menghampiri di kala hidup sedang damai²nya. Ya menjadi korban dari kebaikan diri sendiri. Senjata makan tuan, tapi konteksnya adalah dalam hal baik bukan jahat. 

Ternyata oh ternyata kita itu tidak boleh terlalu baik sama orang. Dulu mikirnya, kalo mau baik ya baik aja, ga usah mikir². Eng ing Eng, siapa yang pernah jadi korbannya? Awalnya menganggap selalu ada buat orang lain adalah bagian dari sebuah pertemanan bahkan boleh dibilang balasan dari kebaikan yang sudah ia berikan. Nyatanya wadidaw.. 

Plis berbuat baik sewajarnya saja, stop selalu ada buat orang lain. Jika kamu bertemu dengan orang yang tepat maka selalu adamu akan membahagiakan. Namun jika bertemu dengan orang yang kurang tepat, jatuhnya kamu makan ati sendiri. Memang manusia tidak ada yang sempurna, termasuk kita dan mereka semuanya. Cuma kalo mentalmu dipertaruhkan hanya karna kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri apa masih mau dilanjutkan? 

Batasan diri itu penting buat siapapun dalam kondisi apapun, supaya apa? Supaya kita dihargai. Bukan berarti jika orang itu baik dan selalu ada lantas seenaknya saja diperlakukan. Datang dengan dramanya -- dikasih solusi -- balik lagi ke orang yang buat drama-- kembali berdrama-- minta solusi-- REPEAT until the end. 

Atas nama menjaga hubungan yang sudah terjalin baik, apakah iya kamu mau jika menjadi wadah sampah emosi begitu lamanya? Sepertinya inget nomermu kalo ada masalah deh, so jangan GR kalo kamu dichat oleh temenmu terus menerus. Bisa jadi dya ga punya temen sebaik kamu, makanya dya kalo ada apa² larinya ke kamu. Waktu dan tenagamu tersita sekali pastinya untuk meladeni segala macam dramanya. 

Belum lagi kalo kami harus terseret dalam drama yang berlawanan dengan logikamu, pikiranmu, akal sehatmu, bahkan value hidupmu. Yang ada hanya bentrok dengan diri sendiri. Yang kalah siapa? Mental dan psikis yang kelelahan dan dipertaruhkan? Dya? Oh dya baik² saja, happy² saja, bahkan saking happy-nya pas ga butuh kamu, chatmu pun bisa jadi ga lagi penting. Jadi jangan sakit hati, jika chatmu ga di balas karna dya lagi ga butuh kamu. 

Nah, jika demikian yang terjadi maka dya sama dengan sedang membukakan pintu untukmu keluar dari hidupnya. Plis pintar dikit ya, dya sudah tidak butuh kamu. Jika pintu terbuka lebar, yuuk segeralah keluar dan tutup rapat reset bounderiesmu. Hargai dirimu lebih dong, sayangi mentalmu sebanyak² nya. Jika kamu ketemu dengan orang yang tepat, maka kebaikanmu pasti akan dihargai, tidak disepelekan. Yakali mau terus²an diperlakukan seperti ini. 

Yuk ambil sikap, kamu berharga jika kamu mampu menghargai dirimu sendiri. Sudah cukup yang kemarin², tutup buku ceritanya, fokus sama kebahagiaan diri sendiri, dan maafkanlah dirimu sendiri karena sudah terlalu abai dan malah ngutamain kebahagiaan orang lain. Gimana rasanya? Nggonduk to.. Hihi selamat yaa.. 

Tak ada yang kebetulan di muka bumi ini, termasuk setiap kejadian yang menyapamu. Terimalah dan ambil pelajaran sebanyak²nya. Satu diantaranya bersikaplah sewajarnya sama orang lain, titik. Jika kamu masih ngeyel dan mengatasnamakan "dulu dya tidak seperti ini kok". Heeeey jemuran kering, kamu itu hanya belum mengenal dya, yang kamu tau hanya sekilas saja. Aslinya dya ya seperti ini kok. Paham sampai sini? Paham dong masak enggak paham sih. 

Reset your bounderies, tetep jadi orang baik yang tau batas dan kadar baik untuk orang lain, sayangi diri sendiri melebih siapapun, penderitaan orang lain bukan tanggung jawab kita, hempas orang² yang hadir hanya membuat kita penat dan lelah. Wes gedhe, kudune iso mikir ndi konco sing apik, ndi konco sing ketoke apik. Rasah sumelang, ijeh okeh konco sing tepat nggo koe. All is well. 

Reset your bounderies

Setiap orang itu punya sampah, dan kita harus bisa mengeluarkan sampah itu supaya hidup lebih lega dan ringan. Permasalahannya banyak orang yang ga sadar atau memang ga mau sadar hobinya nyampah di hidupnya orang lain. Curhat, cerita, nyari validasi, dan sejenis aktivitas untuk memuaskan egonya. 

Muak gasih ndengerin orang pamer beli ini itu tapi utangnya dimana². Pinjemannya ada di setiap lembaga penyimpanan uang. Diperparah dengan kelakuannya yang hobi memalsukan laporan keuangan. Parah emang tapi manusia lain ga bisa ngatasi, nasihat dan teguran udah ga mempan, udahlah kita serahin sama Allah SWT aja. 

Capek gasih jika tiap hari harus mendengarkan orang update tentang pencapaian hidupnya. Jumlah uangnya, mobil barunya, gadget barunya, perhiasan mewahnya, dan jenis pencapaian lainnya yang orang lain itu juga bisa memilikinya lho. Seolah hidupnya paling wow, paling keren sehingga kisahnya harus di dengar dan diapresiasi. 

Gile ga sih, bertahun² jadi selingkuhan tapi sekarang ngerasa jadi korban karna ngerasa hanya dimanfaatkan? Lah selama ini kemana bang? Apakabar perasaan pasangan selingkuhan selama ini? Apa kamu pernah berpikir dan menukar posisi, jika kamu menjadi pasangannya selingkuhanmu? Udah lah bang akui saja, kamu hanya denial dan mencari cara untuk membenarkan perbuatanmu sehingga kamu ga ngerasa salah² amat kan. 

Tega gasih, kamu yang nangis² curhat dengan segala kisah dramamu, tapi di situasi yang lain kamu suka nyuekin temenmu yang mana selalu ada buatmu ketika kamu down. Ya nyuekin ketika dya curhat, tapi kamu malah asik mainan HP sambil senyum² kayak kuda. Mana ceritanya lagi seru²nya, kan aneh tiba² lagi curhat menggebu² trus kicep diem. Yaudeh bablasin aja curhatnya walo ujungnya kamunya tep chatingan sama orang lain yang mungkin kalo kamu ga balas chat dya, dya masuk IGD. 

Sejatinya kita tidak tercipta untuk menjadi menenang hidup orang lain. Biarkan sejak mereka belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri. Hidup ini ada hukumnya, jika tidak ditemui di dunia ya besuk di akhirat. So simpel. Jika hidup kita direcoki orang² maka tanya pada dirimu, mau sampai kapan? apakah masih kuat bertahan? Jika sudah tidak bisa bertahan ya udah lepasin orang² yang tidak sejalan dengan pikiran kita. 

Reset your bounderies untuk menciptakan harmoni di hidupmu. Jangan sampai toxic² itu mempengaruhi hari²mu. Berkawanlah sewajarnya,  sebatas profesional ataupun sebatas hubungan baik. Tolong hargai dirimu sendiri sehingga mampu memilih dan memilah orang yang layak kamu jadikan teman. Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama. Stop selalu ada buat orang lain. 

Jadi ketika kamu sudah tidak dihargai maka mundur, ga usah berkedok dya orang baik. Okelah dya baik tapi perlu diingat dya bukan teman yang baik untukmu. Orang baik tidak selalu tegak lurus dengan teman baik. So, hargai diriku sendiri setinggi² mungkin hingga kamu tidak akan gentar jika kehilangan orang yang tidak pernah cukup menghargai effort dan kebaikanmu. 

Ambil resiko, jangan tumpahkan ke orang lain

Bagaimana perasaanmu jika ternyata kamulah penyebab temenmu membutuhkan konsul ke psikolog? Bagaimana perasaanmu, jika nyatanya pembuangan emosimu ke temenmu itu menyebabkan ia kelelahan? Bagaimana perasaanmu jika egoismu selama ini sudah offside? 

Menjadi orang dewasa se-dewasa usia yang dimiliki itu tidak semua orang bisa. Tidak sedikit orang dewasa yang terjebak dalam jiwa anak kecil yang maunya dingertiin terus. Jiwa yang ga mau tau, yang penting apa yang ia inginkan bisa terpenuhi. Jiwa yang inginnya pusat rotasi bumi ada di hidupnya. Jiwa yang penuh dengan keegoisan dengan tagline kamu harus mendengarkan update hidupku. Ah mana bisa itu terjadi ges. 

Kebayang ga sih, kita dengan PD nya merasa bahwa kita adalah orang sepenting itu sehingga semua kisah kita harus didengar dan direspon. Sedangkan orang yang kita paksa untuk mendengarkan drama kehidupan itu hidupnya jauuuh lebih strugle. Apa ga malu? Apa ga dholim? Apa setega itu sudah menyita seluruh energinya untuk mendengarkan cerita yang baginya mungkin tidak ada bandingannya dengan perjuangan yang sedang dia alami bahkan cerita yang bukan urusannya. 

Di sudut yang lain, pernahkah terpikirkan bahwa nyatanya cerita kita menjadi beban orang lain. Cerita drama yang ga akan ada habisnya. Cerita karna kesalahan yang dilakukan dengan penuh kesadaran. Cerita yang menjenuhkan. Cerita yang harusnya ditelan sendiri sebagai bentuk konsekuensi, dan cerita yang seharusnya tidak ditumpahkan ke orang lain. Mungkin akan ada pertanyaan, lha kalo ga mau dengerin cerita ya udah skip aja, cut off dan selesai. Benar sekali hanya saja tidak selalu kondisi se-simple dan semudah itu. 

Ada kondisi dimana orang dengan lumuran tumpahan curhat orang lain tidak dapat cut off karena pertimbangan saudara, tetangga, maupun profesional pekerjaan. Ga sebanding kan ketika kita harus pindah rumah, pindah KK atau pindah kerjaan hanya karena ingin menghindari orang tersebut. Lagi² banyak layer yang harus dipertimbangkan dan benar tidak-lah sesederhana cut off--blokir. 

Ujungnya jika cerita bertahun² itu akan membebani dan final chapternya adalah kelelahan yang berdampak terhadap psikologis. Entah low energi, badmood, emosian, ataupun reaksi lainnya. Jika sudah ada dalam kondisi ini, maka segeralah konsultasi ke psikolog untuk menetralkan perasaan. Setidaknya perasaan, pikiran, dan mood diri bisa lebih stabil dan lebih tenang. Ceritakan apa yang sedang dialami dan mintalah masukan supaya kembali tenang dan mampu menghadapi situasi yang sudah tidak sehat ini. Psikolog pun akan memberi gambaran langkah apa yang bisa dilakukan untuk menjembatani permasalahan, memvalidasi keputusanmu, hingga memberikan sudut pandang baru bahwa kamu ga harus bertanggung jawab atas hidupnya. 

Benar, kita tidak didesain untuk bertanggung jawab atas hidup orang lain. Bahagia dan duka orang lain bukan tanggung jawab kita. Pun sama kita boleh dan memiliki hak untuk skip cerita apapun dari orang lain. Kita boleh sekali bilang kalo tidak mau mendengarkan ceritanya, akan berbeda ya jika kita sudah terang²an bilang seperti itu tapi ia tetep bercerita dan mengaburkan pemahaman dya kalo orang yang diajak curhat sudah muak. 

Terlihat sederhana ya, hanya mendengarkan curhat orang lain ternyata bisa berujung membutuhkan profesional di bidang psikologi. Lagi² kasusnya yang bagaiman dulu kan ya, kalo sama² bisa buang sampah mah oke² aja. Nah yang berbahaya dan harus dihindari adalah menceritakan drama kehidupan yang ia buat sendiri dengan penuh kesadaran dan orang lain dipaksa masuk dalam drama tersebut. 

Yuk selagi masih dikasih nafas, kurangi membebani orang lain dengan cerita yang tidak sepenting itu bagi orang lain. Boleh sekali curhat asal tau diri dan tau waktu. Jadilah orang yang bijak dan dewasa. Ambillah semua konsekuensi dari apa yang sudah kamu lakukan. Belajar gentle untuk siap menghadapi semua resiko yang kemungkinan terjadi. Serta jadilah bijaksana untuk mampu menghargai orang lain sebagaimana kamu ingin dihargai. 

Lihatlah dari kejauhan bak bintang kecil di langit

Di tengah gelombang yang sungguh luwar biasa ini, ada cobaan yang tidak perlu kita cobain. Apakah itu? ya menjadi benalu di rumah tangga orang lain. Kehidupan orang dewasa memang seseru itu, jika kita tidak kuat iman, tekad, dan prinsip maka kita akan menjadi besti syaitonirrojim karena berhasil "merusak" rumah tangga orang lain. Tipu daya setan itu sungguh cerdik, manusia yang tidak kuat prinsip, iman, dan pendirian akan mudah goyah ketika setan berbisik bahwa pasangan yang ada di rumah banyak kurangnya setelah melihat ada lawan jenis yang kita ketemui terlihat lebih menarik. Setan memiliki misi bagaimana caranya rumah tangga yang sudah terbina berantakan dengan cara menghasut pikiran untuk membandingkan apa yang sudah dimiliki di rumah dengan fatamorgana (orang baru) yang belum dimiliki.

Seribu satu cara setan untuk menghasut pikiran dan logika sehingga apa yang ada di rumah itu terasa buruk, jelek, dan tidak menggairahan lagi. Bahasa singkatnya, "aku salah milih, dan harusnya aku sama dya (orang baru)". Jika kita sudah ada di fase itu maka 1-0, ya setan 1 kita 0. Tidak ada manusia yang sempurna gaes, jika dulu waktu kamu miskin dan jelek, pasanganmu sangat menerima dan mencintaimu maka alasan apa yang bisa kamu persiapkan untuk berpaling darinya?  Ia yang menerima kamu dari kondisi minus itu akan kamu tinggalkan hanya karena kamu merasa salah pilih atau ada yang lebih tepat dari pasangan? bahkan ada rasa menyesal karena sudah menikah dan memilih dya menjadi pasangan? Jangan gitu ya, bagaimanapun pasanganmu= pilihanmu= rejekimu.

Jika kita jadi orang baru  di hidupnya-pun juga harus sadar diri bahwa tidak boleh melanggar batasan. Meskipun dya adalah 1000% type kita, bangga terhadap kita, ceria bersama kita, dan sejenisnya namun itu hal salah jika dilanggar. Memang dalam hidup itu banyak plotwist yang kadang membuat menganga. Ada banyak cara syaitan untuk membuyarkan fokus rumah tangga dengan angan kosong terhadap orang baru. Mari raih kebahagiaan dengan cara yang baik, tidak merebut apa yang sudah dimiliki oleh orang lain sebelumnya. Misal nih, perasaan itu sangat kuat maka telan saja sendirian. Tak perlu kamu tunjukkan rasa yang bergemuruh dalam dadamu. Kontrol dirimu supaya tidak ada fitnah. Kuasailah pikiranmu supaya nalar dan sadar. Jadilah bintang di langit, yang sinarnya hanya dapat dilihat dari kejauhan. 

Jika rasa itu hadir di keduanya maka biarkan rasa itu terpatri di lubuk hati masing-masing. Tak perlu ada komunikasi dan tak butuh konfirmasi. Lihatlah ia dari kejauhan, tanpa harus lalu lalang di kehidupannya. Cukup kenang semua hal indah tanpa harus muncul hasrat untuk memilikinya. Takdir terbaik akan selalu menemukan jalannya, pun sama jika kenyataannya tidak ada jalan maka ini bukan jalan untuk bersama, namun jalan untuk menyadarkan bahwa ada orang yang selalu menjagamu dari kejauhan tanpa mengganggumu.

 Hidup orang dewasa selegowo ini dalam menjalani takdir. Harapannya semuanya akan lebih tenang dan nyaman. Tidak ada rasa memaksa takdir untuk selalu berpihak pada kita, yang harusnya dilakukan adalah melangitkan doa semoga semua hal baik selalu membersamai kita dimanpun berada. Termasuk orag-orang yang sudah ada buat diri kita. 

Reset diri

Ketika masalah sulit terurai dan menjadi beban berat yang membuat lelah diri sendiri maka mengadu ke psikolog adalah pilihan bijak. Kita boleh curhat sama temen, tapi jangan egois ya, alih² dy good listener kitanya egois ga tau waktu, ga tau diri bahkan lebih ke ga peduli lawan bicara sedang kelelahan. Plis jadilah teman yang tidak menyusahkan ya.. 

Ada beberapa hal menarik yang disampaikan psikolog malam itu, diantaranya:

Setiap orang punya sampah emosi

Ketika temanmu cerita bertahun² dengan cerita yang sama, susah dinasehati, dan berlawanan dengan logika maka yang ada hanyalah kelelahan. Kita pribadi punya sampah emosi, pun sama dengan teman kita. Akan beda lagi, kalo temen kita juga mampu imbang, menampung sampah emosi kita. Namun jika yang terjadi sebaliknya dya hanya nyampah dan tidak fair alias tidak imbang maka yang ada capek sendirian, lelah, dan muak. 

Hidup dya bukan tanggung jawab kita

Sebagai teman yang baik kita pasti tergerak hati untuk menasehati dengan segala macam cara untuk menyadarkan teman kita untuk segera mengakhiri dari hubungan yang tidak sehat. Bukan bermaksud untuk ikut campur cuma secara logika aja hubungan itu salah dan fatal. Namun segala cara dan upaya berujung zero hingga yang ada kitanya perang batin dan logika. Secapek itu karna kitanya jadi lelah, ga ketemu orang itu aja kita lelah apalagi kalo ketemu. Ia yang selalu bangga dengan update-an kisahnya sedangkan bagi kita enggak banget alias iyuh.  Repeat dan kita jadi kelelahan. Ga enak sekali posisi ini karna ini bukan urusan kita tapi masuk ke pikiran kita. Ada orang yang jika dijadikan tempat cerita itu mendengarkan seksama dan berempati, namun kali ini tidak tepat karna salah orang. Sekali lagi, ketika kita sudah menasehati dari kode, cara halus, setengah halus, sarkas hingga keras tapi ybs masih aja bercerita fix lepaskan. Tugas kita sudah selesai. Biarkan ia bertanggung jawab dengan pilihannya. 

Pertemanan yang sudah tidak sehat

Ketika dulu ia yang kita kenal adalah orang baik, namun diperjalanan kok banyak hal yang baru kita ketahui maka sadarilah kita hanya belum kenal. Aslinya orang itu ya seperti saat ini. Dulu baru mengenal luarannya, sekarang udah tau aslinya. Kata psikolog, pertemanan yang sehat itu ketika mampu saling menghargai. Namun ketika kita sudah bilang capek ga mau denger curhatnya namun dya masih melanggar maka itu sudah masuk kategori pertemanan yang sudah tidak sehat. Apalagi, ada indikasi ia datang hanya karena butuh, ia tau kita orang yang selalu ada buatnya maka ia semaunya datang dan pergi. Plis pertimbangkan masak² apakah yakin akan bisa bertahan dengan tipe teman seperti itu? 

Utamakan kesehatan mental

Ketika kita sudah sadar dan paham bahwa pertemanan sudah tidak sehat, tidak seimbang, dan hanya menjadi beban maka ambil keputusan dan bertanggungjawablah dengan segala konsekuensinya. Mari setting awal, jadilah temna yang baik, ya sebatas baik saja tidak perlu selalu ada. Nyatanya tidak semua orang pantas buat kita kasih kebaikan dan waktu kita. Jadi ketika kita sudah kelelahan menghadapi kelakuan teman kita maka utamakan kesehatan mental. Jangan sampai kita hancur sendiri. Biarkanlah mereka bertanggung jawab dengan hidup mereka. Sudah waktunya kita memikirkan hidup kita dan menyeleksi lagi siapa yang memang pantas mendapatkan waktu, tenaga, dan pikiran kita. 

Mari lebih mencintai diri sendiri, sudah waktunya mengutamakan diri sendiri, dan sudah seharusnya fokus terhadap diri sendiri. Jangan gantungkan apapun kepada orang lain karena berujung kekecewaan, gantungkanlah doa sebauanyak apapun padaNya, kelak satu per satu akan diijabah olehNya diwaktu tertepat dan terbaikNya. Semangat..

Jangan denial, selingkuh itu penuh kesadaran

Selingkuh itu adalah perbuatan yang dilakukan atas kesadaran oleh kedua belah pihak. Jika suatu ketika satu pihak ujungnya merasa selama ini dimanfaatkan, menjadi pelampiasan, dan sejenisnya lantas apakabar perasaan pasangangannya dulu ketika mereka sedang happy dan dimabuk virus selingkuh? 

Ga adil jika menjadi playing victim, nyatanya selama virus pink meraja lela, happy² aja kan malah logika disembunyikan apalagi tak ada rasa empati dengan pasangan dari selingkuhannya. Ga lucu jika sekarang teriak² sakit hati dan merasa jadi korban. 

Jika kedua belah pihak tidak mau maka perselingkuhan tidak akan tercapai. Proses jadi selingkuhan itu panjang, tidak hanya sebatas love at first sight, namun ada rasa perang batin karena telah menghianati pasangan pasangannya, dll. Coba renungkan. Benar setiap orang pernah salah dan pasti melakukan kesalahan, hanya saja poin utama dari tulisan ini, selingkuh itu perbuatan yang dilakukan secara sadar. Stop denial dan menjadi playing victim. 

Harusnya sebelum semua terjadi, dampak resiko itu perlu dikaji dan dijadikan rem, terlebih jika sudah ada ikatan pernikahan. Ada yang bilang kalo perselingkuhan itu ga ada obat, dan faktanya memang benar adanya. Akan ada rasa menantang diri untuk bisa menaklukkan ini dan itu. Silahkan saja, cuma jangan jadi playing victim. Ga ada juga kan yang nyuruh jadi selingkuhan? Kok sekarang heboh merasa korban? 

Self reminder untuk tidak mudah tergoda dengan pasangan orang lain, sekalipun 1000% itu tipe kita. Meskipun terlihat ia sangat antusias dengan kita, pun tak akan selalu sama ketika kita jadi pasangannya. So, hidup is hidup. Stop denial dan hanyut dalam fatamorgana pasangan orang lain. Ia yang terlihat menawan tidak sepenuhnya akan sama ketika ia menjadi milik kita. Pikirkan masak² apa benefit memilih ia jadi selingkuhan kita. Plis, jangan gegabah dengan fantasi pikiran yang kita buat sendiri. 

Yuk kendalikan diri, supaya kita mampu kuat menghadapi cobaan yang ga perlu kita cobain. Mari makan dari piring kita sendiri, bukan mengambil lauk dari piring orang lain. Yuk normalisasi tinggalkan orang yang problematik yang hanya akan membuat kita repot dan ribet. Semoga kita selalu beruntung termasuk dalam hal jodoh, diberikan rasa selalu merasa cukup dengan 1 pasangan yang sudah dipilih olehNya. Aamiin.. 

Stop, jadi people pleasee

Jangan berkedok kamu mau jadi orang bermanfaat lantas kamu mengorbankan diri sendiri. Yuk cung siapa yang pernah kayak gini? Aku aku aku aku.... 

Jadi people pleaser dan menormalisasi yang penting bermanfaat bagi orang lain tapi diri dya hancur maka plis kaji ulang deh konsep pemikirannya. Kalo jatuhnya seperti lilin yang menerangi pekatnya malam bagaimana? 

Yakali mau jadi lilin sepanjang hidup orang lain, yang ada kita tidak pintar dan kita dimanfaatkan. Berbuat baik itu harus tapi ga juga konsepnya selalu ada. Hasil survey membuktikan  bahwa orang yang selalu ada di hidup orang lain itu mayoritas kecewa. Kecewa sama xpekstasinya sendiri dengan harapan kalau dya lagi kesusahan dya akan dibantu, atau kecewa karna orang lain ga setulus itu ke kita. Ya karna kita bisa dimanfaatkan aja makanya dya baik sama kita. 

Agak sulit rasanya keluar dari zona itu, namun kalo kamu bingung bagaiamana caranya keluar dari zona toxic tersebut, maka satu-satunya cara adalah jalani sampai kamu capek, sampai kamu lelah, sampai kamu merasa tak dihargai, dan sampai kamu merasa oh sebod*h ini aku. 

Keadaan ini menyakitkan  namun harus segera diakhiri sebelum psikis kita terganggu. Think smart plis,.. 

Tolonglah ia yang membutuhkan 

Bantulah ia yang lemah

Sayangilah ia yang tersisih

Kuatkanlah ia yang lemah

Dan lakukan semuanya sewajarnya. 


Kehilangan teman yang datang hanya di kala butuh, dan dya tau persis kita selalu ada untuknya adalah harta terindah ges. Awalnya mungkin agak berbeda situasinya karena sudah terbiasa komunikasi tapi percayalah setelah itu berlalu, kamu akan merasakan kelegaan yang luar biasa bahwa kamu sudah terhindar dan diselamatkan oleh Allah dari orang yang datang karna tau kita pasti ada untuknya. 

Yang sudah biarlah jadi pelajaran, selanjutnya jadilah manusia pintar yang paham kapan on dan off. Jadilah manusia bijaksana yang mampu tegas kepada orang lain. Sejatinya hidup adalah perjalanan yang harus dijalani dan disyukuri. Walo menyebalkan tapi pengalaman menjadi people pleaser patut disyukuri, setidaknya kamu berproses menjadi orang dewasa yang punya sikap dan mampu menyayangi diri sendiri. 


Betah atau butuh? Kamu yang mana?

Hidup itu transaksional An, kata teman baik di siang hari itu. Dan benar sekali sangat setuju. Di kehidupan orang dewasa ini nyatanya orang datang di hidup kita itu hanya dua. Dya betah atau dya butuh? Terkesan menyakitkan jika yang terjadi itu di poin dya yakni dya datang ke kita karna butuh. Sekali lagi B. U. T. U. H... 

Pertanyaan selanjutnya? Jika dya sudah tidak butuh dya kemana? Yang jelas dya ga akan datang ke kita, kita bukan lagi prioritas orang itu, nanti kalo pas butuh, dya bakal datang lagi. Lucu dan geli jika imajinasi ini mengingat orang² yang datang memang karna butuh saja, begitu tidak ada hal yang bisa dimanfaatkan dari kita, auto kayak orang yang ga kenal. Ada lho tipe manusia seperti ini, dan banyak variannya. 

Ketika kesadaran penuh menguasai diri maka menghadapi manusia yang datang karna asas transaksional maka akan  akan mengambil sikap. Mungkin kitanya masih merespon, tapi sesuai porsinya. Misalpun tidak lagi ingin merespon ya sudah tidak ada lagi rasa berdosa dan rasa bersalah lagi, karena ada logika yang menghalangi rasa itu. Sekali lagi dya hanya lagi butuh kita. 

Sebaliknya kalo banyak yang datang karna betah maka kita layak disebut teman yang mampu menghargai orang lain, mampu meredam ego, dan daya adaptasinya well. Ya dunia ini akan selalu berpasangan termasuk teman yang datang karena betah vs teman yang butuh. Lucu ya tapi ini sungguh² terjadi. 

Menghargai kehadiran ornag lain

Tuhan itu maha adil, ketika hidup kita tidak baik² saja ada saja bantuanNya. Satu diantaranya adalah menghadirkan orang² yang memiliki jiwa yang tulus. Mungkin mereka tidak 24/7 hadir secara fisik tapi tidak dengan hatinya. Banyak pesan yang tersirat dan tersurat dari hubungan yang sengaja dibina itu, "aku tidak selalu ada, namun aku berusaha hadir".

Hidup memang tidak selalu mulus, akan ada badai topan dan sejenisnya, namun siapa sangka dan duga jika dibalik itu akan melihat cantiknya pelangi? . Similar, bukankah mutiara hanya akan terlihat cantik jika ada dalam tekanan suhu/temperatur tertentu? Kalau hidup kita banyak badainya tau kan kita mau dikasih apa? 

Terus memperbaiki diri, ambil pelajaran dari setiap chapter hidup, dan jadikan semuanya pijakan untuk menjadi bijak. Pernah salah? Ya gpp namanya juga manusia kan ya. Pernah disakiti-menyakiti? Namanya juga manusia kan? Yang jelas, saatnya menghargai diri sendiri lebih banyak dan banyak lagi. 

Sayangi orang² yang sengaja merawat hubungan baik denganmu. Do'akan mereka yang pernah melukai hatimu. Dan lepaskan beban yang bukan tanggung jawabmu. Mari atur ulang ritme hidup sesimpel mungkin. Dya menghargai--kita hargai lebih, dya memanfaatkan--kita ambil sikap, dya manipulatif--kita tidak terlibat dari dramanya. 

Ini hidup kita, jadi saatnya atur ulang hidup kita menjadi orang yang lebih bijak dan tenang. Hempas hal² yang membuat hatimu sesak, peluk hal² yang membuat hatimu menghangat. Kelak sejauh²nya langkah kita akan tau siapa dan bagaimana maksud Tuhan menghadirkan orang² tersebut dalam hidup kita. Entah jadi pelajaran--cobaan--ujian--ataupun sumber kebahagiaan. 

Lose respect

Tanpa kita sadari kita ini justru yang membukakan pintu orang lain untuk meninggalkan kita. Terlalu abai atas kebaikan orang lain sehingga kita sendiri seenaknya dan sama sekali tidak menghargai segala effort nya untuk kita, terlebih jika kita mempunyai sifat yang egoisnya level dewa. Maunya pusat dunia hanya ada di kita. Bentuknya beragam, dan usahakan untuk tidak melakukannya ya karna kita yang akan rugi, sekali lagi kita yang rugi besar. 


Datang karna butuh

Chat tidak untuk komunikasi, namun meminta validasi bahkan hanya untuk mengeluarkan sampah emosinya. Setelah tersalurkan, si lawan bicara gantian cerita aja bodo amat, pura² lagi ke Antartika ga ada sinyal, padahal chat udah dibaca aja, cuma centang birunya dimatikan. 

Tidak peduli dengan keadaan orang lain

Ini bukan ybs tidak peka ya, tapi memang tidak mau peka. Prinsipnya yang penting dya cerita. Mau lawan bicaranya sedang kritis pun ga peduli, yang penting uneg² nya tersalurkan. Parah sih ini orang, bisa ya setega itu sama orang yang sudah membantunya. 

Over sharing yang bermaksud

Type ini memiliki niatan untuk diakui bahwa yang bersangkutan hebat, masalahnya yang di over sharing kan adalah hal yang sebenarnya orang lain bisa beli kok. Ga semua orang punya tipe beli apa² harus merek tertentu kan? Ada yang beli hanya karna butuh saja dan tidak terlalu fanatik dengan sebuah brand. Pertanyaannya, emang kenapa jika orang lain berbeda? Ga masalah juga kali... 

Pertemanan transaksional

Orang bisa meninggalkan kita lantaran kita menyebalkan. Datang hanya karna butuh dan ada manfaatnya, sebaliknya udah ga ada manfaatnya mah males komunikasi, males mbales chat, dan sikap sejenisnya yang memperlihatkan sungguh pertemanannya hanyalah sebatas transaksional. 

Hobi merepotkan

Banyak orang nyatanya tidak berani  menanggung bebas atas pilihannya. Yang ada ya harus menyeret orang lain untuk memikul berat bebannya bersama². Okelah dibantu, namun orang lain membantu itu juga ada batasnya, ada massanya. Ya kali merepotkan orang lain terus menerus. 


Jangan playing victim ya jika kamu selama ini dikelilingi kebaikan temenmu, namun perlahan dya meninggalkanmu. Cek dulu se-egois apa kamu selama ini? Jangan mentang² orang itu baik lantas kamu seenaknya ya. Dunia ini berputar, ga selamanya terkena sinar matahari, akan ada pergantian menjadi malam yang pekat. 

Semoga kita dijauhkan dari orang² yang datang karna butuh saja, sekalinya ga butuh bye. Ibarat chat, dya yang Ping tapi dya juga yang menghilang setelah dijawab chatnya. Lucu sih konsep hidupnya. Ga kebayang sebelumnya, dan nyatanya ada tipe seperti itu. 

Oh ya, nyari temen yang tulus itu sulit. Tapi kalo kitanya justru yang mempersilahkan orang itu pergi dari hidup kita ya mari menanggung resikonya. Kebersamaan selama  ini bukan berarti baik² saja jika orang tulus berhadapan dengan karakter seperti itu. Bisa jadi dya hanya menunggu timing yang tepat untuk balik kanan dan feel free... 

Udah tua, selayaknya menjadi manusia yang bijaksana. Jika sudah punya teman yang baik ya rawatlah. Sama² ga sempurna namun kalo ada apa² bisa untuk tempat sharing dan memberikan solusi terbaik. 

Sebatas baik itu sudah cukup

Fokus saja sama orang² yang menghargai kebaikanku, waktumu, usahaku, dan tenagamu. Jika ada orang yang tidak menghargainya lantaran kamu sudah biasa baik sama dya makan putar balik. Orang baik sejatinya akan rikuh jika dibaikin terus menerus, akan ada rasa tidak enak apalagi sampai membuat ybs kecewa lantaran kitanya yang tidak tau diri. Sebaliknya jika ada orang yang sering menyita waktu kita tapi malah semena² dengan kita, maka stop saja. Berikan kebaikanmu kepada orang yang layak dapatkan. 

Hidup sangat singkat untuk dilalui dengan orang² yang tidak tau diri. Fokus saja sama hal yang membuatmu happy. Ambil pelajaran baiknya dari setiap kejadian, bukankah setiap kejadian itu pasti ada mksudnya? Ya, satu diantaranya janganlah berlebihan baik sama orang lain. Stop menjadi selalu hadir dan ada untuk orang lain. Cukup kenang yak baik², jikalopun ada. 

Enjoy every single day, nikmati setiap detak dan detik di hidupmu. Hanya kamu yang tau dirimu, pun hanya kamu yang bisa mengendalikan tingkah lakumu. Sejatinya kebaikan apapun yang sudah dilakukan, tidak akan salah tempat untuk kembali. Jangan menyesali karna sudah berbuat baik, tapi tidak untuk berlebihan. Ya sesuai takaran saja. 

Jika di dalam lingkungan kantor, sebatas profesional saja. Jika di lingkungan rumah, sebatas menciptakan harmoni saja. Jika dilingkungan sekolah, sebatas mencari ilmu saja. Mari jadi sehat lahir batin dengan cara tidak membiarkan diri sendiri terinjak² karena "ketidakpintaran" kita dimanfaatkan orang lain. 

Dewasa adalah sebuah pilihan

Manusia dewasa itu hidupnya penuh dengan kesibukan, termasuk mengurusi urusan orang lain. Ada bahkan banyak yang ga rela orang lain itu happy dan penuh dengan keberuntungan. Alhasil yang dilakukan adalah menutup jalan rejeki orang lain dengan berbagai cara. Menjelekkan orang lain, memutar balikkan fakta, dan playing victim adalah tiga hal yang sering dilakukan. 

Menariknya, manusia dewasa itu lupa, orang yang ia tutup jalan rejekinya itu punya Tuhan yang Maha Adil. Okelah pintu rejeki ditutup rapat, tapi apakah Tuhan-nya akan diam saja ketika ada hambaNya yang berusaha taat, berusaha on the track, berikhtiar menjadi hamba yang penuh syukur  itu di dzolimi? Yaps jawabnya tidak. 

Allah Maha adil dan Maha berkehendak. Allah ga akan tinggal diam. Ada ribuan pintu keberkahan yang otewe dibuka untuknya. Ironis memang. Bahasa singkatnya "hanya aku yang boleh mendapatkan kenikmatan, jika mereka terpaksanya juga mendapatkan kebagiaan semoga tidak jauh dari nikmat yang aku punya".Hihihi anda seorang hamba juga namun berlagak seperti dewa. Kocaaak.. 

Hiduplah dengan baik,  sopan santun, penuh berkah, selalu cukup, penuh rasa syukur, tau diri, sadar diri, dan matikan rasa iri dengki niscaya hidupmu akan damai dan tenang. Sebaliknya maka hidupmu akan galau berkepanjangan, penuh dengan amarah, dan jauh dari kata tenang. Hiduplah sebagaimana manusia karna anda hanyalah hamba yang sudah dewasa aka tua. 

Perlindungan dari sahabat

Cara perlindungan teman ke kita itu macam-macam bentuknya. Mereka yang mengenal kita deep, pasti tidak akan tega kalo hidup kita terseok-seok. Ia akan mencari jalannya untuk membantu kita, menyempatkan diri untuk berkontribusi dalam hidup kita. Angkat topi untuk kalian semua. Terima kasih banyak atas ketulusan kalian.
Ketika kita sedang mengalami masalah dan kita terjerembab dalam kubangan yang rasanya susah sekali move up maka akan didapati respon yang beragam dari orang-orang terdekat. Berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi banyak respon menohok diantaranya;


1. Sudah lah,. Sekarang kamu pingin apa untuk mengalihkan fokus masalah itu? Oke kalo kamu pingin nulis buku, aku buat daftar isinya, besok kamu penulis pertama dan aku kedua. Fokus itu aja ya..
#sahabat lama yang jarang sekali ketemu karema beda kota 

2. Ibu, kalo ada apa-apa cerita saja ke saya. Jangan dipendam sendiri ya bu, telpon gpp bu, saya siap mendengarkan semua curhat ibu, walo tidak memberikan solusi. 
#sahabat beda usia yang terpisah jarak pulau

3. Heyy, apa kamu merasa kurang penderita kah? Apakah strugle mu selama ini kurang? Udahlah cari yang bikin happy saja skip drama ga penting itu. You can get better...
#kawan lama yang dominan logika

4. Kenapa aku baik sama kamu? Karena kamu pantas dapatkan ini. Aku memperlakukan orang itu sebagaimana ia memperlakukanku.Jadi kalo aku baik sama kamu itu karna kamu jauh lebih baik ke aku.
#sahabat lama yang ga suka drama

5. Dst..

Namanya hidupkan ya, ga selalu orang baik sama kita, pasti ada aja gesekan yang terjadi diantara kita dan itu sangat wajar. It's Ok normal kok itu. Namanya juga dinamika berdampingan dengan banyak orang. Cukup mensyukuri apa yang sudah kita punya. Dalam konteks ini adalah orang-orang terbaik yang dipilih Allah untuk menemani langkah-langkah kita.

Jika diperjalanan ada orang-orang kok hanya membuat kita overthingking, capek lahir batin, datang hanya karna butuh maka bersikaplah. Ambil sikap untuk sebatas baik sebagai manusia saja. Ambil pelajarannya dan balik kanan untuk melanjutkan hidup yang lebih damai. Cukup fokus terhadap apa yang sudah kita miliki, ya para sahabat yang loyalitasnya sudah teruji. Berbuat baik itu sebuah perilaku terpuji, namun jika sudah ada signal bahwa kebaikan kita dimanfaatkan maka segeralah lari dan selamatkan diri.

Jangan terlambat menyadari

Kalau kamu pingin tau orang baik itu seperti apa dan sedalam apa ketulusan hatinya? Lihatlah bagaimana dya memperlakukan orang lain yang tidak bisa dia manfaatkan. Kalau dya dengan senang hati membantu orang² dan merasa happy karna melakukannya maka fix itu orangnya. Kamu bisa lihat bagaimana dya mendengarkan ceritamu, bagaimana ia susah payah mencarikan solusi untukmu, bagaimana ia lega karena kamu selamat dari "kiamat kecilmu" itu. Terlihat sederhana tapi hatinya luar biasa. Tidak heran jika ia sering bertemu hal² baik, tidak sedikit orang yang luluh dan sayang sama dya. 

Namun dya juga hanya manusia biasa yang banyak kurangnya. Meskipun demikian dya tulus. Banyak orang yang nyaman akrab dengannya tapi ga mudah bisa nembus untuk jadi teman baiknya. Jika, kamu bisa dekat dengannya itu bonus, kamu dapat kesempatan untuk bisa tau perjalanan hidupnya. Selamat, pertahankan dan jaga pertemanan mulai karena tidak semua orang bisa seberuntung kamu. 

Sebaliknya, jika hanya karena teman kita baik lantas dapat kita perlakukan seenaknya, maka siap² kamu akan kehilangan teman selamanya. Bukankah dya baik? Katanya tulus? Kok tetep harus dirawat pertemuannya? Jangan sampai kamu terlambat menyadari bahwa teman baik itu sudah balik kanan. Ada di suatu waktu mungkin kamu akan playing victim karena merasa dya berubah, dya ga seasik kemarin², dya omongannya kasar, dya jahat, dya ga support apa yang jadi pilihan kita, dst. 

Eng ing Eng.... 

Cek dulu, seluas apa sabarnya dya menghadapi kamu. Sekuat apa dya menanggapi curhatmu yang ga masuk logika, Sebijak apa dya menanggapi tantrum-mu yang berputar tentang hal itu² aja. Sejatinya dya tidak berubah, dya hanya lebih menghargai dirinya sendiri. Balik kanan adalah pilihan bijak bagi orang yang kehadirannya sudah tidak dibutuhkan, kehadirannya hanyalah sebagai tempat pembuangan emosi, dan kehadirannya hanyalah sebagai tempat validasi. 

Rawatlah apapun yang kamu miliki sepenuh hati. Kita sadar bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini termasuk apa yang kita miliki. Setidaknya jika kita sudah berjuang semaksimal mungkin namun takdir berkata lain maka tidak akan terlalu kecewa. Sebaliknya, jangan sampai kita merasa kecewa karena apa yang sudah kita miliki hilang begitu saja hanya karena kitanya yang tak mampu merawatnya. 

Fatamorgananya pihak ketiga

Ada perasaan yang tidak dapat diutarakan...

Ada sikap yang tidak mampu dikontrol...

Ada harapan yang tidak boleh tumbuh...

Ada kebahagiaan yang tidak boleh ditampakkan...

Ada keinginan yang tidak boleh beranjak dari tempatnya...


Kehidupan orang dewasa itu unik, pelik, dan penuh intrik. Kita diberikan kemampuan untuk berpikir secara nalar, bersikap sadar, dan berperilaku secara sabar. Di dunia ini ada hal yang tidak mampu kita miliki meskipun ia sudah di depan mata. Ada yang tak mampu kita sayangi meskipun saling memberikan kebahagiaan. Ada yang tidak dapat kita banggakan meskipun ada.

Sebuah konsekuensi harus dijunjung tinggi ketika dua orang dewasa sudah sudah berjanji. Konsekuensi yang tidak boleh dipermainkan meskipun di dalam perjalanannya tidak mudah dan kadang bikin lelah. Ya inilah pilihan hidup yang dengan baik buruknya harus ditelan dan dijalankan.

Jikalaupun di perjalanan ada sebuah hal "menggoda", yuk lihat lagi komitmenmu dulu, ingat lagi bagaimana kamu jatuh cinta pertama kalinya, ingat lagi bagaimana ia sabar menemanimu di titik rendahmu. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna, yang ada manusia yang mau sama-sama menyempurnakan. 

Ketika kamu mulai jenuh dengan rutinitas sehari-hari, ambil waktu untuk dirimu sendiri. Ketika hidupmu penuh dengan tekanan, ambil jeda dan keluarlah dari zona nyamanmu. Cari kegiatan yang membuatmu lebih happy dan fresh. 

Pihak ketiga adalah cobaan yang tak perlu kamu cobain. Ia laksana  fatamorgana yang seolah menawarkan kenyamanan, ketenangan, kebahagiaan, bahkan memacu adrenalinmu. Jika ada di kehidupan nyata-pun belum tentu sama kok seperti yang ada dalam angan.

Pengendalian diri adalah kunci dari ketentraman. Jikalaupun ada rasa yang membuncah ya udah pendam aja sendiri. Jika pihak ketiga merasakan yang sama, ya udah saling ngerem, saling sadar diri, saling tidak memberi kesempatan setan untuk memporak-porandakan hal yang sudah tertata dengan indah. Tak perlu ada komunikasi, tak perlu ada klarifikasi, tak perlu ada narasi. Cukup nikmati untuk diri sendiri hingga rasa itu menguap dengan sendirinya.


Minimal jangan membebani

Ada sebuah kisah dimana ia pernah punya sahabat yang baik, keluarganya udah seperti keluarga sendiri namun ia memilih balik kanan dan menjaga jarak komunikasi. Alasannya karena ia merasa terbebani. Tidak imbang dalam persahabatan tersebut, yang satu terlalu merepotkan sehingga membebani pihak satunya. Sayang sekali sebenarnya persahabatan yang sudah terjalin sejak SD harus pudar hanya karena keegoisan sepihak. 

Ternyata, bertanggung jawab atas masalah yang dialami itu tidak semua orang di mampukan. Ada orang yang memilih menaruh beban itu ke orang lain. Misal belum membayar angsuran motor, alhasil pinjam uang dulu. Ibuknya mau arisan tapi uang habis, maka jalan pintasnya pinjam dulu. Ayahnya marah² karena gaji habis, akhirnya muaranya ke temannya tersebut. Dikira pegadaian kali ah.. 

Siapa juga orang yang mau dan betah ada di posisi tersebut? Walo untuk bisa balik kanan itu dalam waktu yang tidak satset namun perlahan² sambil atur strategi itu diperlukan. Kita sering terjebak dalam hubungan yang baik,  sehingga mau menolak ujungnya ga enak karena takut hubungannya rusak atau sayang jika hubungannya jadi berantakan. Hahahahah terus²in aja sampai gila sendiri. 

Ga jamannya lagi kita momong orang secara terus menerus, kita juga punya hidup dan perjuangan yang harus di-ihtiarkan. Ya kali kita mau jadi babu temen kita yang setiap dya berkeluh kesah kita selalu menyiapkan solusinya. Oh big no.. Lebih baik kehilangan teman yang tidak mampu menghargai batas diri kita daripada hidupnya penuh dengan penindasan. Zaman udah merdeka tapi kita terjebak oleh rasa ga enakan alhasil kita seperti tawanan perasaan kita sendiri. 

Ah penderitaan orang itu bukan tanggung jawab kita kok, so chill aja. Bantu sewajarnya saja, nasihati seperlunya, dan jangan selalu ada buat dya. Manusia itu seringnya tidak tau diri, mentang² selalu ada lantas halal untuk memanfaatkan dan ujungnya kita yang terbebani oleh masalahnya. 

Jadi sekarang tau kan, kenapa ada orang yang dulu teman baik tapi saat ini memilih jarak? Satu diantaranya dikarenakan temannya sudah terbebani oleh masalah² pihak satunya. Sudah terlalu banyak masalah² pribadi yang bersangkutan yang harusnya diselesaikan oleh ybs dan sekaligus menjadi tanggung jawab ybs tapi dilimpahkan ke temannya. Temannya harus tau setiap inci kejadian dalam hidupnya, kurang lebih begitu lah yaa. Ah siapa juga yang mau... 

Plis jadilah orang yang gentle untuk menghadapi masalah, jangan libatkan orang lain terlalu dalam. Meminta bantuan boleh, tapi sewajarnya bukan seenaknya. Ingat jangan egois, setiap orang punya masalah yang bisa jadi lebih besar dari masalah yang sedang kita rasakan hanya saja dya memilih senyap. Lebih memilih tidur daripada harus drama dan membebani hidup orang lain. Bukankah masalah itu cepat atau lambat juga akan berakhir? So jadilah manusia yang bijak, sebelum kamu merasakan kehilangan teman baikmu lantaran ia sudah tidak sanggup menanggung beban yang kamu berikan. 

Semua akan pret pada waktunya

Ternyata fase indah dalam hidup itu ketika kita sudah tidak ada lagi rasa peduli dengan orang yang dulunya pernah berhubungan baik. Kenapa indah? Karena diri kita sudah sadar bahwa kita sudah dimanfaatkan, datang pas butuh saja. Selama ini mungkin masih denial, "ah enggak kok dya baik karna pernah membantuku di masa² sulit itu", dst... denial sampai dinosaurus kembali ke muka bumi lagi. Melepaskan diri dari denial itu memang tidak mudah, terlebih sudah terlanjur berhubungan baik. Hanya saja kita harus sadar dan mengakui bahwa ybs hanya datang di kala susah, butuh bantuan, galau, ada masalah, butuh validasi, dst. 

Saat ini mungkin sudah bisa tersenyum meskipun ada penyesalan besar kenapa bisa tidak pintar ya, mau² nya ya dimanfaatkan tapi ya sudah lah ya namanya juga perjalanan hidup yang harus dilewati dan dijalani. Memang hidup orang dewasa itu unik dan banyak variannya, rumusnya kita harus selalu sadar diri dan menghindari bersikap denial. Di dunia ini tidak ada yang pasti, termasuk mereka yang sedang ada di sekeliling kita. Tidak ada jaminan mereka akan stay dan Everlasting ada di sisi kita, begitu juga dengan kita. Ambillah pelajaran sebanyak²nya dari berbagai kejadian yang sudah berlalu. 

Temukan orang yang tulus

Jika kamu menemukan maka anda the lucky one, jika tidak jadilah orang yang tulus tapi pintar. Hati boleh tulus tapi mampu mengambil sikap jika ada orang yang memanfaatkan. 

Berkawanlah sewajarnya

Tidak ada yang abadi di dunia ini termasuk pertemananmu. Seperti rumus hidup bahwa orang datang dan pergi silih berganti so ga usah lebay dalam berkawan. Sebatas hubungan baik, i'm happy if you happy, dan tidak iri dengki. 

Tinggalkan drama dan orangnya

Jika kamu menemukan orang yang hidupnya penuh dengan drama dan suka menjadi pusat perhatian, sebaiknya mundur perlahan dan baikk kanan. Berdampingan dengan drama queen itu capek karena dya akan merasa bahwa cerita dya patut didengarkan dan kita dipaksa untuk larut dari ketidakjelasannya. Plis jaga kesehatan mental anda dengan cara skip drama dan orangnya di dalam hidup anda. Jika sekarang masih bersamanya, it's okey bertahanlah semampumu saja. 


Hanya diri kita yang tau dan mampu mengukur sejauh mana kesanggupan kita berdampingan dengan orang². Jika sudah tidak sanggup karena ini itu maka letakkan saja, kemasi semua cerita yang sudah terlanjur tertulis dan segeralah tutup buku rapat². Kita tidak di-desain Tuhan untuk bertanggung jawab terhadap perasaan orang lain kok. Ketika orang lain memilih drama ya monggo saja, segala  resiko silahkan ditanggungnya. Hidup berdampingan dengan orang² yang memiliki karakter unik memang menantang tapi nikmati saja. Capek ya istirahat, lapar ya makan, minum kalo haus, mode pesawat jika pingin tanpa gangguan, bahkan kita diperbolehkan skip orang² yang hanya menambahi beban hidup. Simple things, simple life, and happy life.. 

Finding sahabat

Teman silih berganti hadir dan pergi dari hidup kita sudah pasti ada maksudnya. Entah menjadi teman waktu nyari ikan di kali, teman bandel waktu remaja, teman ngaji, teman survive aka bertahan hidup, teman curhat tentang asmara, dll. Semua berputar pada poros masing-masing. Tidak ada yang lebih penting karena mereka sama-sama penting di setiap massanya dikala itu. Jikalau sekarang sudah tak ada komunikasi sama sekali ataupun hanya dapat melihat story sosmed nya maka hal tersebut bukanlah sebuah masalah. Fase dan strugle setiap orang beragam dan tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Cukup doakan semuanya sehat dan tentram. Kenangan itu akan tetap abadi di hati dan memori.

Beberapa hari yang lalu dapat chat yang waktunya hampir bersamaan dari sahabat pas jaman SD dan SMK. Keduanya sama-sama pernah menjadi saksi strugle-nya diri ini. Sudah sangat lama tidak bertemu dengan mereka karna kesibukan dan prioritas hidup masing-masing diantara kami, namun Alhamdulillah-nya mereka masih mengingat sahabatnya ini. Memang mencari sahabat di usia dewasa itu jauh lebih susah, jadi jika sedari kecil sudah punya sahabat baik maka pertahankan! Hal tersebut aset berharga yang kita miliki, aset yang tidak dapat diagunkan ke Bank. Hehehe..

Sahabat SMK sering bercerita kalo susahnya mencari sahabat, bahkan dya bilang kalo sahabatnya ya cuma aku. Dya kesusahan mencari sahabat di kantornya. Memang tidak semua orang dapat memiliki sahabat di kantornya, jika ada saya ucapkan selamat anda beruntung. Namun jika tidak, jangan berkecil hati. Anggap aja rejekimu di tempat lain seperti mahasiswanya, ibu kantin, mas penjual cilok, ataupun yang lain. Chill aja ges...

Idealnya, dunia kerja itu untuk bekerja saja. Banyak orang dewasa yang terjebak seperti anak-anak sehingga sulit untuk memilah dan memilih masalah personal dan profesional. Alhasil hubungannya menjadi tidak nyaman dan tidak sehat. Keakraban yang seharusnya terjadi ketika mengerjakan pekerjaan jadi ajang saling sindir, prestasi yang seharusnya diapresiasi menjadi sumber iri dengki, dst. 

Jika belum terjadi, carilah sahabat di luar tempat kerjamu saja supaya lebih nyaman dan sehat. Jika sudah terjadi, tolong cek ulang batasan kalian dalam bersahabat. Bangunlah persahabatan yang sehat, suportif, dan solid. Jika yang terjadi adalah musuh tapi berkedok sahabat maka kamu sepatutnya untuk segera balik kanan. Sayangi mentalmu, pikiranmu, hatimu, dan jiwamu. Ambil batasan tegas bagian mana yang mau kamu share dan tidak. Jangan hanya kamu lagi terkena sindrom eforia maka semua rahasia kamu beberkan ke sahabatmu itu termasuk aib dan rahasia keluarga. Jangan ya dek ya.. Jika sudah terlanjur, maka ambil pelajaran untuk kedepan supaya lebih bijaksana. 



ra ono koe, dunia tetep aman rasah kawatir

Ada orang yang dengan mudah merendahkan orang lain, merasa lebih baik dari semua makhluk hidup di muka bumi ini, merasa kalo tidak ada dya bumi berhenti berputar, kegiatan kalo tanpa kehadirannya akan gagal total, dst. Sifat buruk itu diperkuat dengan respon dari orang-orang yang memeliki kepentingan, so dya semakin meninggi walo nyatanya justru merendahkan dirinya, bagaimana tidak jika dya hobi mengumbar kelemahan orang lain hanya karena ia ingin keren dimata orang lain. Rumus hidup itu ga selalu sejalan dengan yang ia pikirkan, yang ada tidak semua orang akan selalu setuju dengan pendapatnya yang anomali itu. Kadang orang hanya terkesan setuju hanya karena mencari aman saja. 

Menariknya, tanpa dya pun semua bisa berjalan lancar lho. Orang yang selalu direndahkan nyata-nya mampu meng-handle acara dengan lancar dan tidak too much. Semua berjalan baik dan tidak ada yang perlu dikawatirkan. Semua orang jika diberi kesempatan untuk belajar juga akan berusaha sebaik-baiknya atas nama profesional. So, di dunia ini ga ada yang abadi, semua terbatas menyesuaikan dengan waktu masing2, memiliki umur di setiap kesempatan, memiliki batas di setiap ruang. Begitu juga dengan anda, apa yang melekat di diri anda juga akan ada masanya hilang, pudar, bahkan mati.

Yuk jadi manusia selayaknya manusia yang bijaksana. Silahkan terbang tinggi, kepakkan sayap tangguhmu hingga menjulang ke langit ketujuh. Tak perlu kau injak kepala orang lain hanya untuk menaikkan kehebatanmu, sungguh itu tidak perlu terjadi. Biarkanlah orang lain menari-nari merayakan kebahagiaannya tanpa kau usili. Jadilah orang baik, jikalau orang baik saja susah minim jadilah orang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain. Kebahagiaan orang lain itu tidak akan mengurangi kebahagiaan kita pada dasarnya, namun bagi jiwa yang penuh dengan iri dengki, ia hanya ingin kebahagiaan dimiliki oleh dirinya sendiri.

Dolanmu kurang adoh, srawungmu kurang mentes, turumu kegasiken. Jane koe ki hurung urep, hurung ngrasakne dadi wong randue, hurung ngrasakne bertanggung jawab padahal udu tanggungane, hurung tau ngrasakne endog siji dinggo wong pitu, bahkan hurung tau ngrasakne sego nget-ngetan sing wes ilang rasa legine. Selagi koe dikei kesempatan ijeh iso ambegan, saiki tobat o! Kurangi dadi wong sing keminter, ilangi sok-sok an-mu kui. Eling, doa-doa ne wong sing mbok rendahne lagi ngenteni koe siape kapan maneni.  

Curhat boleh, asal..

Curhat boleh, asal tau waktu.. 
Curhat boleh, asal tau diri.. 
Curhat boleh, asal tau kondisi.. 
Curhat boleh, asal tidak ngrepotin.. 
Curhat boleh, asal tidak mbebani.. 

Kita sebagai makhluk sosial tidak bisa lepas dari orang lain, ya karena kita saling membutuhkan. Membutuhkan teman bukan berarti halal menjadikan dya tempat pembuangan sampah emosimu. Ga akan ada orang yang betah menjadi tempat pembuangan sampah emosi terus menerus. Orang akan mengalami titik jenuh, bosen, muak, dan endingnya memilih pergi. 

Jika sudah dalam kondisi tersebut maka jangan tanya "apa salahku, kok dy berubah?", dst. Come on instrospeksi saja. Orang itu tidak ada yang nganggur, jika ada waktu luang saja akan lebih memilih tidur, main game, hangout, dll dibanding mendengarkan curhat yang sama dalam waktu yang lama. Ga pa² jika curhat dalam waktu yang lama, namun pastikan lawan bicaramu masih nyaman, masih enjoy, dan dya tertarik. 

Sebaliknya, jika lawan bicaramu sudah eneg, capek, males bahkan sudah secara halus sampai kasar bilang tidak ingin lagi mendengar curhat yang itu² saja maka plis sadar diri. Tidak semua orang bisa begitu mudah cut off pertemanan karena pertimbangan ini itu. Hanya saja, jadilah dewasa untuk bisa melihat kondisi sekitarmu. 

Tidak mengenal waktu, tidak mau tau kondisi lawan bicara, mengabaikan berbagai signal keengganan lawan bicara mendengarkan curhat yang sama. Ya curhat tema yang sama, masalah yang sama, hanya ingin didengar, mengabaikan masukan, dan maunya hanya ingin dimengerti dan divalidasi bahwa yang dya lakukan benar.  Mana bisa memvalidasi hal yang sudah berlawanan dengan norma sosial? Bahkan dilakukan penuh kesadaran. 

Jangan sakit hati, ketika lawan bicaramu sudah tidak semenyenangkan dulu, anggap saja waktunya sudah selesai. Jika sekarang masih mau bermain bersama bukan berarti dya masih bersedia menjadi tempat pembuangan sampah energimu. Dya hanya ingin berhubungan baik antar manusia saja. Ya, anda baik namun bukan berarti bisa seenaknya menyita waktu, pikiran, tenaga orang lain. 

Mari, bertanggung jawab dengan apa yang sudah dipilih. Jadi gentle aja, kalo mau A ya sudah, bismillah semoga Allah memberikan jalan terbaik. Jika A banyak resikonya ya ambil, bukankah itu seharusnya sudah difikirkan sebelum menentukan pilihan? Bukankah itu konsekuensinya? Jika saran temenmu berlawanan, abaikan saja jika A sudah jadi pilihanmu. Ini hidupmu coy, skip temenmu. Kamu berhak bertanggung jawab dengan hidupmu. Sebaliknya, temenmu berhak free tanpa harus menanggung beban cerita hidupmu yang sudah tidak masuk logika. 

Hargai orang yang tidak fanatik denganmu. Ketika dya tidak dengan mudah menghakimi kesalahan fatalmu bukan berarti dya setuju dengan salah langkahmu itu, bisa jadi karena toleransinya tinggi. Ketika dya sudah banyak menasihati, tapi kamu tidak membutuhkan itu dan lebih mengedepankan "emosimu" maka ambil semua resikonya. Bukankah ini yang kamu inginkan? 

Sebaliknya, jangan drama ke temenmu ketika kamu mengalami masalah atas resiko dari pilihanmu. Ini hidup kamu, maka jangan tambahkan beban hidup ke orang lain. Boleh curhat asal jangan sampai mbebani. Kenapa? Hal tersebut lama kelamaan akan membuat lelah psikis lawan bicaramu. Kalau tidak segera diatasi karena dilakukan sudah bertahun² maka akan berdampak negatif terhadap mental lawan bicaramu. Ya mentalnya dipertaruhkan hanya karena dya mendengarkan curhatmu. Plis jangan egois.. 


Ambil serta konsekuensinya

Egomu sungguh tinggi Nona. Kamu bukan orang polos yang tidak tau makna dari sebuah kalimat. Ketika temenmu bilang aku sudah cukup.., aku mundur.., aku muak.., aku capek.., dll. Hey Nona temanmu tolong hargai. Dya sudah mengutarakan perasaannya muak menghadapi ceritamu yang tidak masuk logika akal sehat, dya sudah capek mendengar kamu bersikap denial, dya sudah mual melihat apa yang kamu ucapkan tidak sepenuhnya sama dengan yang ada di hatimu. 

Ambil konsekuensi dari semua hal yang sudah kamu pilih Nona, tolong jadilah dewasa. Jangan biarkan orang lain menjadi sampah emosimu. Kasihan., jangan! Jangan bermain api jika kamu takut kebakaran, jangan bermain air jika kamu tidak siap basah. Menjalin cinta segitiga itu rumit Nona. Ambil segala resiko dari apa yang kamu pilih. Bukankah hidup penuh resiko? 

Berkeluh kesah boleh Nona, tapi jangan jadikan temanmu itu sebagai tempat pembuangan sampah emosimu. Ingat setiap orang batas. Jangan egois, yang hobinya hanya ingin di dengar saja. Jangan jadi egois yang maunya ingin divalidasi saja. Hey Nona dimanapun berada, di keadaan yang entah bagaiamana, namanya cinta segitiga itu tidak ada benarnya. Bersikaplah dewasa dan pilih satu serta ambil konsekuensinya. 

Bukankah situasi rumit ini adalah hal yang kau pilih secara sadar? Jangan seolah menjadi korban Nona, justru kamulah aktor utamanya. Teman itu hanya menemani, itupun jika masih kamu hargai. Jika terus²an kamu repoti ya ga ada yang bisa jamin akan stay di sisimu. Terlebih dya menjadi tempat pembuangan sanpah emosi mengenai cinta segitiga rumitmu. Jika sekarang dya masih stay, itu bukan abadi. Dya hanya mencari celah untuk membelah diri, mengurai, bersembunyi, lantas pergi. 


Etika membalas chat

Jangan sok merasa orang penting dan enjoy mengabaikan chat orang lain. Benar hak kamu untuk read doang chat temanmu, hak kamu untuk tidak membalas pesan pentingnya dan hak kamu juga untuk slow respon. Boleh² aja sih, tapi kamu akan ditandai oleh lawan komunikasimu. Ketika kamu punya karakter yang ga bisa jauh dari HP tp kamu hobi slow respon maka sejatinya kamu sedang membukakan pintu temenmu untuk pergi dari hidupmu. 

Adakalanya merasa si paling sibuk hingga puluhan chat tertumpuk masak siiih, sepenting apa sih hidup anda? Hargai orang di sekitarmu ya.. Ini adalah hal sepele bagi sebagian orang tapi fatal akibatnya. Nah hal yang akan memperparah keadaan apabila, kamu hobi slow respon atas chat temenmu, tapi pas kamu butuh chat nya panjang. Kelihatan banget tuh egomu disini. Kamu hanya ingin menangnya sendiri, egomu hanya ingin dimengerti tapi enggan memahami kebutuhan orang lain. 

Orang juga lama kelamaan males kalo kamu sengaja slow respon dan mengabaikan pesan di HP mu. Ya kalo sekarang masih bertahan karna masih ada kebutuhan yang belum selesai. Lihat saja jika semua sudah selesai maka dengan secepat kilat dya akan pergi dan menjauh dari hidupmu. Balaslah pesan sesegera mungkin bagi orang² yang mampu menghargai keberadaanmu. Sebaliknya, lepaskan perlahan orang yang tak mampu melihat ketulusanmu. 

Ambil keputusan beserta resikonya

 Jika kamu sudah dewasa harusnya sudah tau dong apa itu konsekuensi? Ketika kamu memutuskan menjadi selingkuhan maka kamu harusnya sudah berfikir apa dampak pendek dan panjangnya. Ketika kamu dengan sadar meminjami uang dengan jumlah yang fantastis harusnya sudah terpikirkan resiko terburuknya. Ketika kamu dengan kesadaran penuh ada di lingkungan yang erat dengan persaingan harusnya sudah tau konflik apa yang berpotensi tercipta.

Sudah dewasa, sudah bisa memutuskan apa yabg menjadi hal baik dan buruknya. Ketika sudah paham hal tersebut buruk maka bertahanlah karena itu hal yang seharusnya kamu dapatkan. Jika kamu sudah tidak sanggup maka silahkan balik kanan dan bertobatlah. Bukan, masih enjoy di dalam circle tersebut dan mencari kambing hitam untuk dijadikan tempat curhat dalam jangka lama.

Jika kamu menemukannya maka kamu beruntung, tapi ingat semua ada limitnya. Menerima curhat dengan permasalahan yang itu2 saja, dinasehati iya2 iya, disakiti berkali2 oke2 aja,dst hingga cerita itu menggunung dan tidak ada space untuk menampungnya. Lantas kira2 apa yang akan terjadi? Sebaik baik orang akan mudah balik kanab jika effortnya tidak dihargai. 

Mari ketika usia kita sudah dewasa, bertanggungjawablah dengan semua resiko dari pilihan kita. Jangan lagi mencari orang kain untuk membenarkan apa yang kita lakukan, memvalidasi keputusan yang salah , serta mengorbankan orang lain atas pilihan yang salah.

Sorry, your informatiom too much

Benar anda itu kaya Nona, betul anda itu hebat Tuan, setuju anda itu populer Nyonya. Namun, tidak semua kehebatan anda ingin aku dengar lho, tidak sedikitpun kisah asmara anda ingin ku ketahui, tidak sejengkal gaya hedon anda mengusik mu lho. Buat apa sih ya cerita kehebatan anda? Fix anda sudah kaya, populer, membahana, tak terbantahkan kesempurnaan anda, lantas gunanya untuk apa anda cerita ini itu kesaya? Ingin validasi kah? Hey manusia yang hobi pamer, tanpa anda mencari validasi ke orang², anda sudah paling keren kok. Jangan sampai dengan ketidakpekaan anda terhadap respon lawan bicara anda, membuat mereka muak. 

Beli excavator kirim foto, laptop baru kirim poto, beli rumah kirim poto, beli handphone keluaran terbaru kirim poto, beli gunung mas kirim poto, dll. Hey aku ga butuh informasimu ges. Stop share your happiness. Bukannya aku iri, aku hanya muak karna aku ga butuh informasi tersebut. Ga ada hubungan sama sekali dengan diriku.

Hey sudahi sikap egoismu jika kamu masih ingin punya teman. Kamu manusia biasa yang ada jatahnya untuk jatuh. Jangan merasa selalu di atas angin yang seolah takdir selalu berpihak padamu. Jangan sampai karna egomu ini, orang² yang awalnya tidak memiliki iri hati sama kamu menjadi muak dan menghindarimu. 



Pikirkan saja hidupmu

Hargai jika orang-orang masih mau bersama kita, nyatanya penyesalan hanya akan hadir di akhir tatkala semuanya semua sudah tak mampu utuh lagi. Jaga hubungan baik dengan keluarga, saudara, teman, bahkan tetanggamu dengan sekuat tenagamu. Kita tidak bisa hidup sendiri, namun bukan berarti kita harus mengorbankan diri kita atas nama bertahan karna menjaga hubungan baik itu. 

Jika dirasa teetanggamu sudah mulai meresahkan, sudah mulai iri dengki, dan hobi mencari kesalahan maka ambil sikap.  Jika temen kerjamu sudah mulai resek, hobi merendahkan, dan gemar menebar fitnah maka set your bounderies. Jika saudaramu hobi pinta uang, gemar merepotkan, curhat tak kenal waktu maka pasang perisai diri, bahkan jika keluargamu tidak tau diri, menuntut, dan tidak kenal terima kasih maka mundur selangkah-lah.

Kita di desain Tuhan untuk memilih hidup bahagia, tentram, dan tenang. Jika mereka orang terdekat kok malah biang dari masalah yang mengganggu ketenanganmu maka plis bersikaplah dan pasang jarak. Tidak bermaksud memutus silatuhmi, namun untuk menyelamatkan mental supaya tetap waras dalam menjalani hidup. Egois boleh demi ketentraman hidup. Kita tidak memiliki kewajiban untuk membuat mereka happy. Kitalah yang berkewajiban memikirkan kebahagiaan diri kita masing-masing.

Orang lain bebas mengusik ketenangan kita, namun kita wajib menyaring hal tersebut untuk masuk-tidaknya di dalam hidup kita. Jika kita tidak menginjinkan hal menyebalkan tersebut masuk di hidup kita, maka semua akan running well. Sebaliknya, jika kita menginjinkan maka hidup kita akan ribet dan chaos karena ulah orang-orang yang tidak mampu memahami batasan atar manusia.

Sayangi diri yuk, plis. Kali ini egois diperbolehkan. Biarkan orang lain ruwet dengan masalahnya sendiri, ya masalah yang dibuat sendiri. Cukup berhubungan baik, sebatas baik saja sebagai manusia. Cukup kemarin tidak pintar karena suka dimanfaatkan orang lain. Cukup kemarin waktunya dihabiskan untuk mengurusi urusan orang lain. Cukup kemarin tenaganya dihabiskan untuk memikirkan hal-hal yang tidak sepenting itu. Ya. sudah waktunya mencintai diri sendiri,.

Bare minimum as a friend

Masih ingat jelas suara percakapan dua sahabat di cafe sore itu tentang batasan dalam berteman. Tidak bermaksud untuk nguping pembicaraan namun suasan cafe kala itu sepi, hanya ada mereka dan aku saja. Tak ada yang kebetulan di muka bumi ini, pun sama kenapa aku tertakdir bertemu dengan mereka. Ada hal penting yang mengiang-iang di kepala,... "setidaknya dalam berteman itu jangan membebani, lah dya enak banget tiap hari curhat sama kamu, dya plong uneg²-nya terlampiaskan, lantas apa kabar kamu? Tiap hari bebannya nambah. Pertemananmu itu fix udah ga sehat".

Baik bukan berarti halal untuk dimanfaatkan

Sebaik hubunganmu dengan temanmu akan cepat berakhir jika dari keduanya tidak ada kata menghargai. Dya baik, bukan berarti tempat pembuangan emosimu everytime and everywhere. Sebaik apapun dya manusia biasa yang punya batas. Kamu telpon ga ingat waktu, dya angkat. Kamu curhat yang itu2 aja, dya tetep menasihatimu. Kamu tantrum ga jelas, dya tetap sabar. Hey manusia dewasa, jangan hanya karna dya selalu ada di pihakmu, lantas membuatmu seenaknya saja memperlakukannya ya.


Egois boleh tapi jangan keterlaluan

Gass curhat dengan tidak mempedulikan temannya sedang apa, kondisinya bagaimana, suasana hatinya macam apa. Mungkin untuk waktu tertentu, masih akan ditemeni namun jangan berharap banyak ya karena setiap manusia itu punya masa or limitnya. Terlebih jika kamu tipe orang yang egonya sangat tinggi. Intinya hanya ingin dimengerti namun enggak mengerti balik. Waduh, jangan dong. Ingat ya setiap orang itu sibuk, ga ada orang yang nganggur. Tidur-pun adalah bentuk dari jenis kesibukan manusia di jagad ini. Jika kamu sudah diberikan waktu banyak oleh temenmu, maka sebaik-baiknya orang ya menghargai. Jangan sebaliknya ya. Dya memiliki kesibukan tapi masih sudi mendengarkan kamu curhat, isn't a good friend?


Pertemanan itu dua arah, bukan searah

Katakanlah dya good listener namun bukan berarti dya mau menyimpan apapun sendiri. Ketika kejadian ini berulang bahkan sering, ketika temenmu ingin bercerita balik ke kamu, tapi responmu balasnya lama bahkan lupa balas sedangkan kamu sudah baca pesannya dengan alasan ini itu kok rasanya keterlaluan ya ente. Terlebih ketika bertemu, temenmu lagi asyik bercerita tapi kamupun tidak luput asyik senyum2 sendiri sambil mainan handphone. Padahal yang memulai curhat adalah kamu, pas dya balik curhat kamu memperlakukannya seperti itu. Waaah jangan jahat ya. Jangan salahkan keadaan ya jika akan berubah.  


Berteman itu kedua orang bahkan lebih itu mampu SALING. Saling menghargai, saling memotivasi, saling suport, saling menguati, dan saling menginspirasi. Terlepas dari SALING tersebut, bare minimun pertemanan adalah tidak memberi beban ke temennya. Sesimpel itu sebenarnya. Jika, pertemananmu kok hanya menambahi beban hidup di setiap harinya, maka pertemananmu itu sudah tidak sehat. Carilah teman yang dapat menghargai kehadiranmu, teman yang paham kondisimu, teman yang mampu meng-influence mu, serta teman yang tidak memanfaatkan kebaikan hatimu. Salam sehat jiwa raga. 

Tempat pembuangan emosi

Kita sudah terbiasa mendengar istilah tempat pembuangan sampah, tapi kalo pembuangan emosi? Masih jarang ya? It's mean tempat curhat tp konteksnya ga peduli perasaan dan keadaan orang yang kita ajak curhat. Yaps egois. Membuang sampah aja kita dikenakan biaya karen memerlukan space untuk mengurai sampahnya, memilih sampah organik dan anorganik, bahkan untuk biaya para pekerja  atau pengepul sampah. Lantas bagaimana dengan orang yang membuang emosi? 

Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, memerlukan orang lain untuk share kehidupan. Meskipun demikian, ada rule yang harus dipegang oleh setiap orang supaya hubungan baik antar manusia itu tidak mudah patah. Dua diantaranya adalah empati dan tidak egois. Empati dan egois memiliki keterikatan yang kuat, dimana kedua sikap tersebut membawa kita menjadi orang yang bijaksana. 

Bijaksana adalah dampak dari sifat yang muncul ketika kita mampu mengendalikan diri. Sekiranya kita sudah terlalu offside curhat ke orang lain maka sudahi, jangan gaspol hanya karna ia mendengarkanmu. Jangan kamu manfaatkan kebaikan temanmu untuk mendengarkan cerita yang sebenarnya sudah membuat temanmu muak. Terlebih ketika temanmu sudah memberikan tanda untuk stop, atau bahkan temenmu sudah bilang terang²an tidak ingin ikut campur. Yuk peka yuk.. 

Hubungan baik yang awalnya tercipta dapat hancur ketika tidak ada empati di dalamnya. Maunya di dengar terus menerus tanpa ada rasa bersalah. Wah mana ada manusia yang sanggup. Jangan egois. Jikapun kamu merasa tidak egois atas tindakanmu maka sudah dapat dipastikan temanmu lah yang akan undur diri. Dya akan tetap baik, dya akan tetap ada buat kamu, namun bukan jiwanya, hanya fisiknya. 

Menjadi tempat pembuangan emosi itu melelahkan. Terlebih jika cerita itu seputaran lingkaran setan yang ga bisa di urai, atau lebih tepatnya tidak mau mengurai. Sadar yuk lawan bicaramu juga punya hidup yang sedang diperjuangkan lho, jangan sampai kamu jadi penghambat hidup orang lain, penambah beban hidup orang lain, dan membuat orang lain muak dengan kelakuanmu. 

Ilustrasinya adalah sebuah baskom untuk menampung sampah emosimu. Disela² hidupnya yang ga mudah, ia terus menerus dijejali oleh sampah² emosimu, saat baskom masih kosong, masih ok. Lantas kalo baskomnya sudah penuh? Sampahnya bagaimana? Tentu akan menganggu kan, bakal berceceran kemana², mengganggu ketenangan hidup temanmu, membuat muak emosi temanmu, dan yang jelas akan mengancam hubungan baik itu. Yuk normalisasi untuk bertanggung jawab atas hidup kita masing². Setiap tindakan pasti ada resiko, setiap pilihan pasti ada konsekuensi. Yuk hiduplah sedewasa umur yang sudah kita miliki. 

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger