Páginas

27.3.26

Alasan cabut dari circle toxic

Manusia pada dasarnya ingin dihargai, bukan berarti ingin dipuja. Disadari atau tidak itu sebuah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, jika tidak maka akan timbul rasa kurang nyaman dan sejenisnya. 

Pernahkah kalian berada dalam posisi dimana lingkunganmu anti apresiasi? Haram menghargai, bahkan tidak mengenal rasa Terima kasih. Sedangkan hal² tersebut adalah hal dasar yang bikin hubungan manusia bisa lebih harmonis. 

Kamu berprestasi tapi membuat mereka iri, kamu unggul namun membuat mereka terpukul, kamu bercahaya namun membuat mereka cedera, bahkan kamu menarik membuat mereka tercabik².

Adakalanya, orang lain sengaja mematikan sinarmu, menghentikan langkahmu, menjauhkanmu dari berbagai macam potensi,  bahkan tindakan gilanya adalah menyebar fitnah keji supaya kamu dibenci. 

Fenomena ini sungguh menyakitkan jika benar² terjadi, namun ingat bahwa semua di luar kendali. Manusia hanya bisa do the best but tidak semua hal terjadi dapat ia kendalikan. 

Rasa sakit itu wajar, muak menjadi hal lumrah, dan ingin rasanya tidak Terima adalah hal yang sangat manusiawi. Jika kita tidak mampu mengelola reaksi dari sakit hati ini maka yang ada kita menjadi orang yang hidupnya tidak tenang dan merasa seumur hidup penuh dendam. 

Kita dapat memilih berdamai dengan keadaan dan mencari tempat dimana kita lebih dihargai. Mengganti teman, circle, bahkan menghilang dari people toxic adalah bentuk penghargaan kepada diri kita. Bukti cinta kita terhadap hidup kita. Kita berhak untuk mementingkan kesehatan lahir batin kita, sekali lagi mementingkan diri kita. 



25.3.26

Bersikaplah dewasa, jangan kaku

Jangan-lah risau, aku baik-baik saja,

Cukuplah kita bersikap dewasa atas apa yang menjadi kehendak semesta,

Belajar menerima segala takdir dengan tangan terbuka, 

Memberikan hati dan langkah kita semakin legawa.


Aku dan kamu tidak bisa menjadi kita, 

Bukan berarti akhir dunia, 

Ingat, hidup tidak tentang kita, 

Namun tentang siapa yang mampu menerima perannya. 


Masih ingat bagaimana sorot matamu, 

Masih melekat bagaimana cerianya dirimu, 

Bahkan masih terngiang bagaimana renyahnya tawamu, 

Tapi yang disisimu bukan lagi aku. 


Dunia ku akan terus berjalan, 

Walo kita tidak bisa beriringan, 

Sedih beserta tanda tanya-nya sudah aku lepaskan, 

Demi ketenangan di masa depan. 


Genggamlah tangan dan hatinya, 

Yang sudah menjadikanmu dunianya, 

Buang dan tutup semua angan² masa muda, 

Cukup jalani dan nikmati hidupmu dengannya. 


Lantas bagaimana kamu?, tanyamu, 

Aku? Aku akan melanjutkan hidupku, 

Bagian hidup yang sudah menjadi jalan takdir perjalananku, 

Tak perlu risau, kau dengannya dan aku dengan segala takdir terbaikku. 


Sederhana hal yang membahagiakanku, 

Cukup bersikaplah dewasa, jangan kaku, 

Aku menghargai hidupmu, pun sama kamu menghargai proses ku, 

Do'akan saja, kelak aku menemukan penyempurna jiwaku, meskipun itu bukan kamu. 


Lega bisa cut off kamu

Syukur tak terhingga ketika finally kita bisa cut off orang terdekat yang problematik. Ya, segala toleransi sudah tidak lagi bisa menahan gemuruh di dada dan muaranya mengembalikan semua kepada Allah. Meminta jalan terbaik kepada Allah atas kekacauan mental yang beberapa tahun ini mencoba disembunyikan atas nama ga enak e. 

Cukup Allah Maha penyembuh dan Maha pemberi solusi terbaik. Pinta dalam doa semoga banyak jalan untuk dapat mengurai hubungan yang sudah sangat toxic ini. Dan benar ketika kita sudah pasrah sama Allah dengan segala daya upaya-nya, Allah lah yang menurunkan ribuan solusi yang bikin takjub dan ga pernah disangka bentuknya. 

Rasanya ada space 80% di waktu, memori, tenaga maupun emosi yang terbebaskan. So, dengan kata lain orang tersebut so toxic kan ya? Ambil pelajarannya ya, jadilah lebih bijak dan dewasa dalam berhubungan dengan orang lain, entah pertemanan, asmara, bertetangga maupun bermasyarakat. 

Jika dari awal gelagatnya kok orang ini hanya memanfaatkan ya, yuk sesegera mungkin ambil sikap. Sudahi denial dan ribuan prasangka baik yang sebenarnya kamu sedang perang dengan hati kecilmu. Ya dya bukan orang baik tapi kamu mempertahankan hanya karena ga enakan. 

Sayangi dirimu lebih, stop memikirkan urusan orang lain, dan fokuslah pada goals hidupmu. Dya bahkan mereka hanyalah orang lain yang akan tetap jadi orang lain di hidupmu. So, biasa aja dalam berhubungan dengan orang lain. Perkuat saja hubungan dengan TuhanMu yang Maha segalanya, bukan malah sebaliknya. 

*self reminder

5.3.26

Sadarkan diri dan ambillah sikap

Memilih fokus sama diri sendiri dan lebih menghargai diri sendiri adalah langkah dewasa dan bijak setelah sekian lamanya kamu terjebak di zona tidak enakan. Walau prosesnya tidak simpel nyatanya keberhasilan tersebut memberikan dampak yang luar biasa. Tidak lagi peduli dengan drama orang lain, tidak lagi punya kewajiban untuk mendengarkan segala curhat yang bikin muak, dan yang jelas justru punya waktu luang untuk diri sendiri. 

Orang lain is orang lain dengan segala egoisnya. Mau ngelak? Manusia itu egois dan penuh taktik di hidupnya, bedanya ada yang tau diri dan tidak aja. Kadarnya saja yang berbeda. Jika kamu ketemu yang ga tau diri ya kamu bakal dimanfaatkan sejauh kamu menguntungkan dya, sebaliknya ga bermanfaat atau ga ada di pihaknya maka boro²  chat di balas ya. Ingat, ini real fact. 

Orang yang ngejauhi teman baiknya itu banyak faktornya, satu diantaranya karena pemaklumannya sudah ada limit. Setelah sekian panjang perjalanan, selalu ada pemakluman dan kesabaran. Namun lagi² kalo harus maklumin hal² konyol sepanjang waktu maka tidak akan ada orang yang siap. Orang yang sudah mati rasa itu serem, dya ga akan peduli apapun dengan hidup orang yang dituju sekalipun dulu pernah akrab. 

Hidup itu saling berganti peran, prinsipnya. Tapi kalo hanya satu sisi dan tidak mau ganti peran ya paet. Maunya dingertiin terus menerus, maunya didengar selalu, maunya direspon baik, dst. Ya kalo cuma maunya begitu tapi ga mau gantian memahami, empati, peduli, dll ya semua akan menghilang dan pergi di waktu terbaiknya. 

Gila aja menurutku cerita temen kemarin, dya happy banget karena 80% permasalahan dya nyatanya karena interaksi dengan temannya. Ya satu orang membawa beban berat mentalnya ternyata. Setelah bener² cut off nyatanya hidupnya lebih enteng, ceria, free, menyenangkan, lega, tidak obt, dll. Wooow seperngaruh itu ternyata berkawan dengan orang lain tu. 

Dalam obrolan ada sebuah statement yang intinya, "ga se-happy gimana jika aku sudah bebas menjadi tempat sampah, bebas dari drama kolosalnya, berhenti di prank terus menerus, dan yang jelas aku sudah tidak obt karena kisah tidak masuk akalnya". Jika ditarik ke ranah pertemanan, inti dari semua ini adalah pandailah dalam memilih teman. Pastikan dulu dya seperti apa dan bagaimana. Tak lupa biasa aja dalam berteman, tidak perlu berlebihan bahkan terjebak dalam zona tidak enakan. Hussssst... 

Kadang orang memilih pergi itu karena sudah tidak dihargai. Segala bentuk curhat mungkin dya masih bisa menampung walo dengan muaknya, namun jika sudah tidak dihargai? Mana ada yang sanggup. Definisi menghargai disini meliputi kalo diajak ngobrol ga malah asyik chat sama orang lain sambil ketawa². Gila aja kan ya, kita lagi seru cerita, dya sibuk main HP. Seolah hidup dan nyawa dya di HP tersebut. Dan part ter-gongnya adalah dya udah baca chat kita tapi memang sengaja ga dibalas aja. Ban*ke kan.. 

Memilih ngejauh jika kondisi tersebut adalah pilihan bijak karna melindungi mental diri sendiri. Sadar bahwa kita bukan lagi prioritasnya karna kita sudah tidak sejalan dengan pemikirannya. Ga inget tuh pas lagi butuh²nya? Telpon, chat, ketemuan ga inget waktu dan hanya ngomongin masalah yang sama, repeat. Dari kisah ini banyak pelajaran bahwa biasa aja dah berteman dan carilah teman yang tau diri aja. 

Setelah sadar bahwa kita hanya dimanfaatkan maka segeralah ambil sikap. Jangan lama² terjebak di kondisi tersebut. Temukan orang2 yang tulus lainnya, eksplor diri lebih banyak, gunakan waktu free mu untuk me time, gunakan waktu sengganggmu untuk menikmati masa kebebasan ini. Sungguh tak ada hal seindah ini, terbebas dari drama orang toxic. Mainkan saja peran di hidupmu, cukup fokus dengan skenario per skenario yang jadi jalan hidupmu. Tutup pintu rapat² untuk orang yang datang hajya karena butuh, dan tetaplah menjadi orang baik yang memiliki sikap untuk bisa tegas sama diri sendiri. 

Oneday giliranmu direndahkan oleh Allah

Direndahkan hanya karna belum nikah. Sedangkan dirinya selingkuh dengan dengan suami orang dan suaminya yg LDM punya affair juga dengan gadis ibu kota yang jauh lebih menarik darinya. 

Direndahkan hanya karna belum punya mobil. Fun fact nya dia dapat donatur dari orang tuanya dan ngejual warisan suaminya. So jika selama ini sombong tentang harta yang dimiliki maka tidaklah fair mengingat harta dya tidak hanya dari gaji tapi dari ngejual warisan mertua. 

Direndahkan karna dianggap cupu dan ga gaul. In real life hanya ga seneng story di medsos atau WA aja sih. Nyatanya banyak disayangi, mudah diterima dalam lingkungan baru, punya banyak teman dari berbagai kalangan usia, dan jadi orang yang selalu diandalkan. Kualitas diri yang sangat penting. Dan part ter-gong nya adalah dya ga punya teman, yaps real teman. 

Direndahkan hanya karena dya memandang orang lain bad, hanya dirinya yang selalu on point, selalu glowing, pusat rotasi bumi,selalu menjadi trend centre dan sejenisnya. Fun factnya itu hanya ada di pikiran dya aja. Selera dya justru norak dan apa yang dipakai entah kenapa jadi B aja padahal apa yang dibeli selalu mahal. 

Direndahkan hanya karena terlihat miskin dan penampilan sederhana. Sederhana is best choice for her so apa yang salah? Sederhana tidak berlebihan, sederhana bukan berarti kemproh, kumal, dan tetap update informasi. Lantas apa yang harus dipermasalahkan jika ia nyaman degan style pilihannya. Apakah itu mengganggu pemandanganmu? Atau justru pikiranmu yang terganggu? 

Direndahkan karena kamu tumbuh dan berkembang pesat dengan cara menyebarkan gosip murahan bahkan mencari² celah kesalahan dan kelemahan untuk menjatuhkanmu. Ada apa sih hidupmu kok segini bangetnya karaktermu? 


Gaes, hidup sejatinya sebatas bergantian peran. Jika sekarang belum, bukan berarti tidak. Semua akan ada fase dan waktunya. Jika sekarang ada di atas serba kecukupan, bukan berarti akan selamanya, akan ada ujian dia setiap chapter kehidupan manusia. Kalo sekarang dibantu, next kita akan tiba saatnya untuk ngebantu, dst. Pertanyaan sederhananya, apakah ada orang yang akan mau ngebantu jika karaktermu sungguh dluar batas kewajaran manusia? Atau kamu dewa yang penuh kuasa seperti apa yang kamu sering ungkapkan? 

Yuk dunia udah di ujung zaman, perbaiki diri aja dah. Kurang² i jahat sama orang lain. Ga lucu kan jika kamu lagi jahat dan doa para orang² yang kamu dzolimi serentak terkabul sedangkan posisi kamu sedang dibawah, poor, dan tak berdaya. Nauzubillah..