Entradas populares

Adakalanya, tidak selalu percaya diri itu baik

Feeling sahabat kadang bikin kita geleng², dya yang paham diri kita pasti pingin yang terbaik untuk kita. Tidak hanya sahabat, keluarga pun begitu. Jadi kadang kala kita berlawanan dengan sikap orang² tulus itu karna kita lagi jatuh cinta. Logika sedang tidak on, semua tertutup oleh rasa happy degdegser...

Ya jatuh cinta itu susah untuk menggunakan logika. Apalagi kalo lagi bucin. Parah dah, logika nol, dikasih tau aja malah ujungnya ga berkenan dan nyerang balik. Sebaliknya jika ada masalah, baru ndengerin nasihat tapi nanti balik ke model awal nol logika. 

Ga semua orang, tapi ada yang begitu. Kembali ke peran sahabat, keluarga, dan orang² tulus yang ada di sekitar kita. Mereka akan menghargai keputusan kita ketika kita sedang dekat dengan pilihan kita. Meskipun ga banget bagi mereka, down grade, ga setara, dll. Tapi mereka akan menghargai. Menariknya mereka akan menerima kita kembali ketika kita terpuruk. Namun jika ini berkali-kali dan ujungnya hubungannya penuh drama, maka mereka pasti akan punya sikap.

Bisa jadi saat kita jatuh cinta, mereka menentang pilihan kita lantaran mereka punya POV yang netral ataupun memiliki pengharapan yang besar bahwa kita pantas dan layak mendapatkan yang lebih dari si doi. Wajar sih karna hidup kita sebelum ketemu doi, kita bersamanya kan.

Tidak sedikit yang lebih memilih doi-nya dan mengabaikan saran dan pendapat orang terdekat. Boleh dan hak setiap orang, namun perlu diingat untuk tidak mendewakan doi-nya ya. Doi adalah manusia biasa yang tidak lepas dari masalah, terlebih ketidaksetujuan itu dilatarbelakangi doi sumber drama. Agak miris, besuk kalo ada masalah dengan doi lantas mau kemana? ke temennya ga mungkin karena udah dibuang kan, ke keluarga juga malu, dan ujungnya chat aplikasi AI untuk curhat, hehehe..

Jatuh cintalah dengan tenang, jatuh cintalah dengan orang yang membuatmu bisa bertumbuh dan berkembang. Jatuh cintalah dengan ia yang bisa diterima oleh circle tulusmu. Jatuh cintalah dengan ia yang membuatmu lupa akan drama hidup yang biasa kamu lakukan di setiap harinya. Dan yang paling penting adalah jatuh cintalah dengan ia yang membuatmu semakin lebih dekat Sang Pencipta, keluarga, dan para sahabat baikmu. 

Kenapa harus mempertimbangkan saran dari keluarga maupun sahabat tulus? karena mereka masih mampu berpikir jernih dan menggunakan logika. Jangan sakit hati jika kamu sulit diingatkan dan akhirnya satu per satu mereka meninggalkanmu karena pilihanmu. Ya kamu sudah cinta mati dengan sumber konflik, sumber drama, sumber ketidaktenangan. Orang terdekat, sudah dapat membaca apa yang akan terjadi jika kalian bersama. Bukan mereka cenayang, namun mereka paham, kamu yang suka drama ketemu dengan medan drama. 1000% full drama in your live.

Tapi ini semua adalah pilihan hidupmu, hidup kita, hidup semua orang. Jika keputusan kita sudah bulat, gass. Semoga yang dikhawatirkan mereka tidak akan pernah terjadi, dan anggap saja mereka salah menilai doimu. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka jangan pernah menyesal atas langkah yang sudah kamu pilih, langkah yang sudah kita ambil, dan langkah yang membuat mereka menjauhkan diri dari kita. Yaps, life is a choice...

Teman tulus, dan keluarga itu koco buat kita, cermin buat kita. So, jangan hanya mereka menentangmu maka kamu ambil langkah untuk menghilangkan mereka di hidupmu. Ampun ya dek ya.. Hidup ga selamanya berisi tentang sayang-sayangan. Ada banyak dimensi kehidupan yang tidak bisa hanya diisi oleh doi. Ada peran teman tulus, sahabat baik, keluarga, tetangga, dsb. 

Euforia orang jatuh cinta itu berapa lama sih? ga selamanya kan? bahkan ga lama kan? Nah, coba pertimbangakan ulang untuk menggadaikan kebahagiaanmu ke doi. Kesesatan hidup seorang diawali dengan cara menggadaikan kebahagiaan ke orang lain. Menumpukan kebahagiaannya di tangan orang lain. Seolah orang tersebut mampu menyembuhkan luka, melengkapi puzzle yang lama hilang, memenuhi materi, serta menjadi sumber kekuatan.

Pertanyaannya, kenapa tidak menyadarkan semua kegalauan tersebut pada diri sendiri? memperbaiki diri, menyembuhkan luka, upgrade knowledge, menabung, menjalani hidup sesuai dengan kemampuannya, dll. Kenapa harus berdiri di kaki sendiri? Ya supaya kitanya ga kecewa. Kita akan mampu menakar kok sedalam apa kemampuan kita, sekuat apa diri kita, so itu akan lebih realistis.

Kebayang kan jika kita menggantungkan kebahagiaan ke orang lain dan ternyata ia sama2 rapuh? untung rapuh, lha kalo dya aslinya makhluk yang sangat tidak banget untuk diajak berjuang bersama? Yuk udah tua, mari kita berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, supaya tidak salah langkah. 


Mensyukuri yang ada, mencintai yang dipunya

Beberapa hari ini maraton ngalamin hal yang biasa terjadi tapi tidak dalam sekali waktu berbarengan. Jadi rasanya wow banget dan bikin sadar, bahwa sesayang itu mereka ke aku. Rejeki bekerja di tengah² mahasiswa yang memberikan banyak cerita lucu, seru, dan membahagiakan. Tidak sedikit ngalami hal yang bikin hati nyes, happy, dan terharu. Entah pendapat mereka tentang diri ini cuma feedback dari komunikasi yang biasa ini lakukan kadang diluar kendali. 

Tidak ada yang spesial dari komunikasi yang biasa dilakukan, semuanya mengalir senatural mungkin, tidak ada tendensi apapun, bahkan tidak ada paksaan bahkan kepura²an. Jika ada yang bertanya ya dijawab, jika ada yang cerita ya didengarkan, jika ada yang curhat ya ditanggapi. Its so simple, tapi tidak semua orang bisa, ternyata. 

Tiba² ada mahasiswa datang bawa makanan dan itu oleh² ciri khasnya daerahnya. Ga banyak kata, dya cuma bilang untuk ku saja. Kala itu sedang riweh jadi ga tau kalo dya ternyata duduk lama menunggu. Aku mikir ya, kenapa dya ngasih makanan? Oh dya habis wisuda, pikirku. Cuman aku ngerasa enggak deket dan biasa aja sama dya pas ngobrol, ngelayanin, nyariin buku yang dicari. Karna udah kewajiban dan tugasku gitu jadi ya dilakuin seperti biasa, tidak ada yang spesial. Entah ybs calon psikolog atau gimana jadi bisa membaca body language-ku. Entah lah. 

*dari dya aku belajar bahwa "apa yang kita lakukan biasa, bagi orang lain bisa jadi luar biasa".


Pas lagi mainan hape, ada WA dari mantan anak magang, ngabarin intinya ibunya meninggal. Sedih banget karena lumayan akrab sama dya, pas wisuda juga ibunya sempet foto di tempat kerja. Yang bikin haru adalah ternyata dya ngabarin aku duluan dibanding temen²nya. Ngebayangin dulu pas ibuk meninggal aja, boro² bisa ngabarin orang, yang ada pikiran blank. Jujur, terharu banget, se-nganggep itu dya ke aku. 

*dari dya aku belajar, "hal tulus yang dilakukan akan sampai di hati yang mampu menghargai".


Pas lagi cuti, ada mantan anak magang yang lain chat, tanya apakah akuu cuti? Ternyata dya main ke tempat kerja dan udah bawa roti. Dya tinggal di bandung. Pikirku ya udahlah ya karna memang aku juga lagi cuti dan ga bisa ketemu. Dya hanya tanya kapan aku masuk dan diluar dugaan di hari yang aku masuk itu dya datang sambil bawa roti (lagi) ngasih ke aku. Sepertinya dya memperpanjang waktu supaya ketemu aku. Terharuuu.. 

*dari dya aku belajar, "tidak harus menjadi besti supaya dihargai".


Cerita sama pas aku cuti, ada chat dari anak magang yang baru. Ia bertanya aku masuk kapan? Dya mau bawa kue, gitu. Awalnya aku ga ngeh, ya bawa aja kalo mau bawa (pikirku). Ternyata enggak sesimpel itu, ternyata dya ulang tahun dan memang pingin ada aku, jadi pas ngasih kue itu dya memastikan aku sudah masuk kerja. Padahal banyak temen disana cuma dya pingin aku makan kuenya. Ya Allah, rejekiMu luar biasa 

*darinya aku belajar, "hargai apapun effort orang lain, karena sosokmu sangat ia hargai"


Bagi kita mungkin hal biasa, siapa sangka itu menjadi hal istimewa bagi orang lain. Bagi kita itu sebuah tugas, siapa sangka itu yang membekas. Sadar 

Sadar tidak semua orang dikasih kesempatan seperti ini, so syukurilah dan tambahlah menjadi orang tulus dan baik. Lupakan tentang feedback apa yang seharusnya diberikan, dll. Jadilah orang baik saja, TITIK. Satu hal yang perlu ditekankan bahwa tidak semua orang pandai melihat keindahan warna pelangi, so tetaplah menjadi baik karna kebaikan itu yang mengundang kebaikan yang lainnya. 

Alhamdulillah.. 


Cintailah dirimu sendiri dulu

Aku perhatikan kamu sekarang lebih happy, lebih tenang, lebih chill, ringan langkah, tidak spaneng lagi?, tanya diri ke cermin. Iya akhirnya aku berhasil cut off orang-orang yang bikin lelah. Aku selama ini kelelahan namun aku belum menemukan jalan keluar so hidup isinya capek dan capek. Capek fisik bisa istirahat namun kalo capek hati dan fikian? oh sungguh keadaan yang tidak ingin aku ulang. Paet. Beda banget lho kamu saat ini dengan yang kemarin2. Saat ini terlihat lebih fresh, dan enteng aja gitu hidupnya. Baru sadar aku, ternyata masalahmu sengaruh itu terhadap performan dirimu, ucapku.

======

Sudah saatnya kita harus menyayangi diri sendiri melebihi apapun, lebih memprioritaskan kebutuhan diri sendiri, lebih peduli, lebih menghargai, dan tentunya beri batasan untuk interaksi dengan orang lain. Mari berbuat baik, namun jangan berlebihan sehingga kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri yang berujung kamu kepater, ga bisa gerak namun terus2an menderita.

Definisi berbuat baik itu yang saling support, saling menghargai, saling bantu namun sesuai kadarnya, tidak berlebihan. Nah kondisi ini yang sehat dan perlu untuk dipertahankan. Sebaliknya jika kondisinya kok bikin kita sakit hati, capek, harus mengalah terus2an, dan hanya dimanfaatkan saat butuh maka cut off saja, TITIK.

Hiduplah seperti kamu sedang hidup, bukan hidup segan matipun tak mau. Berada di bawah bayang2 kebaikan orang memang tidak enak, namun akan parah lagi jika kita menjadi orang yang serba tidak enakan. Mau ini itu ga enak, takut menyakiti dst. Lantas apa kabar perlakuan mereka seenaknya aja ke kita? masih diam saja? masih terima? Wah dzolim sama diri sendiri itu.

Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita kok, boleh membantu tapi jangan sampai menjadi gila. Biarkan orang lain bertanggung jawab terhadap pilihannya. Semua ada konsekuensi dari sebuah pilihan, pun sama kita akan menjadi tidak berharga jika kita terus2an meladeninya.

Mari normalisasi mencintai diri sendiri dan berbuat baik sewajarnya ke orang lain. Bukan sebaliknya berbuat baik sama orang lain all out namun denial sama perasaan diri sendiri kalo sudah muak atas perilaku orang lain. Orang lain memperlakukan seenaknya itu karna kitanya mengijinkan loh. Coba kita tegas, maka orang akan segan memperlakukan kita semena2.

Yang sudah berlalu biarlah menjadi pelajaran, tutup buku. Sekarang waktunya buka lembaran baru dengan diawali meminta maaf sama diri sendiri karna sudah secuek itu. Percaya deh setelah itu, hidupmu akan tenang dan ringan langkahnya ketika kita mampu tegas sama orang lain. Buat batasan yang jelas sehingga orang lain tidak akan bisa mengusik kedamaian kita.

Jika mereka drama, tinggal aja ga perlu kita larut dalam skenario ibanya. Pasang tembok tinggi untuk menghalangi mereka menarik kita masuk dalam drama yang mereka ciptakan sendiri. Hidup mereka adalah tanggung jawab mereka, ga ada urusannya dengan kita. So, love your self, first!

Perkataan psikolog apa yang membuatmu move up?

Dya baik, tapi bukan orang yang baik buatmu

Ada banyak POV dari kalimat ini, bisa untuk pasangan, sahabat, tetangga, maupun teman. Ya di kehidupan yang penuh dengan transaksional ini, nyatanya kita harus pandai supaya tidak menjadi bod*h dan dimanfaatkan orang lain. Come on berbuat baik sewajarnya saja, ga perlu effort yang berlebihan, ga akan ada artinya juga kok segala pengorbananmu, so sebatas baik aja, TITIK. Ingat, jenis manusia yang hadir di hidupmu itu hanya ada 2,yakni BUTUH atau BETAH.


Kamu mengira ia berubah? No, kamu hanya belum mengenalnya

Ketika kamu masih bersamanya bisa jadi mengira dya adalah the one, orang yang paham setiap POV mu, orang yang menyiapkan seluruh tenaganya untukmu. Woooee banguuun, turumu kesoren. Nyatanya ga ada satupun manusia yang  mampu mengenal karakter manusia yang lain sepenuhnya, kenapa? ya karena manusia itu dinamis dan mudah berubah. Kita sering terjebak kecewa dengan orang terdekat lantaran berubah sikapnya. NO. Bukan, bukan ia yang berubah tapi kita yang denial dan pura² ga peka kalo sebenarnya asli dya ya seperti ini. Mengecewakan bukan? 


Tidak ada yang minta kamu setuju dengan pilihannya

Ketika lawan bicaramu hidupnya penuh drama, dan makanan sehari-harimu adalah mendengarkan dan diminta mengomentari drama yang itu-itu saja, sedangkan itu tidak masuk akal sehatmu, logikamu bahkan velue-mu. So, apa yang terjadi? ya, kamu akan gila perlahan karena kelelahan akibat bentrok dengan diri sendiri. Ketika kamu tidak setuju dengan jalan yang dipilih oleh rekanmu, kamu boleh mengungkapkan bahkan menasihati jika diperlukan. Namun, jika ybs tidak mau tau dan tidak mau menerima masukanmu maka itu bukan lagi tanggung jawabmu. Membantu boleh, berbuat baik harus namun jangan sampai kamunya yang kerepotan, kesusahan, bahkan mentalmu yang dipertaruhkan. So just let it be.


Sebanyak apapun ceklis akan tetap nothing jika dya tanpa progres

Kamu mengira orang yang sedang dekat denganmu adalah calon jodohmu dikarenakan banyak ceklis yang masuk dalam kriteriamu. Namun dya stag, no action, dan hanya menimbulkan tanya. Sedangkan umur terus berjalan dan bertambah. Hal yang harus kamu yakini adalah, orang yang cocok buat jodohmu saat ini adalah orang yang tidak bingung dengan dirinya sendiri. Sudah selesai dengan segala luka masa kecil, sudah stabil mental dan material, dan tidak lagi ada niatan untuk bermain-main.


Seumur hidup itu lama, plis utamakan kesehatan mentalmu

Dalam kehidupan rumah tangga tentunya kita menginginkan hidup harmonis dengan pasangan, orang tua, mertua, ipar dan seluruh keluarga. Pertanyaannya adalah, apakah kamu sanggup hidup berdampingan dengan mertua ataupun ipar yang belum selesai dengan diri mereka. Jika kamu ingin mencoba maka persipakan mentalmu karena case ini akan menjadi salah satu cobaan dari rumah tanggamu yang sudah sejak awal terdeteksi. Apakah kamu yakin pasanganmu akan selalu ada di pihakmu? sedangkan yang trouble adalah orang tuanya dan saudara kandungnya. Pilihan ada di tanganmu, bersama tapi toxic atau berpisah tapi kamu sehat.


Kamu baik, kamu peduli tapi kamu tidak dihargai. For what? 

Di akhir zaman ini kita harus tega sama orang lain yang hadir di hidup kita sebagai parasit. Cut off saja mereka untuk kehidupan kita yang damai dan sejahtera. Ketika kebaikan tidak lagi ada harganya, maka sadari bahwa ia bukanlah orang yang tepat menerima kebaikan kita. Punsama ketika effort kita dianggap angin lalu maka segeralah balik kanan dan berikan effortmu kepada orang yang tidak buta warna sehingga ia mampu melihat indahnya pelangi.


Meanwhile

"Kamu masih single di usia setua ini?" Sebuah kalimat yang sering orang lain lontarkan dan hanya bisa menjawab dengan senyuman kecut. 

MEANWHILE...

Ada kisah yang tidak dapat ia miliki meskipun di awalnya sudah berusaha mencoba menyelaminya. Kesenjangan diantara keduanya menyadarkan ia untuk mundur. Jiwa insecurenya menyala, sadar kalo dirinya tidak setara, tidak memenuhi unsur bibit bebet bobot. Lantas bagaimana perasaan? Apaaa masih anda tanya perasaan? Wah hancur sekali tentunya tapi realita menyadarkan bahwa come on sadar diri itu jauh lebih bijak daripada memperjuangkan hal yang titik temunya tidak ada. Sisi lain, ada di salah satu pihak yang sudah didesak oleh orang tuanya untuk segera menikah, sudah disiapkan jodoh beserta seperangkatnya. Ya, semua rasa dipaksa dikubur dan dihilangkan. 

Waktu yang diharapkan dapat menyembuhkan dan menutup semua luka nyatanya tidak berjalan seperti angan. Sekuat apapun ia melawan nyatanya rasa yang ia matikan dengan paksa itu tetap ada dan ga akan pernah mati. Lebih dari satu dasawarsa berlalu, nyatanya binar matanya masih sama, energinya masih membara, pancaran wajahnya tidak ada yang berbeda namun lagi² dua insan yang tidak tertakdir bersama hanya mampu memandang dengan anggukan kecil ketika mereka bertemu di sebuah acara yang tak pernah direncana. Sakit memang tapi ini cerita takdir yang harus terjadi. Seraya berdoa semoga ia yang dipilih menjadi pendampingnya mampu memenuhi kebahagiaan jiwanya dan pemenang batinnya. Sebuah pengharapan tulus dari seseorang yang dulu menjadi patner berbagi tawa meskipun dari hal² receh dan sederhana. Close case. 

******

Di belahan bumi lain, ada seseorang hadir di kehidupan yang awalnya hanya sebatas teman dan hingga kini pun tetap teman. Entah di kebetulan yang bentuknya seperti apa, orang yang jarang komunikasi tapi bisa menaruh sebegitunya rasa menghargai, bangga, happy, excited, dan berbagai rasa baik untuk sebuah jiwa. Sadar karena ybs sudah punya ikatan sakral dengan orang lain sehingga membentengi diri supaya tidak offside. Lagi² tidak ada niatan untuk menjalin apapun diluar pertemanan. Namun diluar kendali, dipihak lain justru sangat terlihat saltingnya, happy-nya, dan hebohnya jika berpapasan ataupun bertemu di momen yang tidak pernah sekalipun disengaja. Repeat. 

Ketertarikan adalah hal alamiah di diri setiap orang, dan kita manusia hanya bisa mengontrol respon dari gemuruh yang ada di dada supaya tidak melanggar batas, tidak menyakiti siapapun, dan tidak memberi harapan kepada hati untuk berkhianat. Hal ini adalah bentuk kedewasaan. Do'a adalah bahasa ketulusan yang mengantarkan jiwa menjadi tenang. Penuh harapan kepada Sang Pencipta supaya ia diberikan kebahagiaan dan kesuksesan dalam setiap langkahnya. Karena keberhasilannya adalah sebuah harapan yang selalu disemogakan. Titik. 

******

Sebuah kontemplasi diri, tidak bermaksud mempertanyakan maksud Tuhan dibalik semua cerita ini, namun sisi manusiawi-nyapun bertanya². Ada dua manusia yang hadir di kehidupan yang memiliki kesamaan yakni sama² excited, selalu ngebanggain di depan orang², selalu happy ketika bersama, selalu ceria ketika berbagi tawa,menjadi best patner bertukar semangat namun sama² tidak tertakdir bersama. Terlepas dari rasa tanya ini, semoga Allah memampukan dan memberikan ridhoNya dalam setiap langkah yang dijalani. 



Seni menghargai orang

Nyesek juga ya dengerin orang cerita dimana sahabatnya mulai ngejauhin temenku ini. Sambil nangis² dya bercerita bahwa saat ini sahabatnya yang selalu ada buatnya sudah berubah dan membatasi komunikasi, walo hubungannya masih baik. Chat masih fast respon, telpon masih diangkat, ngobrol masih asik, namun ada yang berbeda, katanya. Dari ceritanya, kita dapat belajar supaya tidak telat menghargai orang yang selalu ada buat kita, so koreksi diri! 

**********

Kita adalah jenis makhluk Tuhan yang sangat sibuk. Sibuk kerja, organisasi, ghibah, scroll tiktok, bahkan sibuk untuk beristirahat alias tidor. Nah, diantara sejumlah kesibukan itu, kita pasti ada konflik, masalah, bahkan drama yang kadang kala membutuhkan orang lain untuk sharing. 

Paham sih, ga smua orang akan ada untuk kita dan mau menanggapi drama hidup kita ini. Yaps, syukuri aja dah jika kamu sudah punya orang itu di hidupmu. Yakali kamu mau sia²in gitu aja. Rugi kamunya tauuu.. 

Hanya saja manusia itu egonya tinggi, mentang mentang udah punya temen yang selalu nanggapi drama hidupnya lantas seenaknya aje memperlakukan orang tersebut. "Ah gpp, dya baik kok chatnya ga aku balas, ah santai aja toh dya paham aku kok, dan ah gpp yang ke seribu kalinya".

Loh ente siape? Ngerasa karna udah punya orang yang selalu mau dicurhatin segala drama hidupmu lantas kamu seenaknya aja ya? Wah² kamu lagi percobaan bun*uh diri ya? Manusia itu ga ada yang seselo itu kali. Jika dya ada buatmu selama ini ya karna dya memang baik tapi bukan berarti bisa kamu perlakukan seenaknya. 

Kebiasaanmu adalah chat panjang x lebar JIKA lagi ada masalah, dibalaslah dengan segala solusi dan jalan keluarnya, REPEAT 1000x. Namun kamu terlena dengan kebaikannya dan "mengusir" dya dari hidupmu melalui banyak cara yang kamu ga sadari. Saat dya pingin curhat balik, kamu sibook mainan HP. Yakali dya lagi seru curhat, kamu senyam-senyum sendiri sambil liatin HP, REPEAT. Belum lagi jika kamu lagi ga mood, balas pesan bisa ganti hari dengan alasan ini itu, REPEAT. 

Mungkin lawan chatmu masih stay ada untukmu, tapi lagi² dy manusia biasa lho yang punya segala keterbatasan. Jika dya manusia bijak, dya justru akan pelan² mengurangi intensitas komunikasi denganmu. Kenapa? Dya mencintai dirinya sendiri, dya menghargai dirinya sendiri, dan dya merasa sudah tidak diperlukan lagi. Orang bijak ini masih berusaha menjalin hubungan baik denganmu tapi tidak lebih dari hubungan baik. Keep semua cerita yang pernah ia dengar tentangmu dan balik kanan. 

Hahahaha siapa yang rugi kalo di situasi seperti itu? Ya kamu lah, mosok dya? Sederhana tapi sering manusia lupakan yakni menghargai orang lain saat bersama kita. Kalo kamu sedang ada di posisi ini maka hal yang harus kamu evaluasi adalah ego dirimu. Apakah aku egois curhat kalo butuh saja? Apakah aku selalu merepotkan dya tanpa memikirkan keadaan dya? Dst. 

Nasi sudah jadi bubur, ambil pelajarannya saja! Next jika kamu punya teman baru, jangan perlakukan dya seperti ini. Jangan selalu ingin dimengerti, dan jangan selalu seenaknya. Orang lain punya kesibukan, punya masalah, punya beban hidup yang bisa jadi berlipat² darimu. Nah jika manusia tersebut masih menyisihkan waktu untuk mendengarkan segala dramamu, harusnya kamu syukuri. Harusnya sih!!! 

*********

Hah capek juga ya ada di situasi temannya itu. Intinya hargai siapapun yang sudah ada buat kita sebelum semuanya berubah. Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita, pun sama kebahagiaan kitalah yang harus kita utamakan. Orang lain akan selalu menjadi orang lain so biasa saja dalam berkawan, sewajarnya saja supaya tidak ada beban yang membebani satu pihak. Dan mari belajar tanggung jawab atas hidup kita, telan saja semua pil pait yang ada, sesekali ingin muntah gpp namun jangan korbankan orang lain untuk menanggung hal tidak mengenakkan tersebut. Mari sayangi diri setinggi mungkin hingga tidak ada yang bisa menjatuhkan diri kita. Love self more please, so important! 


Korban dari kebaikan diri sendiri

Wah hidup ini sungguh amazing ya, ada aja cerita dan kisah yang harus terjadi dan menghampiri di kala hidup sedang damai²nya. Ya menjadi korban dari kebaikan diri sendiri. Senjata makan tuan, tapi konteksnya adalah dalam hal baik bukan jahat. 

Ternyata oh ternyata kita itu tidak boleh terlalu baik sama orang. Dulu mikirnya, kalo mau baik ya baik aja, ga usah mikir². Eng ing Eng, siapa yang pernah jadi korbannya? Awalnya menganggap selalu ada buat orang lain adalah bagian dari sebuah pertemanan bahkan boleh dibilang balasan dari kebaikan yang sudah ia berikan. Nyatanya wadidaw.. 

Plis berbuat baik sewajarnya saja, stop selalu ada buat orang lain. Jika kamu bertemu dengan orang yang tepat maka selalu adamu akan membahagiakan. Namun jika bertemu dengan orang yang kurang tepat, jatuhnya kamu makan ati sendiri. Memang manusia tidak ada yang sempurna, termasuk kita dan mereka semuanya. Cuma kalo mentalmu dipertaruhkan hanya karna kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri apa masih mau dilanjutkan? 

Batasan diri itu penting buat siapapun dalam kondisi apapun, supaya apa? Supaya kita dihargai. Bukan berarti jika orang itu baik dan selalu ada lantas seenaknya saja diperlakukan. Datang dengan dramanya -- dikasih solusi -- balik lagi ke orang yang buat drama-- kembali berdrama-- minta solusi-- REPEAT until the end. 

Atas nama menjaga hubungan yang sudah terjalin baik, apakah iya kamu mau jika menjadi wadah sampah emosi begitu lamanya? Sepertinya inget nomermu kalo ada masalah deh, so jangan GR kalo kamu dichat oleh temenmu terus menerus. Bisa jadi dya ga punya temen sebaik kamu, makanya dya kalo ada apa² larinya ke kamu. Waktu dan tenagamu tersita sekali pastinya untuk meladeni segala macam dramanya. 

Belum lagi kalo kami harus terseret dalam drama yang berlawanan dengan logikamu, pikiranmu, akal sehatmu, bahkan value hidupmu. Yang ada hanya bentrok dengan diri sendiri. Yang kalah siapa? Mental dan psikis yang kelelahan dan dipertaruhkan? Dya? Oh dya baik² saja, happy² saja, bahkan saking happy-nya pas ga butuh kamu, chatmu pun bisa jadi ga lagi penting. Jadi jangan sakit hati, jika chatmu ga di balas karna dya lagi ga butuh kamu. 

Nah, jika demikian yang terjadi maka dya sama dengan sedang membukakan pintu untukmu keluar dari hidupnya. Plis pintar dikit ya, dya sudah tidak butuh kamu. Jika pintu terbuka lebar, yuuk segeralah keluar dan tutup rapat reset bounderiesmu. Hargai dirimu lebih dong, sayangi mentalmu sebanyak² nya. Jika kamu ketemu dengan orang yang tepat, maka kebaikanmu pasti akan dihargai, tidak disepelekan. Yakali mau terus²an diperlakukan seperti ini. 

Yuk ambil sikap, kamu berharga jika kamu mampu menghargai dirimu sendiri. Sudah cukup yang kemarin², tutup buku ceritanya, fokus sama kebahagiaan diri sendiri, dan maafkanlah dirimu sendiri karena sudah terlalu abai dan malah ngutamain kebahagiaan orang lain. Gimana rasanya? Nggonduk to.. Hihi selamat yaa.. 

Tak ada yang kebetulan di muka bumi ini, termasuk setiap kejadian yang menyapamu. Terimalah dan ambil pelajaran sebanyak²nya. Satu diantaranya bersikaplah sewajarnya sama orang lain, titik. Jika kamu masih ngeyel dan mengatasnamakan "dulu dya tidak seperti ini kok". Heeeey jemuran kering, kamu itu hanya belum mengenal dya, yang kamu tau hanya sekilas saja. Aslinya dya ya seperti ini kok. Paham sampai sini? Paham dong masak enggak paham sih. 

Reset your bounderies, tetep jadi orang baik yang tau batas dan kadar baik untuk orang lain, sayangi diri sendiri melebih siapapun, penderitaan orang lain bukan tanggung jawab kita, hempas orang² yang hadir hanya membuat kita penat dan lelah. Wes gedhe, kudune iso mikir ndi konco sing apik, ndi konco sing ketoke apik. Rasah sumelang, ijeh okeh konco sing tepat nggo koe. All is well. 

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger