Entradas populares

Ketenangan sumber rezeki

Ketenangan itu merupakan sumber rejeki yang tidak boleh kita kesampingkan. Jika hidupmu kok vibe nya tenang, santai, selalu diberikan solusi setiap masalah, selalu diberikan insting tajam untuk menganalisis persoalan, selalu diberikan guide dalam menentukan langkah maka selamat kamu beruntung dan kamu makhluk pilihan. 

Yuk tambah rasa syukurmu, tambah keistiqomahanmu, dan tambah lagi sedekahmu. Sungguh ketenangan hanya timbul dari Allah semata. Banyak harta tidak menjamin tenang, pun sama pangkat jabatan seringkali membuat gelisah. Sebaliknya jika Allah sudah memberikan ketenangan meskipun kita hidup dengan kesederhanaan maka kamu pemenangnya. 

Orang yang jiwanya tenang, dya akan optimis dalam menjalani hari²nya karena ia yakin Allah selalu memberikan solusi dari setiap masalahnya. Kecanduan untuk meyakini setiap takdir Allah selalu terbaik juga mendorong terciptanya ketenangan dalam hidup. Orang ini akan bijaksana dalam menyikapi apapun permasalahan. Bukan berarti ybs tidak takut, galau, ataupun sedih. Ia sama dengan manusia biasa namun ia diberikan kemampuan untuk mengambil POV dari sisi positif, sisi baik, sisi optimis, dan sisi khusnudzon atas hal baik di balik cobaan yang sedang ia jalani. 

Orang yang tenang akan mengundang rejeki dalam berbagai bentuk seperti didekatkan dengan orang² yang satu frekuensi. Selain itu, bentuk rejeki yang lain dapat berupa material karena jiwa dan rasa syukurnya sangat tinggi. Allah akan memberikan nikmat berlipat² bagi hamba yang banyak bersyukur. 

Yuk perbaiki hubungan kita sama Allah supaya Allah ridho memberikan rasa  tenang bersemayam dalam diri kita. Menjadi teman sehari² bahkan menjadi jati diri kita dalam menjalani takdir di muka bumi ini. Aamiin. 

Rumah yang tak berbentuk bangunan

Hidup dengan pemikiran dewasa itu se menenangkan itu. Dimanfaatin orang, cut off. Disalahin orang, ambil sikap. Didatangi hanya karna butuh, sebatas baik. Direndahkan, berikan senyuman terbaik. Ditutup pintu kesempatan, upgrade diri. Difitnah, koreksi diri. 

Ya simple life, more happy. Sewajarnya saja menghadapi manusia dengan beragam sikap dan karakternya. Kita tidak dapat membahagiakan satu per satu manusia. Bahkan kita tidak dapat memenuhi ekspektasi mereka. Hidup kita ya urusan kita, sebaliknya drama mereka ya bukan tanah kita. 

Cukup menjalani hidup di area kita. Balas pesan kawanmu, sekalipun itu bukan prioritasmu. Jangan sok sibuk bahkan merasa paling penting dan dengan sengaja membiarkan mereka menunggu balasan chat kita. Ya kali dibalas, kalo sebaliknya? Ingat, orang chat itu ga selalu gabut, ada yg memang bener² butuh jawaban dari kita. Jangan sok banget mengecilkan orang lain dan meninggikan dirimu bahwa kamu adalah manusia tersibuk sedunia akhirat. 

Sederhana, sepele, bahkan sering kali ga disadari bahwa kita itu hobi bikin orang menunggu balasan chat kita. Dan kitanya sengaja ga balas bahkan merasa ga perlu untuk membalas. Ingat atuh, kamu butuh manusia yang lain juga lho. Jika ini menjadi kebiasaan maka kamu akan ditandai orang² dan ya orang lain juga akan mirroring ke kamu. Ya kamu ga sepenting itu. Maybe masih chatmu diladeni, tapi kamu tidak sepenting itu dihupnya lagi. Kamu tau, kamu membukakan pintu lost respect orang lain kepada dirimu. 

Hidup ini seru jika kita punya rumah. Rumah yng tidak selalu mewah. Rumah sederhana namun hangat. Rumah yang memberikan kerinduan ketika kita sedang beraktivitas. Rumah tak selalu harus dengan bangunan tapi tempat dimana kita disebut hangat, dihargai, diterima, dan ditunggu² kehadirannya. Ya rumah itu keluarga, sahabat, bahkan bangunan sederhana yang telah usang.

Ga kebayang bagaimana cara menyelesaikan masalah bagi orang yang tidak memiliki rumah? Yang banyak namun hati tidak tenang. Harus mengadu ke siapa drama yang sedang dialami? Mensyukuri apapun yang kita miliki sepenuh hati supaya hati kita luas. Supaya mudah untuk lapang. Pikiran jadi tenang, hati jadi perempuan, dan jiwa jadi tenang. 

Orang tua sehat, keluarga harmonis, sahabat solid, adalah bentuk lain dari rumah yang harus kita banyak syukuri. Wali di luar rumah masalah banyak namun ketika hati kita tenang, maka semua akan mudah terlewati atas izinNya. 

Yuk syukuri atas nikmat rumah ini. Jaga orang tua, keluarga, dan para sahabat. Mereka aset yang kita miliki, sekaligus bentuk lain dari rezeki besar. Sayangi mereka dan peluk merdeka erat dengan doa² tulus mu. 


Why not, "I" choose you

Jalan hidup manusia tidak ada yang sama, tidak ada yang memprediksi, dan selalu menyala di setiap takdir masing². Segala macam proses perjalanan hidup akan selalu memberikan alasan mengapa hal tersebut harus menyapa dan menjadi takdir kita. Meskipun pas ngalami hal tersebut kita masih bertanya², sakit, nangis, ga terima bahkan mempertanyakan kepada Tuhan, why me Tuhan? Why? The others people happy and got everything that they want. Why not me? 

Namun setelah berjalan dan berlalu baru tau oh ini to maksudnya takdir kemarin. Nyatanya kalo harus selesai juga akan selesai kok segala macam  takdir yang menyapa kita, sebaliknya jika belum waktunya selesai pasti akan ada saja jalan kita untuk "pusing² bin tegang" nyelesaikan satu per satu chapter di setiap takdir indah itu. 

Ada anak yang sedari kecil ditinggal oleh salah satu orang tuanya, sedangkan umurnya baru butuh²nya kasih sayang seorang ibu. Nyatanya Allah Maha Kuasa, ketika anak kecil tersebut kehilangan fisik sosok ibunya, namun Allah ganti dengan ribuan orang yang sama dya meskipun tidak akan pernah sama dengan kasih sayang dengan seorang ibu. 

Ada seorang anak tulang punggung keluarga, yang niat kerja hanya untuk mencari rejeki namun dya sering disalahpahami orang lain hanya karena sinarnya terlalu  terang.  Bahkan beberapa kejadian mengharuskan ia untuk menerima kenyataan tanpa bisa untuk mengklarifikasi sebenarnya apa yang terjadi. Tapi lagi² ini adalah bagian dari skenario indahNya. Siapa yang nyangka disaat bertubi² kejadian tidak mengenakkan ia alami, disaat banyak hal yang tidak dapat ia klarifikasi, disaat ocehan negatif orang² itu hanya mampu ia telan sendiri. Dan disaat ia nerima semua takdirNya, maka disitulah keajaiban tangan Tuhan.  

Tuhan mengangkat derajatnya dengan cara² yang sungguh indah. Dikasihnya panggung yang menakjubkan dan bikin menganga orang² yang selama ini merendahkan, menjelekkan, bahkan orang yang selalu merendahkan dirinya. Menariknya ia tak  pernah sekalipun ingin terlihat bersinar hanya saja perlu diketahui bahwa mutiara akan tetap jadi mutiara sekalipun ia ditimbun lumpur. Orang keren akan keren meskipun segala macam fitnah ia alami. So, chill aja menjalani setiap takdir hidup ini. Percaya saja dengan jalan dan skenario Allah. Rencana Allah tidak pernah salah. 

Ketika kita dipilih Allah untuk menjalani takdir indah itu, maka Allah pun sudah sangat tau orang itu mampu melewati skenario yang Ia berikan. Allah akan menyesuaikan ujian berdasarkan kemampuan setiap hambaNya. So, jika sedang mengalami ujian yang dirasa berat, maka tetep lah semangat dan positif thingking bahwa kita akan mampu melewati semua takdir baikNya dengan kasih sayangNya. Lantas kenapa Allah memilih kita? Ya suka² dongs, bukankah itu tanda cinta Allah pada kita. So, syukuri saja yaaa, takdir Tuhan selalu baik. 

Tanggapi sewajarnya saja

Tidak pernah terbayangkan betapa bahagianya, betapa leganya, betapa entengnya, dan betapa bersyukurnya ketika berhasil melepaskan beban yang diberikan orang lain. Tidak mudah, apalagi jika orang tersebut adalah orang terdekat kita yang memiliki hubungan sangat baik. Tidak ada pilihan lain kecuali cut off dan menyudahi segala drama yang menjebak kita untuk harus mengetahuinya. 

Kebahagiaan orang lain bukan tanggung jawab kita, begitu juga kesedihan bahkan drama yang sering ia ciptakan. Kita dalam berhubungan sosial, cukup untuk berbuat baik saja. Selebihnya kembalikan semua kepada ybs.  Ada tipe² orang yang memang sengaja memilih drama kok, jadi kita sebagai sesama manusia harus pandai melihat, apakah ini dampak kesengajaan dari langkah yang dipilih atau memang bukan hal kesengajaan. 

Manusia itu makhluk unik, so jangan pernah berekspektasi apapun sama manusia. Mereka sama kok sama kita, ga ada yang sempurna. So, ketika kita tidak menaruh ekspektasi berlebih terhadap manusia, maka kita akan lebih chill. Misal ybs drama yaudah silahkan, kalo eneg ya tinggal aja, kalo dya minta bantuan ya bantu sewajarnya saja. Sekali lagi, sewajarnya saja. 

Waktu dan tenaga yang kita kita gunakan untuk menanggapi drama orang lain rasanya akan lebih produktif untuk mengurusi diri sendiri, at least hanya rebahan di kamar. Intinya, semakin dewasa harus semakin bijak untuk bersikap tegas kepada orang lain supaya kita tidak selalu dimanfaatkan hanya karena kita baik dan selalu menanggapi drama yang selalu diceritakan. 


Adakalanya, tidak selalu percaya diri itu baik

Feeling sahabat kadang bikin kita geleng², dya yang paham diri kita pasti pingin yang terbaik untuk kita. Tidak hanya sahabat, keluarga pun begitu. Jadi kadang kala kita berlawanan dengan sikap orang² tulus itu karna kita lagi jatuh cinta. Logika sedang tidak on, semua tertutup oleh rasa happy degdegser...

Ya jatuh cinta itu susah untuk menggunakan logika. Apalagi kalo lagi bucin. Parah dah, logika nol, dikasih tau aja malah ujungnya ga berkenan dan nyerang balik. Sebaliknya jika ada masalah, baru ndengerin nasihat tapi nanti balik ke model awal nol logika. 

Ga semua orang, tapi ada yang begitu. Kembali ke peran sahabat, keluarga, dan orang² tulus yang ada di sekitar kita. Mereka akan menghargai keputusan kita ketika kita sedang dekat dengan pilihan kita. Meskipun ga banget bagi mereka, down grade, ga setara, dll. Tapi mereka akan menghargai. Menariknya mereka akan menerima kita kembali ketika kita terpuruk. Namun jika ini berkali-kali dan ujungnya hubungannya penuh drama, maka mereka pasti akan punya sikap.

Bisa jadi saat kita jatuh cinta, mereka menentang pilihan kita lantaran mereka punya POV yang netral ataupun memiliki pengharapan yang besar bahwa kita pantas dan layak mendapatkan yang lebih dari si doi. Wajar sih karna hidup kita sebelum ketemu doi, kita bersamanya kan.

Tidak sedikit yang lebih memilih doi-nya dan mengabaikan saran dan pendapat orang terdekat. Boleh dan hak setiap orang, namun perlu diingat untuk tidak mendewakan doi-nya ya. Doi adalah manusia biasa yang tidak lepas dari masalah, terlebih ketidaksetujuan itu dilatarbelakangi doi sumber drama. Agak miris, besuk kalo ada masalah dengan doi lantas mau kemana? ke temennya ga mungkin karena udah dibuang kan, ke keluarga juga malu, dan ujungnya chat aplikasi AI untuk curhat, hehehe..

Jatuh cintalah dengan tenang, jatuh cintalah dengan orang yang membuatmu bisa bertumbuh dan berkembang. Jatuh cintalah dengan ia yang bisa diterima oleh circle tulusmu. Jatuh cintalah dengan ia yang membuatmu lupa akan drama hidup yang biasa kamu lakukan di setiap harinya. Dan yang paling penting adalah jatuh cintalah dengan ia yang membuatmu semakin lebih dekat Sang Pencipta, keluarga, dan para sahabat baikmu. 

Kenapa harus mempertimbangkan saran dari keluarga maupun sahabat tulus? karena mereka masih mampu berpikir jernih dan menggunakan logika. Jangan sakit hati jika kamu sulit diingatkan dan akhirnya satu per satu mereka meninggalkanmu karena pilihanmu. Ya kamu sudah cinta mati dengan sumber konflik, sumber drama, sumber ketidaktenangan. Orang terdekat, sudah dapat membaca apa yang akan terjadi jika kalian bersama. Bukan mereka cenayang, namun mereka paham, kamu yang suka drama ketemu dengan medan drama. 1000% full drama in your live.

Tapi ini semua adalah pilihan hidupmu, hidup kita, hidup semua orang. Jika keputusan kita sudah bulat, gass. Semoga yang dikhawatirkan mereka tidak akan pernah terjadi, dan anggap saja mereka salah menilai doimu. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka jangan pernah menyesal atas langkah yang sudah kamu pilih, langkah yang sudah kita ambil, dan langkah yang membuat mereka menjauhkan diri dari kita. Yaps, life is a choice...

Teman tulus, dan keluarga itu koco buat kita, cermin buat kita. So, jangan hanya mereka menentangmu maka kamu ambil langkah untuk menghilangkan mereka di hidupmu. Ampun ya dek ya.. Hidup ga selamanya berisi tentang sayang-sayangan. Ada banyak dimensi kehidupan yang tidak bisa hanya diisi oleh doi. Ada peran teman tulus, sahabat baik, keluarga, tetangga, dsb. 

Euforia orang jatuh cinta itu berapa lama sih? ga selamanya kan? bahkan ga lama kan? Nah, coba pertimbangakan ulang untuk menggadaikan kebahagiaanmu ke doi. Kesesatan hidup seorang diawali dengan cara menggadaikan kebahagiaan ke orang lain. Menumpukan kebahagiaannya di tangan orang lain. Seolah orang tersebut mampu menyembuhkan luka, melengkapi puzzle yang lama hilang, memenuhi materi, serta menjadi sumber kekuatan.

Pertanyaannya, kenapa tidak menyadarkan semua kegalauan tersebut pada diri sendiri? memperbaiki diri, menyembuhkan luka, upgrade knowledge, menabung, menjalani hidup sesuai dengan kemampuannya, dll. Kenapa harus berdiri di kaki sendiri? Ya supaya kitanya ga kecewa. Kita akan mampu menakar kok sedalam apa kemampuan kita, sekuat apa diri kita, so itu akan lebih realistis.

Kebayang kan jika kita menggantungkan kebahagiaan ke orang lain dan ternyata ia sama2 rapuh? untung rapuh, lha kalo dya aslinya makhluk yang sangat tidak banget untuk diajak berjuang bersama? Yuk udah tua, mari kita berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, supaya tidak salah langkah. 


Mensyukuri yang ada, mencintai yang dipunya

Beberapa hari ini maraton ngalamin hal yang biasa terjadi tapi tidak dalam sekali waktu berbarengan. Jadi rasanya wow banget dan bikin sadar, bahwa sesayang itu mereka ke aku. Rejeki bekerja di tengah² mahasiswa yang memberikan banyak cerita lucu, seru, dan membahagiakan. Tidak sedikit ngalami hal yang bikin hati nyes, happy, dan terharu. Entah pendapat mereka tentang diri ini cuma feedback dari komunikasi yang biasa ini lakukan kadang diluar kendali. 

Tidak ada yang spesial dari komunikasi yang biasa dilakukan, semuanya mengalir senatural mungkin, tidak ada tendensi apapun, bahkan tidak ada paksaan bahkan kepura²an. Jika ada yang bertanya ya dijawab, jika ada yang cerita ya didengarkan, jika ada yang curhat ya ditanggapi. Its so simple, tapi tidak semua orang bisa, ternyata. 

Tiba² ada mahasiswa datang bawa makanan dan itu oleh² ciri khasnya daerahnya. Ga banyak kata, dya cuma bilang untuk ku saja. Kala itu sedang riweh jadi ga tau kalo dya ternyata duduk lama menunggu. Aku mikir ya, kenapa dya ngasih makanan? Oh dya habis wisuda, pikirku. Cuman aku ngerasa enggak deket dan biasa aja sama dya pas ngobrol, ngelayanin, nyariin buku yang dicari. Karna udah kewajiban dan tugasku gitu jadi ya dilakuin seperti biasa, tidak ada yang spesial. Entah ybs calon psikolog atau gimana jadi bisa membaca body language-ku. Entah lah. 

*dari dya aku belajar bahwa "apa yang kita lakukan biasa, bagi orang lain bisa jadi luar biasa".


Pas lagi mainan hape, ada WA dari mantan anak magang, ngabarin intinya ibunya meninggal. Sedih banget karena lumayan akrab sama dya, pas wisuda juga ibunya sempet foto di tempat kerja. Yang bikin haru adalah ternyata dya ngabarin aku duluan dibanding temen²nya. Ngebayangin dulu pas ibuk meninggal aja, boro² bisa ngabarin orang, yang ada pikiran blank. Jujur, terharu banget, se-nganggep itu dya ke aku. 

*dari dya aku belajar, "hal tulus yang dilakukan akan sampai di hati yang mampu menghargai".


Pas lagi cuti, ada mantan anak magang yang lain chat, tanya apakah akuu cuti? Ternyata dya main ke tempat kerja dan udah bawa roti. Dya tinggal di bandung. Pikirku ya udahlah ya karna memang aku juga lagi cuti dan ga bisa ketemu. Dya hanya tanya kapan aku masuk dan diluar dugaan di hari yang aku masuk itu dya datang sambil bawa roti (lagi) ngasih ke aku. Sepertinya dya memperpanjang waktu supaya ketemu aku. Terharuuu.. 

*dari dya aku belajar, "tidak harus menjadi besti supaya dihargai".


Cerita sama pas aku cuti, ada chat dari anak magang yang baru. Ia bertanya aku masuk kapan? Dya mau bawa kue, gitu. Awalnya aku ga ngeh, ya bawa aja kalo mau bawa (pikirku). Ternyata enggak sesimpel itu, ternyata dya ulang tahun dan memang pingin ada aku, jadi pas ngasih kue itu dya memastikan aku sudah masuk kerja. Padahal banyak temen disana cuma dya pingin aku makan kuenya. Ya Allah, rejekiMu luar biasa 

*darinya aku belajar, "hargai apapun effort orang lain, karena sosokmu sangat ia hargai"


Bagi kita mungkin hal biasa, siapa sangka itu menjadi hal istimewa bagi orang lain. Bagi kita itu sebuah tugas, siapa sangka itu yang membekas. Sadar 

Sadar tidak semua orang dikasih kesempatan seperti ini, so syukurilah dan tambahlah menjadi orang tulus dan baik. Lupakan tentang feedback apa yang seharusnya diberikan, dll. Jadilah orang baik saja, TITIK. Satu hal yang perlu ditekankan bahwa tidak semua orang pandai melihat keindahan warna pelangi, so tetaplah menjadi baik karna kebaikan itu yang mengundang kebaikan yang lainnya. 

Alhamdulillah.. 


Cintailah dirimu sendiri dulu

Aku perhatikan kamu sekarang lebih happy, lebih tenang, lebih chill, ringan langkah, tidak spaneng lagi?, tanya diri ke cermin. Iya akhirnya aku berhasil cut off orang-orang yang bikin lelah. Aku selama ini kelelahan namun aku belum menemukan jalan keluar so hidup isinya capek dan capek. Capek fisik bisa istirahat namun kalo capek hati dan fikian? oh sungguh keadaan yang tidak ingin aku ulang. Paet. Beda banget lho kamu saat ini dengan yang kemarin2. Saat ini terlihat lebih fresh, dan enteng aja gitu hidupnya. Baru sadar aku, ternyata masalahmu sengaruh itu terhadap performan dirimu, ucapku.

======

Sudah saatnya kita harus menyayangi diri sendiri melebihi apapun, lebih memprioritaskan kebutuhan diri sendiri, lebih peduli, lebih menghargai, dan tentunya beri batasan untuk interaksi dengan orang lain. Mari berbuat baik, namun jangan berlebihan sehingga kamu terjebak oleh kebaikanmu sendiri yang berujung kamu kepater, ga bisa gerak namun terus2an menderita.

Definisi berbuat baik itu yang saling support, saling menghargai, saling bantu namun sesuai kadarnya, tidak berlebihan. Nah kondisi ini yang sehat dan perlu untuk dipertahankan. Sebaliknya jika kondisinya kok bikin kita sakit hati, capek, harus mengalah terus2an, dan hanya dimanfaatkan saat butuh maka cut off saja, TITIK.

Hiduplah seperti kamu sedang hidup, bukan hidup segan matipun tak mau. Berada di bawah bayang2 kebaikan orang memang tidak enak, namun akan parah lagi jika kita menjadi orang yang serba tidak enakan. Mau ini itu ga enak, takut menyakiti dst. Lantas apa kabar perlakuan mereka seenaknya aja ke kita? masih diam saja? masih terima? Wah dzolim sama diri sendiri itu.

Hidup orang lain bukan tanggung jawab kita kok, boleh membantu tapi jangan sampai menjadi gila. Biarkan orang lain bertanggung jawab terhadap pilihannya. Semua ada konsekuensi dari sebuah pilihan, pun sama kita akan menjadi tidak berharga jika kita terus2an meladeninya.

Mari normalisasi mencintai diri sendiri dan berbuat baik sewajarnya ke orang lain. Bukan sebaliknya berbuat baik sama orang lain all out namun denial sama perasaan diri sendiri kalo sudah muak atas perilaku orang lain. Orang lain memperlakukan seenaknya itu karna kitanya mengijinkan loh. Coba kita tegas, maka orang akan segan memperlakukan kita semena2.

Yang sudah berlalu biarlah menjadi pelajaran, tutup buku. Sekarang waktunya buka lembaran baru dengan diawali meminta maaf sama diri sendiri karna sudah secuek itu. Percaya deh setelah itu, hidupmu akan tenang dan ringan langkahnya ketika kita mampu tegas sama orang lain. Buat batasan yang jelas sehingga orang lain tidak akan bisa mengusik kedamaian kita.

Jika mereka drama, tinggal aja ga perlu kita larut dalam skenario ibanya. Pasang tembok tinggi untuk menghalangi mereka menarik kita masuk dalam drama yang mereka ciptakan sendiri. Hidup mereka adalah tanggung jawab mereka, ga ada urusannya dengan kita. So, love your self, first!

Buscar

 
Healthy Happy and Wealthy Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger