Konteks disini adalah interaksi manusia dengan sesama. Dapat dengan teman, sahabat, tetangga, pacar, pasangan, dst. Relationship antar manusia itu lucu, unik, seru, dan penuh dinamika. POV disini adalah semua manusia memiliki sisi baik dan tidak ada yang sempurna. Namun tips supaya hidupmu happy, tenang, dan damai adalah pilihlah orang baik yang kekurangannya dapat kamu tolerir.
Ketika kamu bertetangga dan akrab dengannya, sering saling bantu dan hubungan kalian sangat baik namun kamu memilih menepi karena tidak dapat mentolerir bahwa dya suka playing victim dan menyalahkan orang lain atas kelakuannya maka sikapmu itu sehat.
Ketika kamu hanya dijadikan opsi dan tempat sampah oleh teman baikmu. Didatangi karna dya butuh curhat denganmu. Fast respon balas chatmu karena ada kepentingan, dan kamu memilih melambaikan tangan karena kamu tidak dapat mentolerir kekurangannya maka kamu masih menggunakan logika sehat dalam berteman. Mana ada orang yang mau dijadikan tempat sampah terus menerus kan ya..
Ketika kamu sedang dekat dengan lawan jenis, berniat serius, bahkan tipemu banget, saling memiliki ketertarikan namun kamu memilih mundur karena tidak bisa mentolerir bahwa orang tuanya hobi KDRT maka kamu manusia yang masih menggunakan logika.
Ketika kamu sedang PDKT, benih² ketertarikan itu sudah mulai tumbuh namun kamu baru tau kalo masa lalunya kelam, rumit, dan potensi drama sehingga kamu memilih mundur daripada menuruti hawa napsu maka kamu itu sedang diselamatkan karna masih logis tidak terjebak oleh fatamorgana perasaan.
Salut sama orang yang mampu menerima masa lalu pasangan yang kelam, terbuat apa hatinya mampu bertahan disetiap harinya menghadapi pasangan yang belum selesai dengan masa lalu bahkan tidak akan pernah selesai. Anda hebat tuan.. So ketika logika masih dominan dibanding perasaan maka itu keren. Sebaliknya jika tidak mampu mentolerir masa lalu pasangan bye lebih baik.
Ketika tetanggamu hobi menceritakan harta bendanya, jumlah perhiasannya mencapai puluhan kilo, bisnis tambang batu baranya yang melesat pesat, pacarnya yang selalu ada buatnya, progres pembangunan istana megahnya dan sederet cerita yang tidak bisa kamu tampung di logika sehatmu maka memilih putar balik adalah pilihan jos dan tepat. Jika tidak disudahi maka akan berujung toxic dan melelahkan.
Sebaik apapun teman, tetangga, ataupun manusia bentuk apapun dimuka bumi ini pantas kamu jauhi jika sudah membuatmu lelah, capek, terbebani, dan mengganggumu. Hidup penuh pilihan kok, jika kamu memilih menyelamatkan kesehatan mentalmu maka itu pilihan tepat. Biarkan mereka dengan hidup dan pilihannya. Sekali lagi, hidup mereka bukan tanggung jawab kita. So, fokuslah sama diri kita sendiri.