Entradas populares

Perkataan psikolog apa yang membuatmu move up?

Dya baik, tapi bukan orang yang baik buatmu

Ada banyak POV dari kalimat ini, bisa untuk pasangan, sahabat, tetangga, maupun teman. Ya di kehidupan yang penuh dengan transaksional ini, nyatanya kita harus pandai supaya tidak menjadi bod*h dan dimanfaatkan orang lain. Come on berbuat baik sewajarnya saja, ga perlu effort yang berlebihan, ga akan ada artinya juga kok segala pengorbananmu, so sebatas baik aja, TITIK. Ingat, jenis manusia yang hadir di hidupmu itu hanya ada 2,yakni BUTUH atau BETAH.


Kamu mengira ia berubah? No, kamu hanya belum mengenalnya

Ketika kamu masih bersamanya bisa jadi mengira dya adalah the one, orang yang paham setiap POV mu, orang yang menyiapkan seluruh tenaganya untukmu. Woooee banguuun, turumu kesoren. Nyatanya ga ada satupun manusia yang  mampu mengenal karakter manusia yang lain sepenuhnya, kenapa? ya karena manusia itu dinamis dan mudah berubah. Kita sering terjebak kecewa dengan orang terdekat lantaran berubah sikapnya. NO. Bukan, bukan ia yang berubah tapi kita yang denial dan pura² ga peka kalo sebenarnya asli dya ya seperti ini. Mengecewakan bukan? 


Tidak ada yang minta kamu setuju dengan pilihannya

Ketika lawan bicaramu hidupnya penuh drama, dan makanan sehari-harimu adalah mendengarkan dan diminta mengomentari drama yang itu-itu saja, sedangkan itu tidak masuk akal sehatmu, logikamu bahkan velue-mu. So, apa yang terjadi? ya, kamu akan gila perlahan karena kelelahan akibat bentrok dengan diri sendiri. Ketika kamu tidak setuju dengan jalan yang dipilih oleh rekanmu, kamu boleh mengungkapkan bahkan menasihati jika diperlukan. Namun, jika ybs tidak mau tau dan tidak mau menerima masukanmu maka itu bukan lagi tanggung jawabmu. Membantu boleh, berbuat baik harus namun jangan sampai kamunya yang kerepotan, kesusahan, bahkan mentalmu yang dipertaruhkan. So just let it be.


Sebanyak apapun ceklis akan tetap nothing jika dya tanpa progres

Kamu mengira orang yang sedang dekat denganmu adalah calon jodohmu dikarenakan banyak ceklis yang masuk dalam kriteriamu. Namun dya stag, no action, dan hanya menimbulkan tanya. Sedangkan umur terus berjalan dan bertambah. Hal yang harus kamu yakini adalah, orang yang cocok buat jodohmu saat ini adalah orang yang tidak bingung dengan dirinya sendiri. Sudah selesai dengan segala luka masa kecil, sudah stabil mental dan material, dan tidak lagi ada niatan untuk bermain-main.


Seumur hidup itu lama, plis utamakan kesehatan mentalmu

Dalam kehidupan rumah tangga tentunya kita menginginkan hidup harmonis dengan pasangan, orang tua, mertua, ipar dan seluruh keluarga. Pertanyaannya adalah, apakah kamu sanggup hidup berdampingan dengan mertua ataupun ipar yang belum selesai dengan diri mereka. Jika kamu ingin mencoba maka persipakan mentalmu karena case ini akan menjadi salah satu cobaan dari rumah tanggamu yang sudah sejak awal terdeteksi. Apakah kamu yakin pasanganmu akan selalu ada di pihakmu? sedangkan yang trouble adalah orang tuanya dan saudara kandungnya. Pilihan ada di tanganmu, bersama tapi toxic atau berpisah tapi kamu sehat.


Kamu baik, kamu peduli tapi kamu tidak dihargai. For what? 

Di akhir zaman ini kita harus tega sama orang lain yang hadir di hidup kita sebagai parasit. Cut off saja mereka untuk kehidupan kita yang damai dan sejahtera. Ketika kebaikan tidak lagi ada harganya, maka sadari bahwa ia bukanlah orang yang tepat menerima kebaikan kita. Punsama ketika effort kita dianggap angin lalu maka segeralah balik kanan dan berikan effortmu kepada orang yang tidak buta warna sehingga ia mampu melihat indahnya pelangi.


Meanwhile

"Kamu masih single di usia setua ini?" Sebuah kalimat yang sering orang lain lontarkan dan hanya bisa menjawab dengan senyuman kecut. 

MEANWHILE...

Ada kisah yang tidak dapat ia miliki meskipun di awalnya sudah berusaha mencoba menyelaminya. Kesenjangan diantara keduanya menyadarkan ia untuk mundur. Jiwa insecurenya menyala, sadar kalo dirinya tidak setara, tidak memenuhi unsur bibit bebet bobot. Lantas bagaimana perasaan? Apaaa masih anda tanya perasaan? Wah hancur sekali tentunya tapi realita menyadarkan bahwa come on sadar diri itu jauh lebih bijak daripada memperjuangkan hal yang titik temunya tidak ada. Sisi lain, ada di salah satu pihak yang sudah didesak oleh orang tuanya untuk segera menikah, sudah disiapkan jodoh beserta seperangkatnya. Ya, semua rasa dipaksa dikubur dan dihilangkan. 

Waktu yang diharapkan dapat menyembuhkan dan menutup semua luka nyatanya tidak berjalan seperti angan. Sekuat apapun ia melawan nyatanya rasa yang ia matikan dengan paksa itu tetap ada dan ga akan pernah mati. Lebih dari satu dasawarsa berlalu, nyatanya binar matanya masih sama, energinya masih membara, pancaran wajahnya tidak ada yang berbeda namun lagi² dua insan yang tidak tertakdir bersama hanya mampu memandang dengan anggukan kecil ketika mereka bertemu di sebuah acara yang tak pernah direncana. Sakit memang tapi ini cerita takdir yang harus terjadi. Seraya berdoa semoga ia yang dipilih menjadi pendampingnya mampu memenuhi kebahagiaan jiwanya dan pemenang batinnya. Sebuah pengharapan tulus dari seseorang yang dulu menjadi patner berbagi tawa meskipun dari hal² receh dan sederhana. Close case. 

******

Di belahan bumi lain, ada seseorang hadir di kehidupan yang awalnya hanya sebatas teman dan hingga kini pun tetap teman. Entah di kebetulan yang bentuknya seperti apa, orang yang jarang komunikasi tapi bisa menaruh sebegitunya rasa menghargai, bangga, happy, excited, dan berbagai rasa baik untuk sebuah jiwa. Sadar karena ybs sudah punya ikatan sakral dengan orang lain sehingga membentengi diri supaya tidak offside. Lagi² tidak ada niatan untuk menjalin apapun diluar pertemanan. Namun diluar kendali, dipihak lain justru sangat terlihat saltingnya, happy-nya, dan hebohnya jika berpapasan ataupun bertemu di momen yang tidak pernah sekalipun disengaja. Repeat. 

Ketertarikan adalah hal alamiah di diri setiap orang, dan kita manusia hanya bisa mengontrol respon dari gemuruh yang ada di dada supaya tidak melanggar batas, tidak menyakiti siapapun, dan tidak memberi harapan kepada hati untuk berkhianat. Hal ini adalah bentuk kedewasaan. Do'a adalah bahasa ketulusan yang mengantarkan jiwa menjadi tenang. Penuh harapan kepada Sang Pencipta supaya ia diberikan kebahagiaan dan kesuksesan dalam setiap langkahnya. Karena keberhasilannya adalah sebuah harapan yang selalu disemogakan. Titik. 

******

Sebuah kontemplasi diri, tidak bermaksud mempertanyakan maksud Tuhan dibalik semua cerita ini, namun sisi manusiawi-nyapun bertanya². Ada dua manusia yang hadir di kehidupan yang memiliki kesamaan yakni sama² excited, selalu ngebanggain di depan orang², selalu happy ketika bersama, selalu ceria ketika berbagi tawa,menjadi best patner bertukar semangat namun sama² tidak tertakdir bersama. Terlepas dari rasa tanya ini, semoga Allah memampukan dan memberikan ridhoNya dalam setiap langkah yang dijalani. 



Seni menghargai orang

Nyesek juga ya dengerin orang cerita dimana sahabatnya mulai ngejauhin temenku ini. Sambil nangis² dya bercerita bahwa saat ini sahabatnya yang selalu ada buatnya sudah berubah dan membatasi komunikasi, walo hubungannya masih baik. Chat masih fast respon, telpon masih diangkat, ngobrol masih asik, namun ada yang berbeda, katanya. Dari ceritanya, kita dapat belajar supaya tidak telat menghargai orang yang selalu ada buat kita, so koreksi diri! 

**********

Kita adalah jenis makhluk Tuhan yang sangat sibuk. Sibuk kerja, organisasi, ghibah, scroll tiktok, bahkan sibuk untuk beristirahat alias tidor. Nah, diantara sejumlah kesibukan itu, kita pasti ada konflik, masalah, bahkan drama yang kadang kala membutuhkan orang lain untuk sharing. 

Paham sih, ga smua orang akan ada untuk kita dan mau menanggapi drama hidup kita ini. Yaps, syukuri aja dah jika kamu sudah punya orang itu di hidupmu. Yakali kamu mau sia²in gitu aja. Rugi kamunya tauuu.. 

Hanya saja manusia itu egonya tinggi, mentang mentang udah punya temen yang selalu nanggapi drama hidupnya lantas seenaknya aje memperlakukan orang tersebut. "Ah gpp, dya baik kok chatnya ga aku balas, ah santai aja toh dya paham aku kok, dan ah gpp yang ke seribu kalinya".

Loh ente siape? Ngerasa karna udah punya orang yang selalu mau dicurhatin segala drama hidupmu lantas kamu seenaknya aja ya? Wah² kamu lagi percobaan bun*uh diri ya? Manusia itu ga ada yang seselo itu kali. Jika dya ada buatmu selama ini ya karna dya memang baik tapi bukan berarti bisa kamu perlakukan seenaknya. 

Kebiasaanmu adalah chat panjang x lebar JIKA lagi ada masalah, dibalaslah dengan segala solusi dan jalan keluarnya, REPEAT 1000x. Namun kamu terlena dengan kebaikannya dan "mengusir" dya dari hidupmu melalui banyak cara yang kamu ga sadari. Saat dya pingin curhat balik, kamu sibook mainan HP. Yakali dya lagi seru curhat, kamu senyam-senyum sendiri sambil liatin HP, REPEAT. Belum lagi jika kamu lagi ga mood, balas pesan bisa ganti hari dengan alasan ini itu, REPEAT. 

Mungkin lawan chatmu masih stay ada untukmu, tapi lagi² dy manusia biasa lho yang punya segala keterbatasan. Jika dya manusia bijak, dya justru akan pelan² mengurangi intensitas komunikasi denganmu. Kenapa? Dya mencintai dirinya sendiri, dya menghargai dirinya sendiri, dan dya merasa sudah tidak diperlukan lagi. Orang bijak ini masih berusaha menjalin hubungan baik denganmu tapi tidak lebih dari hubungan baik. Keep semua cerita yang pernah ia dengar tentangmu dan balik kanan. 

Hahahaha siapa yang rugi kalo di situasi seperti itu? Ya kamu lah, mosok dya? Sederhana tapi sering manusia lupakan yakni menghargai orang lain saat bersama kita. Kalo kamu sedang ada di posisi ini maka hal yang harus kamu evaluasi adalah ego dirimu. Apakah aku egois curhat kalo butuh saja? Apakah aku selalu merepotkan dya tanpa memikirkan keadaan dya? Dst. 

Nasi sudah jadi bubur, ambil pelajarannya saja! Next jika kamu punya teman baru, jangan perlakukan dya seperti ini. Jangan selalu ingin dimengerti, dan jangan selalu seenaknya. Orang lain punya kesibukan, punya masalah, punya beban hidup yang bisa jadi berlipat² darimu. Nah jika manusia tersebut masih menyisihkan waktu untuk mendengarkan segala dramamu, harusnya kamu syukuri. Harusnya sih!!! 

*********

Hah capek juga ya ada di situasi temannya itu. Intinya hargai siapapun yang sudah ada buat kita sebelum semuanya berubah. Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita, pun sama kebahagiaan kitalah yang harus kita utamakan. Orang lain akan selalu menjadi orang lain so biasa saja dalam berkawan, sewajarnya saja supaya tidak ada beban yang membebani satu pihak. Dan mari belajar tanggung jawab atas hidup kita, telan saja semua pil pait yang ada, sesekali ingin muntah gpp namun jangan korbankan orang lain untuk menanggung hal tidak mengenakkan tersebut. Mari sayangi diri setinggi mungkin hingga tidak ada yang bisa menjatuhkan diri kita. Love self more please, so important! 


Korban dari kebaikan diri sendiri

Wah hidup ini sungguh amazing ya, ada aja cerita dan kisah yang harus terjadi dan menghampiri di kala hidup sedang damai²nya. Ya menjadi korban dari kebaikan diri sendiri. Senjata makan tuan, tapi konteksnya adalah dalam hal baik bukan jahat. 

Ternyata oh ternyata kita itu tidak boleh terlalu baik sama orang. Dulu mikirnya, kalo mau baik ya baik aja, ga usah mikir². Eng ing Eng, siapa yang pernah jadi korbannya? Awalnya menganggap selalu ada buat orang lain adalah bagian dari sebuah pertemanan bahkan boleh dibilang balasan dari kebaikan yang sudah ia berikan. Nyatanya wadidaw.. 

Plis berbuat baik sewajarnya saja, stop selalu ada buat orang lain. Jika kamu bertemu dengan orang yang tepat maka selalu adamu akan membahagiakan. Namun jika bertemu dengan orang yang kurang tepat, jatuhnya kamu makan ati sendiri. Memang manusia tidak ada yang sempurna, termasuk kita dan mereka semuanya. Cuma kalo mentalmu dipertaruhkan hanya karna kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri apa masih mau dilanjutkan? 

Batasan diri itu penting buat siapapun dalam kondisi apapun, supaya apa? Supaya kita dihargai. Bukan berarti jika orang itu baik dan selalu ada lantas seenaknya saja diperlakukan. Datang dengan dramanya -- dikasih solusi -- balik lagi ke orang yang buat drama-- kembali berdrama-- minta solusi-- REPEAT until the end. 

Atas nama menjaga hubungan yang sudah terjalin baik, apakah iya kamu mau jika menjadi wadah sampah emosi begitu lamanya? Sepertinya inget nomermu kalo ada masalah deh, so jangan GR kalo kamu dichat oleh temenmu terus menerus. Bisa jadi dya ga punya temen sebaik kamu, makanya dya kalo ada apa² larinya ke kamu. Waktu dan tenagamu tersita sekali pastinya untuk meladeni segala macam dramanya. 

Belum lagi kalo kami harus terseret dalam drama yang berlawanan dengan logikamu, pikiranmu, akal sehatmu, bahkan value hidupmu. Yang ada hanya bentrok dengan diri sendiri. Yang kalah siapa? Mental dan psikis yang kelelahan dan dipertaruhkan? Dya? Oh dya baik² saja, happy² saja, bahkan saking happy-nya pas ga butuh kamu, chatmu pun bisa jadi ga lagi penting. Jadi jangan sakit hati, jika chatmu ga di balas karna dya lagi ga butuh kamu. 

Nah, jika demikian yang terjadi maka dya sama dengan sedang membukakan pintu untukmu keluar dari hidupnya. Plis pintar dikit ya, dya sudah tidak butuh kamu. Jika pintu terbuka lebar, yuuk segeralah keluar dan tutup rapat reset bounderiesmu. Hargai dirimu lebih dong, sayangi mentalmu sebanyak² nya. Jika kamu ketemu dengan orang yang tepat, maka kebaikanmu pasti akan dihargai, tidak disepelekan. Yakali mau terus²an diperlakukan seperti ini. 

Yuk ambil sikap, kamu berharga jika kamu mampu menghargai dirimu sendiri. Sudah cukup yang kemarin², tutup buku ceritanya, fokus sama kebahagiaan diri sendiri, dan maafkanlah dirimu sendiri karena sudah terlalu abai dan malah ngutamain kebahagiaan orang lain. Gimana rasanya? Nggonduk to.. Hihi selamat yaa.. 

Tak ada yang kebetulan di muka bumi ini, termasuk setiap kejadian yang menyapamu. Terimalah dan ambil pelajaran sebanyak²nya. Satu diantaranya bersikaplah sewajarnya sama orang lain, titik. Jika kamu masih ngeyel dan mengatasnamakan "dulu dya tidak seperti ini kok". Heeeey jemuran kering, kamu itu hanya belum mengenal dya, yang kamu tau hanya sekilas saja. Aslinya dya ya seperti ini kok. Paham sampai sini? Paham dong masak enggak paham sih. 

Reset your bounderies, tetep jadi orang baik yang tau batas dan kadar baik untuk orang lain, sayangi diri sendiri melebih siapapun, penderitaan orang lain bukan tanggung jawab kita, hempas orang² yang hadir hanya membuat kita penat dan lelah. Wes gedhe, kudune iso mikir ndi konco sing apik, ndi konco sing ketoke apik. Rasah sumelang, ijeh okeh konco sing tepat nggo koe. All is well. 

Reset your bounderies

Setiap orang itu punya sampah, dan kita harus bisa mengeluarkan sampah itu supaya hidup lebih lega dan ringan. Permasalahannya banyak orang yang ga sadar atau memang ga mau sadar hobinya nyampah di hidupnya orang lain. Curhat, cerita, nyari validasi, dan sejenis aktivitas untuk memuaskan egonya. 

Muak gasih ndengerin orang pamer beli ini itu tapi utangnya dimana². Pinjemannya ada di setiap lembaga penyimpanan uang. Diperparah dengan kelakuannya yang hobi memalsukan laporan keuangan. Parah emang tapi manusia lain ga bisa ngatasi, nasihat dan teguran udah ga mempan, udahlah kita serahin sama Allah SWT aja. 

Capek gasih jika tiap hari harus mendengarkan orang update tentang pencapaian hidupnya. Jumlah uangnya, mobil barunya, gadget barunya, perhiasan mewahnya, dan jenis pencapaian lainnya yang orang lain itu juga bisa memilikinya lho. Seolah hidupnya paling wow, paling keren sehingga kisahnya harus di dengar dan diapresiasi. 

Gile ga sih, bertahun² jadi selingkuhan tapi sekarang ngerasa jadi korban karna ngerasa hanya dimanfaatkan? Lah selama ini kemana bang? Apakabar perasaan pasangan selingkuhan selama ini? Apa kamu pernah berpikir dan menukar posisi, jika kamu menjadi pasangannya selingkuhanmu? Udah lah bang akui saja, kamu hanya denial dan mencari cara untuk membenarkan perbuatanmu sehingga kamu ga ngerasa salah² amat kan. 

Tega gasih, kamu yang nangis² curhat dengan segala kisah dramamu, tapi di situasi yang lain kamu suka nyuekin temenmu yang mana selalu ada buatmu ketika kamu down. Ya nyuekin ketika dya curhat, tapi kamu malah asik mainan HP sambil senyum² kayak kuda. Mana ceritanya lagi seru²nya, kan aneh tiba² lagi curhat menggebu² trus kicep diem. Yaudeh bablasin aja curhatnya walo ujungnya kamunya tep chatingan sama orang lain yang mungkin kalo kamu ga balas chat dya, dya masuk IGD. 

Sejatinya kita tidak tercipta untuk menjadi menenang hidup orang lain. Biarkan sejak mereka belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri. Hidup ini ada hukumnya, jika tidak ditemui di dunia ya besuk di akhirat. So simpel. Jika hidup kita direcoki orang² maka tanya pada dirimu, mau sampai kapan? apakah masih kuat bertahan? Jika sudah tidak bisa bertahan ya udah lepasin orang² yang tidak sejalan dengan pikiran kita. 

Reset your bounderies untuk menciptakan harmoni di hidupmu. Jangan sampai toxic² itu mempengaruhi hari²mu. Berkawanlah sewajarnya,  sebatas profesional ataupun sebatas hubungan baik. Tolong hargai dirimu sendiri sehingga mampu memilih dan memilah orang yang layak kamu jadikan teman. Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama. Stop selalu ada buat orang lain. 

Jadi ketika kamu sudah tidak dihargai maka mundur, ga usah berkedok dya orang baik. Okelah dya baik tapi perlu diingat dya bukan teman yang baik untukmu. Orang baik tidak selalu tegak lurus dengan teman baik. So, hargai diriku sendiri setinggi² mungkin hingga kamu tidak akan gentar jika kehilangan orang yang tidak pernah cukup menghargai effort dan kebaikanmu. 

Ambil resiko, jangan tumpahkan ke orang lain

Bagaimana perasaanmu jika ternyata kamulah penyebab temenmu membutuhkan konsul ke psikolog? Bagaimana perasaanmu, jika nyatanya pembuangan emosimu ke temenmu itu menyebabkan ia kelelahan? Bagaimana perasaanmu jika egoismu selama ini sudah offside? 

Menjadi orang dewasa se-dewasa usia yang dimiliki itu tidak semua orang bisa. Tidak sedikit orang dewasa yang terjebak dalam jiwa anak kecil yang maunya dingertiin terus. Jiwa yang ga mau tau, yang penting apa yang ia inginkan bisa terpenuhi. Jiwa yang inginnya pusat rotasi bumi ada di hidupnya. Jiwa yang penuh dengan keegoisan dengan tagline kamu harus mendengarkan update hidupku. Ah mana bisa itu terjadi ges. 

Kebayang ga sih, kita dengan PD nya merasa bahwa kita adalah orang sepenting itu sehingga semua kisah kita harus didengar dan direspon. Sedangkan orang yang kita paksa untuk mendengarkan drama kehidupan itu hidupnya jauuuh lebih strugle. Apa ga malu? Apa ga dholim? Apa setega itu sudah menyita seluruh energinya untuk mendengarkan cerita yang baginya mungkin tidak ada bandingannya dengan perjuangan yang sedang dia alami bahkan cerita yang bukan urusannya. 

Di sudut yang lain, pernahkah terpikirkan bahwa nyatanya cerita kita menjadi beban orang lain. Cerita drama yang ga akan ada habisnya. Cerita karna kesalahan yang dilakukan dengan penuh kesadaran. Cerita yang menjenuhkan. Cerita yang harusnya ditelan sendiri sebagai bentuk konsekuensi, dan cerita yang seharusnya tidak ditumpahkan ke orang lain. Mungkin akan ada pertanyaan, lha kalo ga mau dengerin cerita ya udah skip aja, cut off dan selesai. Benar sekali hanya saja tidak selalu kondisi se-simple dan semudah itu. 

Ada kondisi dimana orang dengan lumuran tumpahan curhat orang lain tidak dapat cut off karena pertimbangan saudara, tetangga, maupun profesional pekerjaan. Ga sebanding kan ketika kita harus pindah rumah, pindah KK atau pindah kerjaan hanya karena ingin menghindari orang tersebut. Lagi² banyak layer yang harus dipertimbangkan dan benar tidak-lah sesederhana cut off--blokir. 

Ujungnya jika cerita bertahun² itu akan membebani dan final chapternya adalah kelelahan yang berdampak terhadap psikologis. Entah low energi, badmood, emosian, ataupun reaksi lainnya. Jika sudah ada dalam kondisi ini, maka segeralah konsultasi ke psikolog untuk menetralkan perasaan. Setidaknya perasaan, pikiran, dan mood diri bisa lebih stabil dan lebih tenang. Ceritakan apa yang sedang dialami dan mintalah masukan supaya kembali tenang dan mampu menghadapi situasi yang sudah tidak sehat ini. Psikolog pun akan memberi gambaran langkah apa yang bisa dilakukan untuk menjembatani permasalahan, memvalidasi keputusanmu, hingga memberikan sudut pandang baru bahwa kamu ga harus bertanggung jawab atas hidupnya. 

Benar, kita tidak didesain untuk bertanggung jawab atas hidup orang lain. Bahagia dan duka orang lain bukan tanggung jawab kita. Pun sama kita boleh dan memiliki hak untuk skip cerita apapun dari orang lain. Kita boleh sekali bilang kalo tidak mau mendengarkan ceritanya, akan berbeda ya jika kita sudah terang²an bilang seperti itu tapi ia tetep bercerita dan mengaburkan pemahaman dya kalo orang yang diajak curhat sudah muak. 

Terlihat sederhana ya, hanya mendengarkan curhat orang lain ternyata bisa berujung membutuhkan profesional di bidang psikologi. Lagi² kasusnya yang bagaiman dulu kan ya, kalo sama² bisa buang sampah mah oke² aja. Nah yang berbahaya dan harus dihindari adalah menceritakan drama kehidupan yang ia buat sendiri dengan penuh kesadaran dan orang lain dipaksa masuk dalam drama tersebut. 

Yuk selagi masih dikasih nafas, kurangi membebani orang lain dengan cerita yang tidak sepenting itu bagi orang lain. Boleh sekali curhat asal tau diri dan tau waktu. Jadilah orang yang bijak dan dewasa. Ambillah semua konsekuensi dari apa yang sudah kamu lakukan. Belajar gentle untuk siap menghadapi semua resiko yang kemungkinan terjadi. Serta jadilah bijaksana untuk mampu menghargai orang lain sebagaimana kamu ingin dihargai. 

Lihatlah dari kejauhan bak bintang kecil di langit

Di tengah gelombang yang sungguh luwar biasa ini, ada cobaan yang tidak perlu kita cobain. Apakah itu? ya menjadi benalu di rumah tangga orang lain. Kehidupan orang dewasa memang seseru itu, jika kita tidak kuat iman, tekad, dan prinsip maka kita akan menjadi besti syaitonirrojim karena berhasil "merusak" rumah tangga orang lain. Tipu daya setan itu sungguh cerdik, manusia yang tidak kuat prinsip, iman, dan pendirian akan mudah goyah ketika setan berbisik bahwa pasangan yang ada di rumah banyak kurangnya setelah melihat ada lawan jenis yang kita ketemui terlihat lebih menarik. Setan memiliki misi bagaimana caranya rumah tangga yang sudah terbina berantakan dengan cara menghasut pikiran untuk membandingkan apa yang sudah dimiliki di rumah dengan fatamorgana (orang baru) yang belum dimiliki.

Seribu satu cara setan untuk menghasut pikiran dan logika sehingga apa yang ada di rumah itu terasa buruk, jelek, dan tidak menggairahan lagi. Bahasa singkatnya, "aku salah milih, dan harusnya aku sama dya (orang baru)". Jika kita sudah ada di fase itu maka 1-0, ya setan 1 kita 0. Tidak ada manusia yang sempurna gaes, jika dulu waktu kamu miskin dan jelek, pasanganmu sangat menerima dan mencintaimu maka alasan apa yang bisa kamu persiapkan untuk berpaling darinya?  Ia yang menerima kamu dari kondisi minus itu akan kamu tinggalkan hanya karena kamu merasa salah pilih atau ada yang lebih tepat dari pasangan? bahkan ada rasa menyesal karena sudah menikah dan memilih dya menjadi pasangan? Jangan gitu ya, bagaimanapun pasanganmu= pilihanmu= rejekimu.

Jika kita jadi orang baru  di hidupnya-pun juga harus sadar diri bahwa tidak boleh melanggar batasan. Meskipun dya adalah 1000% type kita, bangga terhadap kita, ceria bersama kita, dan sejenisnya namun itu hal salah jika dilanggar. Memang dalam hidup itu banyak plotwist yang kadang membuat menganga. Ada banyak cara syaitan untuk membuyarkan fokus rumah tangga dengan angan kosong terhadap orang baru. Mari raih kebahagiaan dengan cara yang baik, tidak merebut apa yang sudah dimiliki oleh orang lain sebelumnya. Misal nih, perasaan itu sangat kuat maka telan saja sendirian. Tak perlu kamu tunjukkan rasa yang bergemuruh dalam dadamu. Kontrol dirimu supaya tidak ada fitnah. Kuasailah pikiranmu supaya nalar dan sadar. Jadilah bintang di langit, yang sinarnya hanya dapat dilihat dari kejauhan. 

Jika rasa itu hadir di keduanya maka biarkan rasa itu terpatri di lubuk hati masing-masing. Tak perlu ada komunikasi dan tak butuh konfirmasi. Lihatlah ia dari kejauhan, tanpa harus lalu lalang di kehidupannya. Cukup kenang semua hal indah tanpa harus muncul hasrat untuk memilikinya. Takdir terbaik akan selalu menemukan jalannya, pun sama jika kenyataannya tidak ada jalan maka ini bukan jalan untuk bersama, namun jalan untuk menyadarkan bahwa ada orang yang selalu menjagamu dari kejauhan tanpa mengganggumu.

 Hidup orang dewasa selegowo ini dalam menjalani takdir. Harapannya semuanya akan lebih tenang dan nyaman. Tidak ada rasa memaksa takdir untuk selalu berpihak pada kita, yang harusnya dilakukan adalah melangitkan doa semoga semua hal baik selalu membersamai kita dimanpun berada. Termasuk orag-orang yang sudah ada buat diri kita. 

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger